Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
jemputan khusus


__ADS_3

Aris selesai makan dan tak lupa mencuci piringnya juga, setelah itu dia cemas karena sudah pukul delapan malam.


dia bosan karena merasa waktu sangat lambat, padahal dia ingin sekali bertemu seseorang.


Aris mencoba mengirimkan pesan terlebih dahulu pada Ayu hanya untuk memastikan, dia khawatir jika gadis itu akan terluka saat pulang dari rapat itu.


"Ayu masih rapat atau sudah pulang?" isi pesan dari Aris. pria itu juga terus melihat ponselnya setiap detik menunggu balasan.


"masih di kelurahan juragan, ada apa? tumben?" tanya ayu yang membalas pesan Aris


"gak ada apa-apa kok, cuma nanti kalau mau selesai kamu SMS ya, biar aku tak khawatir, kamu itu perempuan loh," balas Aris.


"hehehe, iya tuan, tapi nanti aku takut tuan jatuh," balas ayu lagi.


"jatuh?" tanya Aris yang heran.


"iya jatuh, jatuh hati padaku, EA...." balas ayu yang berhasil membut Aris tersenyum membacanya.


Aris pun baru kali ini di buat seperti ini, dia pun memilih main game untuk membunuh waktu.


sedang Ambar merasa aneh pada ayu yang satu tadi terus tersenyum-senyum sendiri.


"stts... kamu lagi kenapa sih, lihat ponsel sambil senyum-senyum gak jelas," bidik Ambar.


"ah mbak Ambar," kata ayu malu.


Agus yang selaku ketua panitia, memperhatikan kedua gadis yang duduk di belakang itu.


"ayu, Ambar akan bertugas menjadi bagian tim penghimpun dana," kata Agus yang memang sedang membagi tugas.


"siap," jawab Ayu.


Ambar mencubit ayu, pasalnya tak mudah menjadi panitia bagian itu, Karena harus menghadapi warga.


"selain kedua gadis itu,nanti Ayus dan Fandi akan membantu," tambah Agus.


"gak papa mbak, asal gak bareng mas Agus," bisik ayu.

__ADS_1


"memang kenapa? bukankah kalian akan bertunangan beberapa hati lagi," tanya Ambar.


"entahlah mbak, aku berharap Semuanya batal, karena aku tak sanggup jika harus menjadi menantu dari ibu Irma," jawab ayu.


"ya Allah dek ... bagaimana kalau jadi kakak iparku?" tanya Ambar


"jadi ibu tiri mbak Ambar juga mau kok," jawab ayu yang menggoda Ambar.


"yey ... mau tak bejek-bejek kamu, berani jadi pelakor," kesal Ambar mendengar ucapan Ayu.


keduanya nampak begitu bahagia, acara pun benar-benar berakhir pukul sebelas malam.


Ayu langsung bergegas pergi menghindar dari Agus, sedang pria itu masih sibuk ngobrol meski terus mencari wanita yang dia cintai.


Ayu pergi bergegas meninggalkan kelurahan dan menitipkan terpal gorengan pada Fandi.


dia bahkan tak mendengar Eko menyapanya, "eh... ayu kayak di kejar setan saja, kenapa sepanik itu," bingung Eko yang menjemput Ambar.


"halo mas, lagi lihatin apa?" tanya Ambar yang menghampiri Eko


"itu loh dek, ayu kenapa panik begitu, bahkan mas sapa gak di gubris," jawab Eko jujur.


"ya sudah, ayo naik, aku antar pulang ratuku," kata Eko


"terima kasih mas," jawab Ambar.


Ayu di ikuti seseorang, tapi orang itu kaget saat melihat sesosok pria mengenakan helm full face mengacungkan pisau padanya.


pria itu bahkan menendang motor butut penguntit itu hingga jatuh ke sungai. Ayu menoleh dan sepedanya menabrak pohon hingga terjatuh.


motor itu berhenti dan segera melepaskan helm yang di pakainya.


"kamu tak apa-apa Ayu?" tanya Aris yang panik melihat gadis itu jatuh.


"aduh tuan, aku kira siapa?" jawab ayu yang berusaha bangun.


"maaf ya mengejutkan mu, habis jamu tak balas pesan ku, jadi aku menunggu di pos kamling sampai kamu lewat, aku tadi melihat mu buru-buru jadi tak sempat menyapa," terang Aris.

__ADS_1


"ya sudah tuan tak apa-apa, tapi sepedaku rusak karena kaget tadi," kata ayu yang melihat sepeda miliknya itu.


"sudah ayo naik, aku antar pulang, biarkan sepeda ini disini, tak ada yang mengambil ini, jika hilang aku akan mengantikan untuk mu yang lebih bagus, ayo," ajak Aris yang berhadil membujuk ayu.


keduanya pun pergi menuju rumah ayu yang memang cukup jauh dari kelurahan, itulah kenapa Aris begitu khawatir.


sedang di kelurahan Agus merasa heran Kren Fandi yang membawa kotak gorengan milik ayu, "Fandi dimana ayu?"


"udah pulang dari tadi kali bang, mungkin sudah di rumah," jawab Fandi asal


Agus pun merasa mrah, kenapa ayu sekarang mlh menghindarinya setelah dia datang untuk melamarnya.


meski di belum datang bersama keluarganya lengkap, tapi Ayu sudah sangat menghinanya, mulai dari tak menyapa dirinya.


"sebenarnya apa yang kau inginkan ayu, kenapa kamu begitu dingin setelah aku melamar mu," gumam Agus.


selama perjalanan pulang, ayu berpegangan pada bahu dari Aris, pasalnya jalan desa sedikit licin karena hujan tadi.


sesampainya di rumah, ada Bu Irma yang datang ke rumah ayu, dan nampak semua warga berkerumun di rumah ayu.


"permisi ada apa ini?" tanya ayu.


"wah lihat gadis baik ini, bisa-bisa pulang di antar oleh pria asing, gadis busuk seperti ini yang mu jadi menantuku, tak Sudi aku, dan jangan pernah mimpi bisa menikah dengan Agus yang memilikinya kedudukan di desa ini," kata Bu Irma.


"kalau begitu minta suami ibu membatalkan janji dengan ayah saya, karena saya juga tak mu memiliki keluarga yang tak menerima saya," jawab ayu yang tak ingin kakeknya terus di hina.


"dasar gadis busuk, gadis miskin tak tau sopan santun," kata Bu Irma ingin menampar ayu.


"jangan pernah berani mengangkat tangan anda pada ayu dan pak min, jika tak ingin aku membuatnya cacat seumur hidup," marah Aris yang membela keduanya.


"juragan Aris," kaget semuanya.


"kamu bilang di gadis buruk, nyatanya karena aku yang membuat sepeda ayu rusak, jadi aku bertanggung jawab atas pulangnya ayu dengan selamat, dan Maslah itu kamu besar-besarkan, kalau tak suka minta suamimu dan putra mu untuk tidak menganggu ayu dan pak Mun, jika tidak aku akan pastikan keluarga kalian sengsara untuk selamanya," ancam Aris.


Bu Irma pun malu memilih pergi, pasalnya dia sadar tak mungkin bisa melawan juragan Aris yang bisa di bilang menguasai hampir seluruh persawahan di desa itu, bahkan usahanya bisa di bilang sangat bnyak.


"pak Mun tak apa-apa?" tanya Aris khawatir.

__ADS_1


pria itu langsung membawa pak Mun masuk, ayu juga memberikan air putih, tapi karena penasaran, Aris memanggil seseorang dan menanyakan semua yang terjadi sebelum dia dan ayu datang.


kenapa sampai membuat pria itu nampak terluka dan sedih, bapak-bapak itu pun mulai menceritakan semuanya pada Aris.


__ADS_2