
"nduk, kalau sudah mau Magrib jangan keluar ya nduk, dan jangan pernah keramas di sore hari, dan jika bisa bakar kulit bawang di belakang rumah ya," kata Mbah Sun pada ayu.
"inggeh Mbah, dan tolong kasih tau mas Aris agar tak berpergian jauh, dan sering meninggalkan aku sendiri," kata ayu.
"loh loh loh, kamu kok tega Aris, ingat jika istrimu ini sedang hamil, jadi jangan pernah meninggalkan dirinya seperti itu, terlebih di desa ini masih memegang adat nenek moyang," kata Mbah Sun.
"tapi adat bebek moyang ini sangat merugikan, bahkan kemarin saja hampir saja ada orang yang ingin mencelakai istriku," kata Aris.
"Mbah tau, semua heboh satu kampung, dan pasangan yang membantu mu itu adalah orang baik dan keluarga mereka bahkan membuat agama dan adat bebek moyang berjalan bersama," kata Mbah Sun.
"baiklah Mbah aku mengerti, mereka juga bilang begitu, mereka siap membantu kami, tapi baru kali ini aku merasakan apa itu kekuatan hitam," jawab Aris.
"berdoa le, kalian punya Allah kan, jadi terus minta perlindungannya, dan teruslah bersedekah," jawab Mbah Sun.
"baik Mbah," jawab Aris dan Ayu.
Keduanya pun akan pamit, Erna berdiri di samping kakeknya itu. "ingat le, jika ada seseorang yang akan melukai mu, panggil dan carilah aku, akan ku bantu kamu untuk membuatnya tau jika tak ada yang boleh melukai cucuku, meski itu adalah keluargaku sendiri," kata Mbah Sun.
"baik Mbah, kami pamit," jawab Ayu dan Aris.
Mbah Sun begitu senang melihat pasangan itu, terlebih Keduanya sudah sangat bahagia, dan tak ada boleh ada yang menganggu keduanya.
"Erna ingat kata Mbah tadi," kata Mbah Sun.
"iya Mbah, maafkan aku," jawab Erna yang merasa sedih.
gadis itu pasalnya ketahuan oleh Mbah Sun, pasalnya cucunya itu membuat Menik bisa melakukan hal buruk.
pasalnya itu rencana Erna agar kedua wanita itu celaka hingga meninggal dunia, dan akhirnya dia bisa merebut Aris agar jadi miliknya.
tapi ternyata rencana buruknya tak bisa terjadi, karena ada pasangan yang lebih sakti menggagalkan Semuanya.
bahkan kini dia sudah dalam pengawasan ketat Mbah Sun, dan semua khodam sudah di tarik hingga kini kondisinya sangat lemah.
Mbah Sun tak mengira cucunya punya niat buruk untuk mencelakai orang yang bahkan tak pernah memiliki niat buruk.
Aris membonceng istrinya, tapi mereka tak menuju ke rumah, melainkan mereka menuju ke rumah Ambar.
__ADS_1
Eko dan Ambar sedang duduk-duduk di teras rumah, Ayu turun dari motor dan langsung berpelukan dengan Ambar.
"mbak Ambar, akhirnya aku main lagi," kata Ayu.
"iya ayu, Monggo masuk juragan," kata Ambar mempersilakan.
"iya Ambar, eh Eko hari ini semuanya libur kan?" tanya Aris
"tentu juragan, ya kali ada orang meninggal kita masih kerja, pasalnya setelah kejadian semalam cukup mengejutkan," kata Eko.
Aris dan Ayu duduk di teras, Eko dan Aris bersiap pergi untuk melihat apa jenazah sudah datang ke rumah.
Aris dan Eko sampai, terlihat Sugik sudah di sana berkumpul dengan para bapak-bapak.
Aris pun berkumpul, tapi seorang bapak datang berlari dengan tergesa-gesa.
bahkan pria itu nampak panik dan ketakutan, "ada apa pak?" tanya pak RT.
"pak RT tolong pak, saya tadi tidak sengaja melihat para pria Badung itu memperkosa seorang wanita di gubuk, tapi aku tak tau siapa gadis itu," kata pria itu yang nampak ketakutan.
"apa maksud mu pak, bagaimana bisa, tapi tak ada yang melaporkan tentang kehilangan orang," kata pak RT.
"itu benar, ayo!!" teriak Eko.
sebagian orang pergi ke sana, sedang Aris dan beberapa orang tetap di rumah pak Sunandar.
Aris membantu di rumah pria itu, pasalnya mobil jenazah sudah datang.
Aris pun segera membantu bersama yang lain, dia bahkan membantu mengangkat keranda jenazah.
mereka pun menuju ke area makam dengan segera, pasalnya menunda-nunda pemakaman tak baik untuk jenazah.
akhirnya di makam semua berjalan dengan baik, terlebih pria itu juga sangat baik selama hidupnya.
setelah pemakaman, Aris menemui Eko dan Sugik serta masyarakat yang lain.
ternyata semuanya berada di kelurahan untuk menyelesaikan kasus itu.
__ADS_1
dan yang mengejutkan Aris adalah gadis yang sedang menangis karena kelakuan bejat keempat pria itu.
dia adalah adik Menik, dia bernama Nur, gadis yang juga termasuk sangat ketus.
tapi tak mengira jika wanita itu yang jadi korban, pasalnya gadis itu selalu menghina dan merendahkan orang tapi saat ini dia begitu kasihan.
"terus ini mau gimana, kasusnya akan jadi tontonan, lebih baik bawa keempat pemuda itu ke kantor polisi, agar mereka heran, sudah bikin masalah terus di kampung ini," usul Aris.
"setuju, kali ini sudah keterlaluan," kata semua warga.
pak lurah tak terima pasalnya, salah satu dari keempatnya adalah putra kesayangannya.
"kenapa juragan begitu ingin menjebloskan mereka ke penjara, mereka hanya anak-anak," kata pak lurah
"anak-anak apa pak, anda buta, pria sudah pada bangkitan, lihat mereka sudah dewasa, jika anak-anak mereka tak akan tau apa itu minuman, tokok bahkan sampai melakukan pelecehan seperti ini, aku heran kenapa anda begitu kekeh ingin damai, pasti karena dia putra anda bukan, kalau begitu kita buat hukum rimba gimana, atau kita hukum menurut kitab suci Al-Qur'an,kita semua orang Islam," kata Aris menantang lurah itu.
"setuju!!! jika pak lurah tidak ingin bawa mereka semua ke kantor polisi, kita hukum cambuk saja, seratus kali satu orangnya," saut salah satu pemuja agama.
"ayah aku tidak mau," jawab pemuda itu ketakutan.
dia tak mengira jika pesta yang awalnya berjalan lancar, malah ketahuan sampai seperti ini.
"jadi anda pilih yang mana," kata Aris menyeringai.
tak lama dua mobil polisi datang, Aris sengaja menghubungi polisi tanpa mengatakan pada babinkamtibmas terlebih dahulu.
"lihat mobil jemputan sudah datang," kata Aris.
"jika tidak mau menyerahkan putranya, pak lurah harus turun," teriak Eko.
"ya itu benar, turunkan pak lurah dari jabatannya," saut yang lain.
pasalnya pria itu sudah terlalu kejam selama menjabat, Aris tak mengira jika sekarang masyarakat berani berkata tegas.
pria itu semakin marah, terlebih dia tak bisa berkutik di depan Aris, "jadi bapak mau turun atau mau menyerahkan putra mu ke polisi."
"baiklah, aku akan menyerahkan putraku dan teman-temannya ke polisi, sebagai bukti jika aku adalah pemimpin yang amanah," kata pak lurah.
__ADS_1
tapi pria itu tak tau jika salah satu polisi yang datang adalah untuk menangkapnya.