
rumah sudah di hias sedemikian rupa, dan ayu sudah menyelesaikan semua pekerjaan
kue dan Snack sudah tersedia di meja, bahkan semua orang sudah mulai berdatangan.
terlihat Eko dan Ambar juga datang bersama putra kecil mereka. "selamat datang ibu baru, ayo duduk di samping Niken dan Feli,"
"iya Bu bos, ayo sayang pelan-pelan,"kata Eko yang terlihat begitu mencintai ambar.
sedang tak lama Sugik dan Diani juga datang, wanita itu sedang hamil tujuh bulan.
Eko bahkan sempat kesal pada Sugik Karen Apria itu langsung tancap gas di bandingkan dengan dia.
Aris datang dengan ratusan balon yang di bagikan pada semua tamu dan juga di ikat di pagar rumah.
Niken tertawa melihat ayahnya itu datang, "aduh-aduh juragan, tak kura lupa eh ternyata baru datang, memang dari mana?" tanya Eko.
"sudah tau bawa balon ya dari beli balon lah, bagaimana kamu ini," jawab Aris.
"ya Allah ketus amat sih juragan, jangan gitu lah," kata Eko tertawa.
"sudah mas, ayo kita mulai yuk, kasihan pasti pada nunggu lama," kata Ayu mengajak suaminya.
"baiklah, Niken sama ayah," jawab Aris mengendong putrinya.
ayu pun memulai pesta, pak Mun juga berdiri di samping ayu, dan akhirnya acara potong kue.
Niken terlihat begitu bahagia, terlebih rumah juragan Aris di hias sedemikian rupa.
pak Mun juga menikmati acara yang meriah itu, telebih Aris juga menyewa dua badut untuk menghibur anak-anak.
Aris pun tersenyum bahagia, dia tak mengira segala cobaan yang di lalui olehnya bisa membawanya sampai sejauh ini.
dia juga sudah memiliki istri dan putri yang begitu dia cintai, dan juga keluarga besarnya.
__ADS_1
rasanya dia tak percaya dengan segala yang di milikinya saat ini, terlebih setelah kehilangan orang tuanya.
"ayah kenapa menangis," tanya ayu menghapus air mata suaminya.
"tidak sayang, ini tidak menangis kok, ayah hanya terharu saja melihat Semuanya," jawab Aris mengecup kening ayu dan niken.
"yah.... yah...."
"wah Niken bisa panggil ayah," kata Aris yang begitu bahagia.
akhirnya pesta pun berakhir dengan semua anak yang berkesempatan berfoto dengan badut.
bahkan bingkisan untuk para tamu cukup mewah, pasalnya ada perlengkapan sekolah dan jajanan.
belum lagi kue tart yang di bagikan satu anak mendapatkan jatah satu kue.
Niken banyak mendapatkan hadiah, tapi ada seorang tamu yang telat datang bahkan masih menggunakan seragam dinasnya
"aduh pak lurah, kemana saja, pestanya sudah selesai loh," kata Ambar meledek Priyono.
bahkan seukuran tubuh orang dewasa, "gak papa om, tapi hadiahnya kenapa lebih besar dari pada Niken," kata ayu menirukan suara anak kecil.
"gak papa dong, kapan lagi dapat hadiah dari calon om ya nak," kata Aris tertawa
mendengar ucapan Aris, membuat Priyono dan geli malu, pasalnya mereka sudah berjanji akan menikah bulan depan.
Sugik juga merelakan adiknya karena melihat kesungguhan dari Sugik yang benar-benar meminta Feli dengan baik.
dan besok orang tuannya akan datang untuk menetap, karena Sugik ingin merawat mereka dan ingin selalu dekat.
itulah kenapa dia meminta mereka untuk menetap di sini. terlebih Sugik tak ingin orang tuanya terlunta-lunta bersama adik-adiknya yang kurang pengertian.
mereka semua pun foto bersama, dan keluarga besar itu sudah lengkap.
__ADS_1
**********
ayu menutup buku album foto itu, "kenapa foto kami tak ada bunda?" tanya kedua putranya itu.
"ya kalian memang belum ada, kalian masih ada di perut ayah," kata Niken yang menyahut dan membuat dia adiknya itu marah.
"dasar kakak jelek," ejek Aiden.
"kalau kakak jelek, berarti kamu juga," jawab Niken tertawa.
"dasar menyebalkan," tambah Alden.
"gak papa deh," saut Niken yang makin menjadi.
"kakak!!!" teriak dua adik laki-lakinya itu, Aris yang baru datang kaget melihat Niken yang berlari dan bersembunyi di balik tubuhnya.
Alden dan Aiden langsung berhenti saat melihat sang ayah, "kalian berantem lagi?"
"gak kok," jawab kedua bocah itu yang langsung pergi ke tempat ayu dan memeluk wanita itu.
Aris pun tak habis pikir tiga anaknya begitu suka berdebat, tapi rumahnya sangat ramai.
"terima kasih sayang, aku mencintaimu," bisik Aris yang mengecup pipi Ayu.
"aku juga ayah," jawab ayu yang mengecup pipi Aris
"aduh, masuk yuk dek, ad degan dewasa," kata Niken yang menarik dua adiknya itu.
Aris dan ayu pun duduk dan saling berpelukan, mereka tak mengira jika akan bisa memiliki keluarga yang sempurna ini.
terlebih mereka di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
...TAMAT...
__ADS_1
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA SELAMA INI, MAAF JIKA ADA YANG TERSINGGUNG SELAMA NOVEL INI BERJALAN.
AKU Hanya MANUSIA BIASA YANG TAK LUPUT DARI KESALAHAN, DAN TERIMA KASIH...🙏🙏🙏🙏🙏