Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
guna guna


__ADS_3

-setelah muat tiga truk penuh, Eko berangkat ke desa Raka dan dia juga di minta oleh arus untuk menceritakan semua keluh kesahnya pada pria itu.


siapa tau bisa membantu, sedang di rumah ayu bersiap berangkat bersama dengan Feli ke rumah Eko.


tapi saat akan berangkat, mereka melihat ada seorang wanita tua yang entah dari mana melempar telur busuk ke depan kaki Ayu.


"astaghfirullah..." kaget Ayu.


"hei bek, apa ini, kenapa kamu melempari mbak ku dengan telur busuk," kata Feli yang melihatnya.


tapi wanita itu terus terus berkomat-kamit, melihat hal itu Feli ingat pesan Aris.


dia langsung mengambil air dan garam kasar yang ada di depan rumah, dan langsung menyiram bekas telur busuk itu.


ayu juga mencuci kaki dan tangannya,karena kesal Feli langsung menyiramkan air itu ke wanita tua itu.


"ah... panas!!!" teriak wanita tua itu berteriak kesakitan.


"eh panas apaan? orang air dingin kok," bingung Feli.


wanita itu ingin menyerang Feli tapi gadis itu menendangnya dengan keras, "dasar wanita tua, kamu ingin mencelakai mbak ayu ya," marah Feli.


"ya Allah mbak, jangan kasar-kasar sama orang tua," kata seorang ibu yang melihat tingkah Feli.


tapi saat wanita itu melihat wanita tua yang di tolongnya, bukan membantu berdiri malah menamparnya.


Feli kaget melihat itu, "lah malah kena gampar Mak," kata Feli.


"Feli ada apa?" kata Ayu yang mendekati mereka.


"tunggu disana ibu juragan, saya tak mengira wanita jahat ini berani muncul di sini lagi," marah ibu-ibu itu.


Feli yang melihat itu berlari ke arah ayu dan memeluknya karena takut melihat kemarahan ibu-ibu itu.


"itu ibu-ibu udah keluar tanduknya mbak," kata Feli berbisik pada ada Ayu.


"ssttss.. diam Feli, ibu tolong jangan terlalu kasar, karena ia sedang sakit," kata Ayu tak tega.


"kau lihat wanita jahat, Bu juragan begitu baik, kamu itu begitu kejam ya, hingga ingin melukainya, dasar wanita tak tau malu, pantas tak ada yang mengasihi mu atau adik-adik mu," marah Bu Tini.


"sudah Bu Tini, mbak Menik mungkin tak sengaja, tadi Feli juga tak sengaja menyiramnya, aku minta maaf ya mbak," kata ayu.

__ADS_1


"pergi!!! kamu Wanita jahat, kamu merebut semua keinginan ku, termasuk pria incaran ku," kata wanita itu ingin menyerang Ayu.


tapi Feli mendorongnya hingga terjatuh, "jangan berani menyentuh ibu juragan jika tak ingin terluka!!" teriak Feli dengan keras.


"pak hansip tolong usir wanita ini, dia ingin melukai bu juragan," panggil Bu Tini.


"apa, dasar wanita tak tau malu, Bu juragan dan juragan Aris sudah begitu baik padamu, tapi kamu tak pernah kapok, ayo pergi," tarik hansip yang sedang keliling itu.


Erna yang melihat Menik yang di tarik dengan kasar pun menghentikan motornya.


"lepaskan pak hansip, kenapa anda begitu kasar pada mbak Menik, dia itu juga warga disini, dan jika ada yang tak suka lebih baik dia saja yang pindah," tegur wanita itu.


"heh Erna, gak usah jadi pahlawan kesiangan, kamu itu sana sama dia, kamu juga tergila-gila dengan juragan Aris kan, itulah kenapa Mbah sun tak mengizinkan mu keluar rumah," kata Bu Tini.


ayu melihat wanita itu, dan Erna langsung tertunduk malu, sedang Feli seakan melihat tontonan yang menarik, Aris yang di kelilingi oleh para wanita.


"wah... tak tau malu juga ternyata," kata Feli keceplosan.


Erna yang di hina begitupun malu, dan mengajak Menik pergi, sedang ayu merasa minder.


terlebih Erna memang terkenal sebagai cucu Mbah sun yang begitu sempurna.


ayu merasa sedih, seandainya dia sudah tau dia tak akan menerima lamaran Aris.


"argh.... perutku sakit," kata Ayu yang terduduk di tanah.


"mbak ayu kenapa?" panik Feli melihat wanita itu.


ayu terus mengerang kesakitan, Feli ingin membantu ayu pulang ke rumah tapi Bu Tini melarangnya.


Feli menelpon Aris, dan mengatakan kondisi dari ayu yang tiba-tiba kesakitan, dan kondisi Ayu yang memburuk.


"jangan pulang mbak, kita bawa ke klinik segera, setidaknya dia bisa dapat pengobatan," kata Bu Tini.


akhirnya Feli mengambil sepeda motor dan membawa ayu bersama Bu Tini.


mereka sampai di klinik dan dokter langsung memeriksa kondisi dari ayu yang Kesakitan.


Aris langsung menuju ke klinik, dengan motor trail yang ada di gudang, dan melihat kondisi istrinya.


"dia kenapa?" bentak Aris.

__ADS_1


"saya tidak tau, tiba-tiba mbak ayu kesakitan, dan dokter masih fi dalam," jawab Feli


"sayang kamu kenapa..." lirih Aris.


"juragan sebelum ini, tadi Bu juragan bertemu dengan mbak Menik dan Mbak Erna," kata dari Bu Tini.


"apa? kenapa mereka berani mendekat ke rumahku," kata Aris yang terlihat begitu marah.


"oleh saya ingat, tadi wanita tua itu melempar sebuah telur busuk dan hampir mengenai mbak ayu, tapi aku buru-buru menyiramkan air garam sesuai perintah bos juragan, terus saat saya menyiram wanita tai, dia kepanasan, dan wanita itu datang, terus mbak ayu kesakitan," kata Feli menjelaskan.


"Erna lagi, Erna lagi!!" marah Aris memukul tembok klinik hingga retak.


melihat itu Bu Tini ketakutan, pasalnya baru kali ini dia melihat kemarahan seorang Aris yang begitu mengerikan.


dokter keluar dari UGD, "bagaimana kondisi istri saya dokter?" tanya Aris


"maaf pak, tapi di USG perut istri anda baik-baik saja, dan saya juga tak mengerti kenapa dia kesakitan sampai separah ini, tapi sekarang dia sudah sedikit tenang, setelah saya berikan obat penenang," jawab dokter.


Aris pun merasa kesal mendengar itu, dia langsung pergi dari klinik dan dia harus tau apa yang di lakukan wanita itu.


bukan Menik, tapi Erna, wanita itu sudah sangat keterlaluan, tapi sebuah telpon mengejutkan dirinya.


"mas Aris dimana? kami ingin ke sana, istrimu dalam bahaya," panik Wulan dari sebrang telpon.


"dia di klinik Pratama, dan aku akan membawa wanita busuk itu," kata Aris yang entah sangat marah.


"baiklah, kalau begitu kami kesana, dan sebisa mungkin bawa wanita itu ke klinik dan aku akan membuatnya bertanggung jawab," marah Wulan.


"baik aku mengerti," jawab Aris


dia langsung mengemudikan motornya ke rumah Mbah sun, terlihat pria sepuh itu ada di teras sedang duduk santai.


"wah ada apa juragan Aris datang kemari?"


Aris langsung masuk kedalam rumah dan tak menyapa pria itu.


dia mendobrak pintu dan langsung menarik Erna, "ada apa Aris, kami menyakitiku,"


"kau bilang apa, kamu yang menyakiti ku dengan mengirimkan guna-guna pada istriku!!" teriak Aris.


sebuah tamparan keras di berikan Mbah sun, "sudah Mbah katakan, berhenti melakukan itu, sekarang ayo ikut Aris bersama Mbah, dan Mbah akan melakukan apapun untuk menyelamatkan ayu," kata Mbah sun.

__ADS_1


"tidak bisa Mbah, karena Erna sudah menjaminkan nyawa bayi di perut ayu pada iblis, dan akan di ambil sebelum matahari terbenam, jika tidak maka Erna yang akan mati," kata Erna.


__ADS_2