Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
terima kasih mas


__ADS_3

Diani sedang mengendong bayi Niken dengan hati-hati, "aduh Niken nyaman ya di gendong calon tantenya," kata Ambar menggoda Diani.


"habis Tante besar jadi empuk Ami," kata Diani yang mengetahui panggilan Ambar.


"aduh kamu gak gendut banget kok, cuma berisi tapi masih seksi, pasti nanti mas Sugik senang sekali nih saat bisa meluk," kata ayu yang membuat gadis itu tersipu malu


"aduh mbak ayu ini ngomong apa, tapi jujur saja, saya tak mengira akan di kamar oleh pria yang bisa membuatku pertama kali suka saat melihatnya, terlebih saat dia bicara dengan ayah dia sangat sopan," kata Diani jujur.


"berarti cinta pandangan pertama ya nak?" tanya Bu Syamsir yang sedang duduk bersama menantunya itu.


"iya Bu, bahkan setiap berdoa aku selalu memohon untuk di pertemukan dengan jodoh yang seperti ayah," kata Diani.


"aku ingat, aku juga melakukan itu dan wajah yang terlintas adalah mas Aris," kata Ayu.


"iya mbak," jawab Diani malu.


Bu Syamsir pun merangkul menantunya itu, dia tau jika gadis ini sangat tepat untuk putranya.


sedang para pria masih di luar mengobrol sambil minum kopi, "ini kok tumben gak kedengaran suara Feli?"


"ah iya, tadi Feli sedang membagikan berkat para janda pak, mungkin sebentar lagi pulang," jawab Aris.


benar saja, motor milik lurah Priyono sampai, dan mengantar Feli dengan selamat.


"selamat malam semuanya, maaf sedikit lama karena tadi ibu memanggil Feli sebentar," kata Priyono yang menyalami pak Syamsir.


"iya nak, Feli masuk," perintah pak Syamsu.


"iya ayah," jawab gadis itu.


mereka pun duduk bersama, terlihat Sugik yang menatap tajam kearah Priyono, karena kesal Eko memukul punggung pria itu.


"sudahlah, itu mata seperti mau keluar dari tempatnya, orang mereka cuma nganter berkat, bukan melakukan hal-hal yang gak ngenah juga," kata pria itu.


sedang Sugik hanya melotot saja mendengar ucapan Eko, tapi yang di katakan pria itu benar juga, terlebih dia harus yakin jika adiknya itu bisa menjaga diri.


Feli pun di mintai tolong oleh ayu untuk memasukkan semua hadiah yang di berikan oleh para tamu.


saat selesai Feli langsung duduk bersama ayu, gadis itu selalu manja pada Ayu karena wanita itu lebih baik dadi kedua kakak perempuannya.


acara selesai semua orang pun pamit pulang, dan kebetulan rumah juga sudah bersih.


Ayu sudah tertidur bersama dengan Niken, Aris pun merebahkan tubuhnya di samping Ayu.


karena dia merasa begitu lelah, terlebih semua acara dan kegiatan pagi ini


sedang Sugik masih di rumah calon istrinya itu, mereka sedang duduk di ruang tamu.

__ADS_1


kedua orang tua Diani tak mengira jika Sugik membawakan berkat tiga untuk keluarga itu.


"ya Allah nak, kenapa bawa banyak sekali, nanti apa kata juragan Aris," kata pak indik.


"ini malah di suruh pak, kata Bu juragan di suruh memberikan pada saudara dari adek, tidak apa-apa pak," jawab Sugik


"Alhamdulillah kalau begitu, nduk tolong berikan pada kedua kakak mu ya," kata pak indik.


"inggeh pak," jawab Diani.


Sugik adalah putra pertama di keluarganya dan Diani adalah putri paling kecil di keluarganya.


orang-orang percaya jika rumah tangga mereka akan memiliki rezeki yang baik, kesehatan baik dan juga hidup makmur.


tapi cobaan mereka akan sangat besar, itu juga terjadi pada ayu dan Aris karena keduanya anak tunggal.


********


keesokan paginya, Aris bangun cukup siang karena semalaman putrinya itu tak bisa di taruh sedikitpun.


akhirnya dia dan ayu bergantian untuk mengendong Niken. dan beruntung pukul tiga bayi itu mulai tenang.


ayu sedang membuatkan susu jahe untuk suaminya itu, dan juga bubur ayam kesukaan dari Aris.


Feli dan ibu Edi datang untuk membantu ayu, "assalamualaikum mbak!!" suara Feli yang cukup keras


"eh tumben, biasanya sudah berangkat ke sawah, bang Aris sakit?" tanya Feli.


terlebih ayu membuat bubur ayam juga, "tidak kok, hanya saja semalam kami begadang dan mas Aris yang cukup lama menenangkan Niken, jadi mungkin dia kelelahan," kata Ayu dengan senyum.


"kalau begitu sini Niken biar sama saya, mbak istirahat saja," kata Bu Edi.


terlebih stok Asi ayu cukup banyak, jadi mereka tak khawatir, Niken pun memberikan putri kecilnya itu.


sebenarnya dia juga masih sangat mengantuk, tapi kewajibannya menuntut dia untuk melakukan semuanya.


Feli menyimpan bubur itu dan menyuruh Ayu beristirahat, akhirnya Ayu pun tidur lagi bersama Aris.


bukan mereka malas, tapi karena tubuh keduanya mungkin sudah lelah.


Aris memeluk Ayu, hati ini Aris memang ingin bermalas-malasan saja, dan main bersama putrinya.


"aduh Feli, ibu lupa jika kita kehabisan beberapa kebutuhan, terus ini gimana?" tanya Bu Edi.


"tenang, kita tinggal telpon nanti mbak Diani pasti bisa antar," jawab Feli.


"kalau begitu kamu tulis apa saja yang habis ya," kata Bu Edi.

__ADS_1


Feli pun mengirim semua pesanan belanjaan itu pada nomor ponsel toko milik orang tua Diani.


pukul sepuluh, ayu dan Aris baru keluar dari kamar dengan begitu segar.


"apa Niken rewel Bu?" tanya ayu yang melihat putrinya itu anteng di ayunan.


"tidak kok mbak, dia tidur dari tadi, sepertinya dia tau jika orang tuanya juga kelelahan," saut Bu Edi.


ayu langsung menyiapkan bubur yang tadi dia masak, "ya Allah dek, kamu sempat buat bubur ayam begini?"


"aku hanya sedang ingin saja mas, oh ya Bu, Feli kemana kok sepi?" tanya Ayu yang tak melihat gadis itu.


"sedang tak suruh beli sayur di depan, tumben juga Mak lijo lewat sini siangan," jawab Bu Edi.


ayu selesai makan terlebih dahulu dan langsung memompa ASI nya, karena stok di kulkas sudah tak ada.


Aris membantu istrinya itu, Feli masuk bersama dengan Diani yang betul datang membawa belanjaan yang tadi di pesan.


Bu Edi memeriksa semua belanjaan dan heran kok ada tiga renteng en*rg*n dan juga mie goreng.


"Feli ini kerjaan kamu ya?" tanya Bu Edi.


"he-he-he, iya Bu," jawab Feli


Bu Edi hanya menggeleng pelan, "ada apa sih Bu, loh Diani datang dek?"


"iya mbak, nganter belanjaan yang tadi di pesan sekalian mau lihat bayi cantik ini," jawab Diani sopan.


"baiklah, memang kenapa Bu? kok kayaknya marah begitu," tanya ayu yang sedang menata ASI di freezer.


"ini loh mbak, Feli pesen minuman padahal tadi di catatan gak ada," jawab Bu Edi.


"tidak apa-apa, kebetulan saya juga lagi ingin minum itu, boleh tolong berikan saya satu gak," mohon Ayu.


"biar Feli buatkan, mbak Diani juga mau?" tanya Feli.


"boleh," jawab Diani.


"aduh aku tidak di tawari nih," kata Bu Edi.


"sudah tau jika ibu juga mau, aku buatkan kok, terus bang Aris juga gak mbak," kata Feli.


"tidak perlu, dia sedang sibuk dan minta kopi pahit sama goreng pisang, tapi biar yang buatkan," kata Ayu yang memang selalu melayani Aris sendiri.


dia tak ingin suaminya itu di layani oleh siapapun selama dia ada di rumah.


untuk masalah ranjang, Aris juga tak menuntut ayu terlebih istrinya juga baru melahirkan.

__ADS_1


tapi ayu sering membantu Aris, karena bagaimanapun ayu benar-benar tak mau suaminya itu mencari yang lain di luaran sana.


__ADS_2