
keesokan harinya, Ayu sedang berbelanja di pedagang sayur yang kebetulan berhenti di depan rumahnya.
baru juga memilih beberapa sayur, gerombolan ibu-ibu yang lain datang.
"aduh ibu juragan kalau denger omongan gak enak, jangan di masukkan ke hati ya," pesan penjual sayur itu.
"iya Mak," jawab Ayu sambil tersenyum
pedagang sayur itu kasihan kalau Ayu harus terluka karena omongan ngawur ibu-ibu itu.
terlebih si mulut lemes bernama ibu Sri itu, dia terkenal sangat pedas kalau mengomentari hidup orang.
padahal dia sendiri belum bener hidupnya, dia juga sering membuat orang menjadi bertengkar karena ucapannya.
Aris yang sedang mencuci mobil pun mengawasi istrinya saja dari kejauhan.
"dek jangan lama-lama, kita nanti kesiangan!" kata Aris menginggatkan istrinya.
"iya mas, ini sudah mau selesai," jawab Ayu.
"aduh-aduh, ibu juragan buru-buru banget sih, padahal aku mau tanya loh, udah lama menikah kok belum hamil, padahal juragan Aris begitu sehat," kata Bu Sri yang baru datang.
bam... sebuah pukulan berat bagi Ayu, Aris yang melihat perubahan ekspresi istrinya pun sadar.
dia langsung membuang selang airnya, dan menghampiri istrinya, "Mak Jo, berapa belanjaan istri saya,"
"aduh biar saya hitung dulu ya juragan," kata penjual sayur yang mulai takut.
terlebih Aris sudah terlihat begitu garang, "kenapa sih juragan, jangan buru-buru lagi, lagian gak ada yang akan mau nyakitin istrinya loh," kata Bu Sri dengan santainya.
"bukan begitu Bu, saya mau mengajak istri saya jalan-jalan, kalau kesiangan kan panas, ayo sayang," kata Aris tersenyum mengejek
Ayu memberikan uang seratus ribu pada penjual itu, "loh ibu juragan ini kembaliannya,"
"buat Mak Jo saja," jawab Ayu yang terlihat sedih.
Aris merangkul istrinya, sedang ibu-ibu masih menatap sinis, terlebih bagi mereka juragan Aris bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dan sempurna dari anak yatim piatu itu, yang bahkan kakeknya mantan pembantu di rumah juragan Aris.
Aris yang tak tahan melihat wajah istrinya pun langsung mengendong Ayu, "mas malu!" kata Ayu kaget.
"kenapa istriku sendiri kok," jawab Aris tersenyum.
__ADS_1
"ih... mas ini, itu airnya gak di matikan," protes Ayu.
"ah maaf, aku lupa, sekarang kamu masuk dan segera siap-siap, karena kita harus segera berangkat," kata Aris.
"idih... perempuan kayak gitu aja di manja, mungkin tuh juragan sudah kena ajian pengasihan ya, kenapa bisa sebodoh itu," kata Bu Sri.
"ih masak sih Bu, mbak Ayu kan pintar ngaji," kata ibu yang lain.
"hei... ibu saja gak tau,jangan di pandang bisa mengaji, asal kalian tau ya, meski pintar mengaji atau sholat, kalian kan gak tau hati orang, jadi gak usah kasihan sama dia," kata Bu Sri.
pedagang sayur pun sampai geleng-geleng mendengar itu, terlebih Ayu memang di kenal sangat kalem dari kecil.
Aris sudah siap, begitupun dengan ayu, mereka menuju ke rumah sakit di kota, dan beruntung karena sudah membuat janji terlebih dahulu.
jadi Keduanya pun langsung bisa masuk ke ruangan periksa dokter kandungan.
"jadi, apa ada keluhan?" tanya dokter sepuh itu.
"ini dokter, kamu sudah tiga bulan menikah dan istri saya belum hamil? apa itu masalah?" tanya Aris jujur.
"baru tiga bulan mas, kalau dalam satu tahun pernikahan dan hubungan suami istri secara rutin dan belum juga hamil, itu baru ada masalah di salah satu dari kalian, kalau masih tiga bulan itu belum termasuk bermasalah," jawab dokter itu tersenyum.
"tapi dua bulan setelah pernikahan saya cuma mens tiga hari, itupun hanya seperti flek gitu dokter, dan bulan ini malah tak mens," kata Ayu.
Ayu pun di minta untuk tidur di ranjang, sedang Aris menunggu di kursi.
perawat memberikan gel khusus, "apa mens mbak sering terlambat?" tanya dokter kandungan.
"tidak dokter," jawab Ayu.
"pernah mencoba untuk memeriksa dengan alat tes kehamilan?" tanya pria itu lagi sambil mengarahkan alat USG ke perut Ayu.
"saya takut kecewa dokter," jawab Ayu.
dokter pun tersenyum, "apa ada masalah dokter dengan istri saya?" tanya Aris yang sangat khawatir.
"tidak ada mas, selamat istri anda sedang hamil delapan Minggu kalau dari ukurannya," jawab dokter.
Aris pun langsung bangun dari kursinya, "apa dokter, istri saya hamil?" kata Aris masih belum percaya.
"iya mas, selamat anda berdua akan jadi orang tua," kata dokter itu yang langsung menyalami Aris.
__ADS_1
Ayu pun di bantu turun dari ranjang periksa, Keduanya nampak begitu senang.
tak mengira jika sebenarnya ketakutan mereka tak terjadi. "kalau begitu saya akan berikan resep untuk vitamin untuk ibu dan janin ya," kata dokter.
"baik dokter, dan tolong katakan bagaimana saat kami berhubungan, terlebih kandungannya masih sangat muda," kata Aris.
"tidak masalah mas, asal jangan terlalu sering dan bisa melakukannya secara perlahan," kata dokter.
keduanya pun akhirnya selesai dan akan pulang, tapi saat keluar dari ruangan dokter.
Aris dan Ayu, malah bertemu dengan pasangan Raka dan Wulan. keduanya sedang ingin memeriksakan kandungannya.
"loh juragan Aris disini, baru cek kesehatan?" sapa Raka dengan ramah.
"iya mas, Alhamdulillah tokcer, langsung isi," kata Aris yang membuat Ayu malu.
"wah... Alhamdulillah, kalau begitu anak-anak kita akan jadi seumuran ya," kata Raka yang juga terlihat begitu senang.
"iya mas, oh ya ngomong-ngomong sudah berapa bulan kandungan istrinya?" tanya Aris melihat perut istri dari Raka.
"Alhamdulillah, sudah empat bulanan, tapi berhubung kembar jadi perut istriku nampak besar ya," kata Raka sambil mengaduk tengkuknya.
"ya Allah... keluarga kalian sangat bisa memproduksi anak kembar ya," kata Aris kagum.
"mas ngomong apa sih,maaf ya mbak," kata Ayu pada bulan, pasalnya dia tak enak hati karena ucapan suaminya.
"Ita gak papa kok mbak, mas Aris memang benar, karena suami dan calon anak kami juga kembar, dan Alhamdulillah Allah percaya pada saya," kata Wulan dengan raut bahagia.
"ya Allah, semoga persalinan dan keselamatan ibunya selalu di jamin oleh Allah ya mbak, mbak ibu yang kuat," kata Ayu.
"amiin.. terimakasih, nanti kita sering-sering ketemu ya, biar anak-anak kita dekat," kata Wulan.
"iya mbak," jawab Ayu.
mereka pun berpisah, Wulan melirik ayu yang terlihat sedang sangat bahagia.
"mas, tolong sebisa mungkin awasi keluarga mereka, aku takut ada yang ingin berbuat jahat pada keluarga itu," mohon Wulan.
"baiklah sayang," jawab Raka yang melihat kearah Aris dan Ayu yang sudah pergi menjauh.
Ayu dan Aris sudah menebus vitamin, kini mereka pun memutuskan untuk membeli baju untuk Ayu kenakan di rumah.
__ADS_1
pasalnya Aris ingin istrinya itu nyaman selama kehamilan. jadi mereka membeli beberapa daster kesukaan ayu.
baru setelah itu dia mengajak istrinya ke area sayur mayur, karena Aris ingin setiap hari mereka makan sayur buah untuk kesehatan ayu dan bayi mereka.