Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
ibu hamil muda


__ADS_3

Aris baru sampai rumah dan membawa semua belanjaannya ke dalam rumah.


sedang Ayu tak mengira ada nyawa yang sedang tumbuh di perutnya, "dek kamu duduk dulu, biar mas buatkan susu dulu, mau rasa apa?" tanya Aris.


"coklat ya mas, tapi bukankah mas harus ke sawah untuk melihat panen kacang?" tanya Ayu.


"tidak usah, aku sudah meminta Sugik mengawasi semuanya, agar aku bisa menemani istriku ini," kata Aris yang hari ini tak ingin di ganggu.


"baiklah ayah, sekarang tolong buatkan susu ya, dan gorengan cemilan yang ada di kulkas boleh?" mohon Ayu.


"tentu, sekarang bunda duduk di sini, biar ayah yang memasak," kata Aris tersenyum sangat bersemangat.


dia mulai mengeluarkan roti sosis yang sudah ada di freezer, dan dia langsung memanaskannya dengan airfyer.


karena dia tak ingin istrinya makan makanan yang tak sehat, dia juga membuat susu dan kopi untuk dirinya.


setelah siap dia menaruhnya di meja, dan Ayu pun memberikan ciuman sebagai ucapan terima kasih.


Sugik mengirimkan beberapa foto dan keterangan tentang panen kacang tanah hari ini.


Aris menyuruh kedua orang kepercayaannya itu untuk membagikan bonus dua ratus ribu pada semua pegawai yang bekerja di tempatnya.


Eko dan Sugik menurut saja, dan nanti bisa bertanya,karena Aris biasa memberikan bonus jika ada besar atau peringatan kebahagiaan.


"eh ada apa ini? kenapa nih orang yang tidak pernah bisa di tebak sama sekali," gumam Sugik.


"aduh mas Sugik kenapa kok menggerutu, awas nanti mas gak laku loh," kata ibu-ibu pekerja itu.


"aduh jangan di do'akan begitu dong Bu, ya kali ibu tak kasihan dengan ku yang masih sendiri, padahal juragan sama Eko sudah menikah," kata Sugik yang pura-pura sedih.


"aduh kenapa sedih begitu, itu ada nak Nita yang belum menikah, dia juga seumuran dengan ibu juragan, jadi bisa di lihat jika berminat," kata ibu-ibu yang tertawa.


"tapi sayangnya, dia bukan tipe saya," jawab Sugik.


"siapa juga yang mau menikah dengan anda, jadi jangan merasa paling ganteng, dasar pria aneh," kata Nita yang kebetulan lewat.


Sugik tak mengira mendengar hal itu, pasalnya baru kali ini dia di ejek oleh seorang gadis, terutama gadis seperti Nita.


"hei dasar gadis aneh," kesal Sugik.

__ADS_1


Nita pun tak terpengaruh dengan ucapan pria yang menjadi mandor saat panen di tempat juragan Aris.


sedang di tempat Eko juga merasa aneh, tapi beruntung dia memiliki uang cash jadi dia bisa melakukan apa yang di perintahkan Aris.


dan nanti sore dia akan meminta ganti, terlebih nanti sore juga ada pekerjaan penting bersama bos-nya itu.


Aris sedang menghitung uang di bantu Ayu, pasalnya sore ini akan ada pembelian sawah dan kebun yang sudah siap panen.


"mas apa yakin ingin membeli sawah dan kebun pak Didik, pasalnya dia sangat baik selama ini, terlebih dulu saat panen beliau membagikan zakat pada semua yang membutuhkan, dan untuk masalah anaknya, aku sebenarnya kasihan terlebih dia sebenarnya baik tapi karena salah pergaulan, jadi jadi berandalan, dan untuk adiknya itu bisa masuk kepolisian berkat kerja kerasnya, tapi semua berubah makin buruk saat orang tua dari pak Didik juga sakit-sakitan," kata Ayu.


"kenapa kamu begitu mengenalnya?" tanya Aris yang heran.


"aku dan anak kedua dari pak Didik adalah teman dari SMP, dan dia memang selalu punya cita-cita ingin membanggakan orang tuannya," jawab Ayu.


"apa! apa dia mantan kekasih mu?" tanya Aris kesal.


"tidak sayang, itu hanya teman,hanya teman, kalau tidak percaya mas bisa tanya pada mbak Ambar," jawab Ayu.


"iya sayang, aku percaya padamu kok, gak usah panik begitu dong," kata Aris tersenyum melihat istrinya yang sudah Panik.


"habis mas seperti tak percaya padaku, padahal aku hanya mencintai mas saja," jawab Ayu.


setelah selesai menghitung uang, Aris langsung menyimpan uang-uang itu ke dalam kamarnya.


sedang Ayu juga mendapatkan uang saku dari suaminya sebanyak sepuluh juta, dan dia menyimpannya di dompet miliknya.


sedang untuk belanja harian dan belanja bulanan, ayu mendapatkan uang belanja di ATM yang di berikan Aris.


tak lama ada pengantar paket yang sampai di rumah, Ayu langsung mengambil uang dan berjalan keluar.


"paket atas nama ibu Ayu Maheswari Suryana," kata pria pengantar paket itu.


"iya saya sendiri," jawab Ayu.


"seratus lima puluh ribu ya mbak," kata pengirim paket itu.


"uangnya pas ya mas, terima kasih," kata Ayu memberikan uangnya.


"baik mbak terima kasih," kata pengantar paket itu sebelum pergi

__ADS_1


Ayu membawa paket itu ke untuk beristirahat karena dia merasa mengantuk.


Aris menutup pintu pagar, dan mengikuti istrinya untuk tidur siang, pasalnya dia juga sangat mengantuk.


sore hari, Eko dan Sugik sudah berkumpul di rumah Aris untuk memberikan laporan.


terlebih mereka juga minta ganti untuk bonus yang tadi mereka bagikan.


Aris pun sedang fokus membenarkan pembukuan, saat Ayu datang dengan kopi dan cemilan.


"sayang duduklah jangan selalu melakukan hal berat, kamu itu sedang hamil muda, jadi beristirahat oke," kata Aris yang melihat ayu sibuk


"apa sih mas, ini cuma mengantarkan minuman, jadi gak masalah dong, jika aku terus tidur aku bisa semakin gemuk dan jelek," kata Ayu kesal dan langsung pergi.


"meski kamu gendut,aku akan tetap mencintai mu, karena kamu adalah satu-satunya istriku," jawab Aris.


"sudah berhenti mengatakan hal itu, sekarang fokuslah untuk pekerjaan," kata Ayu yang berada di dapur.


Aris melihat kedua anak buahnya yang kaget, pasalnya mereka baru tau jika ayu hamil.


"wah apa yang terjadi, kenapa kalian begitu terkejut,uni bukan hal mustahil bukan untuk seorang istri hamil dari suaminya," kata Aris.


"ya tapi kenapa bos bisa duluan, sedang aku saja masih berusaha," kata Eko.


"makanya berhenti merokok dan mulai hidup sehat, dan rajin berolahraga," kata Aris pada orang kepercayaannya itu.


"baiklah aku akan mengikuti saran dari mu juragan bos," jawab Eko tertawa.


pak Didik datang untuk membicarakan hal penting, Aris langsung meminta Sugik dan Eko membereskan semua buku-buku itu.


Aris langsung mempersilahkan pria itu untuk duduk, dan membicarakan tentang jual beli.


ayu menyuguhkan minuman kepada tamu, pak didik nampak begitu resah dan gemetar.


Aris menyadari ada yang aneh pada pria itu, "jika bapak tak jadi menjual tanah itu juga tak masalah, aku juga tak memaksa kok, terlebih anda juga bisa mengadaikan saja pada saya jika di perlukan," kata Aris.


"tidak juragan,saya tak ingin ada tanggungan, jadi lebih baik saya menjualnya," jawab pria itu


Aris mengangguk, "kalau begitu pilih salah satu, dan saya akan membeli dengan harga sesuai pasar, jadi anda tak sepenuhnya kehilangan mata pencaharian."

__ADS_1


__ADS_2