Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
kuat ya Aris


__ADS_3

malam takbiran begitu ramai di desa Aris, Raka dan yang lain duduk di teras sambil melihat para warga yang ternyata sedang mengadakan takbir keliling.


bahkan Aris mengeluarkan tiga karung cukup besar, ternyata berisi jajanan untuk anak-anak.


semua pun kebagian untuk jajanan yang di bagikan, semua orang tau apa yang terjadi dan itu bukan kesalahan dari keluarga juragan Aris.


tapi itu semua terjadi karena keegoisan seorang wanita yaitu Erna, terlebih Mbah sun saja tak mau membantu wanita itu.


Bu Tini benar-benar bisa membuat semua orang percaya, terlebih semua bukti dan saksi juga mengiyakan.


tapi Bu Sri masih ingin membuat opini lain, tapi sepertinya itu tak bisa, terlebih wanita itu sudah sering membuat fitnah.


akhirnya jajanan yang di bagikan habis, mereka kembali duduk di teras, "saya bawa suun goreng," kata Feli.


"wah enak ini, tolong sambalnya Maba Feli?" tanya Aris


"lah, ini suun goreng loh bro, kok pakai sambal sih, kalau pisang goreng aku tau, tapi kalau suun goreng?" bingung Raka.


"udah di coba pasti suka, aku awalnya juga bingung, tapi pas di paksa istri, beh... mantul ternyata," kata Aris mengacungkan jempolnya.


karena mendengar itu, Raka menjadi penasaran, mereka pun makin semangat saat sambal itu keluar.

__ADS_1


benar saja, Raka begitu lahap makan suun goreng dengan sambel terasi, Sugik pun sangat menikmati juga.


sedang Wulan dan ayu sedang membaca beberapa dzikir dan sholawat untuk menjaga kandungannya.


akhirnya keduanya pun tidur karena harus makin larut, Wulan tidur bersama ayu di kamar atas.


Wulan menaruh tasbih yang sudah di doakan, dan meminta Ayu tak memindahkan tasbih itu.


ayu pun mengiyakan, sedang para pria begadang untuk menjaga malam ini.


Erna sedang makan di suapi sang ibu, "Erna besok kita sholat id bareng ya,"


"iya Bu," jawab Erna tersenyum.


"aku menuruti mu pria tua, tapi ingat janjimu, dia akan jadi milikku saat fajar menyingsing," kata mahluk hitam yang tadi berada di tubuh Erna


"baik aku mengerti, terima kasih sudah mau memenuhi keinginan ku, biarkan mereka bahagia dengan memeluk putri mereka untuk terakhir kalinya," kata Mbah sun.


"dasar pria bodoh, hanya demi cucu yang begitu buruk itu, kamu bahkan merelakan ilmu mu," kata iblis itu.


"aku sudah terlalu lama hidup di dunia, saatnya aku melepaskan semuanya, aku juga sudah lelah," jawab Mbah sun

__ADS_1


"sudahlah, aku tak menginginkan itu lagi, sekarang aku akan menunggu waktunya, dan Janu harus tetap hidup tolong jaga pria tadi dan istrinya, mereka orang baik dan jangan biarkan mereka terluka karena orang-orang yang tak bertanggung jawab, dan aku akan mengambil orang yang seharusnya mati dari awal," kata makhluk itu sebelum pergi.


Mbah sun hanya diam, dia tak mengira jika makhluk seperti mereka saja tau mana yang baik dan buruk.


sedang mereka yang manusia malah tak bisa membedakan dan sering mencelakai orang yang telah membantu kita.


Aris pun memutuskan untuk berolahraga di malam itu sambil menunggu sinar mata hati menampakkan dirinya.


Raka dan Sugik sudah tertidur di teras, dia pun tak mengira akan menyaksikan hal yang tak pernah dia perkirakan.


terlebih hal ghaib baginya hanya sesuatu yang menjadi hal yang tak pernah dia percayai.


tapi sekarang dia mengalaminya, Putranya yang mengorbankan dirinya demi adiknya yang lain.


"le... ayah akan selalu mengenang mu, terima kasih sudah mau menyelamatkan adikmu demi ibu kalian, terima kasih," lirih Aris tang meneteskan air mata.


pukul empat subuh, Aris bergegas ke masjid untuk membantu menyiapkan persiapan untuk sholat idul Adha.


Mbah sun duduk di teras masjid sambil menangis, Aris pun menghampiri pria sepuh itu dan merangkulnya.


melihat Aris, Mbah sun langsung memeluk pria itu dengan erat, "maafkan Mbah ya le... maafkan Mbah..."

__ADS_1


"tidak ada yang perlu Mbah tangisi, Aris dan ayu sudah pasrah dengan semua takdir Allah, dan Mbah sudah Aris anggap seperti orang tua Aris sendiri," kata Aris menepuk punggung Mbah sun dengan pelan.


__ADS_2