Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
masih tetap Aris


__ADS_3

Agus tak bisa menjawab, rasanya dadanya sangat sakit, terlebih tadi Aris menginjaknya dengan cukup keras.


"lepaskan juragan, biar aku yang membereskannya," kata Sugik


"baiklah, tunjukkan perkataan mu," jawab Aris yang melepaskan injakan di dada itu.


Agus yang merasakan bebas langsung bergegas pergi, dan tak ingin menoleh kearah Aris.


Aris pun menyerahkan semuanya pada Sugik,pria itu mengeluarkan pedang yang memang ada di dalam mobil.


melihat pria yang membawa pedang di tangannya, membuat Agus ketakutan setengah mati.


dia pun berlari ke arah jalan raya, yang itu adalah jalur Pantura. dia berlari sebisanya.


Sugik hanya terus melihat pria itu, dan dia tiba-tiba berlari membuat Agus panik dan berlari ketengah jalan raya dan membuat tubuh pria itu tertabrak truk.


Sugik pun memilih duduk dan menikmati rokoknya, "pria busuk kau beres," kata Sugik melemparkan puntung rokoknya dan mengenai solar dari truk itu yang bocor.


dan api langsung menyambar dan meledakkan truk itu dan seluruh bawaannya.


Agus pun terbakar di bawah kolong truk, dan hanya pria itu yang berakhir tragis karena supir dan kernet truk itu sempat menyelamatkan diri.


Aris juga tau jika pekerjaan Sugik tak perlu di ragukan, di tambak Aris masih duduk dan melihat semua pegawai di sana.


lusa seharusnya adalah panen raya untuk tambak-tambak itu, tapi karena pria bodoh itu, kini semua kehilangan mata pencarian mereka.


Aris juga tak bisa mengatakan apapun lagi, toh semuanya sudah terjadi.


"jadi bagaimana bisa juragan? mereka sudah di pastikan tak akan mendapatkan bonus," kata Sugik dengan santai.

__ADS_1


"kau gila, kenapa bonus, bahkan gaji saja entahlah, kenapa aku memilih orang yang bodoh untuk mengawasi tambak milikku,"kata Aris melihat sosok Totok.


"maafkan saya dan semua pegawai juragan, kami terlena dan menyepelekan segalanya, melihat tambak akan panen, seharusnya kamu tetap melakukan pengawasan," kata pria itu.


"kamu kira kerugian ku bisa kalian tutup dengan hanya kata maaf, kalau iya itu sangat bagus!!" teriak Aris murka.


bukan dia menyalahkan semua pegawainya, tapi mereka terlalu menganggap enteng segalanya.


padahal semua juga tau tau jika pria seperti Aris begitu banyak memiliki musuh yang ingin menghancurkan bisnis pria itu.


bahkan uang segitu tak ada artinya bagi Aris, tapi kepercayaannya sudah terluka, dan itu membuatnya kecewa.


"sekarang ku tanya pada kalian, mau tetap bekerja dengan ku atau kalian berhenti sekarang, aku kasih waktu dua jam untuk berpikir, tapi ingat jika kalian tetap bekerja di sini, tentu aku tak ingin kejadian ini terulang, dan jika hal seperti ini terjadi lagi, kalian selesai seluruhnya," kata Aris.


totok pun maju, "saya yang akan bertanggung jawab untuk segalanya, tapi saya mohon tolong bayar gaji mereka semua juragan, saya akan mengantikan semua kerugian anda, kata pria itu.


Sugik melihat pria itu, "wah ... wah... hebat, lihatlah pahlawan kesiangan ini, kalau begitu bayar dengan nyawamu," kata Sugik yang mengarahkan pedang yang di bawanya ke leher pria itu.


Aris menepuk bahu Sugik, "kalian pikirkan dulu, dan jika sudah selesai kalian bisa menemui ku," jawab Aris.


mereka pun pergi ke tempat tambak yang lain, jalanan cukup macet setelah kecelakaan yang terjadi tadi.


mereka pun mengawasi panen bandeng yang masuk ke dua kali, dan terlihat panen sangat melimpah.


bahkan ukuran dari ikan itu cukup memuaskan, Aris juga meminta sepuluh bandeng paling besar.


setelah itu memerintahkan kepada salah satu anak buahnya untuk menghilangkan diri dari bandeng itu.


pukul empat sore, Aris datang kembali ke tambak tempat totok dan yang lain bekerja.

__ADS_1


saat Aris dan Sugik turun, mereka semua langsung memohon agar Aris tetap mengizinkan mereka bekerja.


"bagaimana menurutmu Sugik?" tanya Aris melihat anak buahnya itu


"saya mohon juragan, kami tau jika kami salah, tapi kami selalu setia selama ini," kata totok.


"baiklah, aku akan memberikan kesempatan terakhir untuk kalian semua, tapi ingat jika kalian membuat kesalahan lagi, aku akan membuat kalian menyesal," kata Aris yang memberikan kode pada Sugik.


pria itu mengambil tas dan mulai membagikan gaji mereka semua, meski awalnya mereka menolak.


tapi Aris tak gila dengan menelan semua hak dari pegawainya, meski mereka sudah melakukan kesalahan.


setelah semua selesai Sugik mengingatkan totok untuk setia, jika tidak maka dia bisa berakhir, dan Aris pun mengajak Sugik pulang.


Aris merasa jika hari ini begitu melelahkan, bahkan semua hal ini begitu menguras tenaga dan emosinya.


bukan karena uang, tapi Aris hanya takut jika istrinya itu akan sedih saat tau apa yang terjadi.


"apa kita perlu berhenti dulu bos," tanya Sugik.


"tidak perlu, lebih baik ayo pulang, aku sudah lelah, dan tak sabar untuk menemui istriku," jawab aris.


tapi saat akan memasuki gapura desa, mobil mereka terhalang oleh rombongan warga yang entah sedang apa.


"ini kenapa lagi, ini sudah jam delapan malam," kesal Aris melihat itu.


Sugik bahkan menekan klakson mobil berkali-kali agar warga minggir, tapi tak dihiraukan sama sekali.


"mereka mau mati, kenapa berada di tengah jalan," marah Sugik yang ingin turun.

__ADS_1


Aris pun hanya memegangi kepalanya yang terasa mulai pusing, sedang Sugik langsung mengeluarkan kepalanya.


"kalian semua!! minggir dari jalan umum desa, ini bukan jalan nenek moyang kalian hingga bisa berbuat seenaknya!!!" teriaknya.


__ADS_2