
"bang Sugik, sekarang ayo kita pulang, aku tak mau disini bang, jangan buat aku kecewa, atau aku akan pulang," ancam Feli dengan menangis.
"tidak dek, tolong Bella berhenti menganggu ku, karena aku tak ingin melihat adikku ini menangis," kata Sugik.
"tapi kenapa, aku hanya ingin meminta maaf l, dan memperbaiki kesalahan dan kesalahpahaman di antara kita," kata Bella memohon.
"maaf Bella, selama adikku tak menginginkan kakak ipar, aku tak ada keinginan untuk menikah, karena bagiku keluargaku adalah yang utama, kamu bertemu Feli saja sudah sangat membuatnya sedih, bagaimana kamu bisa bertemu keluarga ku yang begitu banyak, aku yakin kamu tak akan cocok dengan mereka," kata Sugik.
"bagaimana kamu bisa mengatakan itu, aku sempurna pendidikan ku tinggi, apa lagi?" tanya Bella yang masih belum terima.
"karena sifat dan sikap mu, terutama sikap angkuh mu itu, maaf tapi sekarang aku tak ingin menikah dulu," jawab Sugik dan membuat Bella kaget.
Sugik pun mengajak Feli pulang, sedang Bella merasa hidupnya berakhir.
pasalnya jika Sugik menolaknya, pasti pria busuk itu akan berusaha membuatnya menikah lagi, terlebih perlindungan Sugik pasti juga tak akan berikan.
malam hari, saat para hansip sedang berjaga, ada beberapa pria yang mencurigakan.
mereka seperti berputar-putar di sekitar rumah dari juragan Aris, melihat para hansip langsung berteriak dan mengusir mereka.
"maling!!" teriaknya.
ketiga sepeda motor itu pun kocar-kacir mendengar teriakan itu, tapi karena panik sepeda motor mereka malah menabrak palang pintu yang sengaja di pasang saat pukul sepuluh malam keatas.
mereka semua pun langsung menghajar keenamnya, dan ternyata salah satu pria itu terkena air keras di tubuhnya.
hansip dan para warga yang sedang ronda pun kaget, ternyata mereka ingin melakukan penyerangan.
akhirnya pak RT membawa mereka ke kantor polisi karena tak mau ada kejadian seperti ini teruslah lagi.
ya setelah ujian untuk para calon lurah, ternyata ada lima rumah yang akan menjadi target penyerangan.
bahkan di rumah salah satu calon, terjadi kekacauan besar karena rumah itu di lempari oleh bom molotov dan juga mercon berukuran besar.
dan membuat penghuni rumah kaget dan calon lurah mengalami serangan jantung.
__ADS_1
itulah kenapa mereka benar-benar menjaga lingkungan mereka, terlebih juragan Aris yang selama ini menjadi orang yang sangat baik bagi mereka.
itulah kenapa mereka harus ikut menjaga keluarga Aris, tanpa mereka tau jika Aris tau segalanya.
dia langsung menghubungi mereka, dan mereka semua akan membereskan Semuanya.
karena Aris tak akan membiarkan sesuatu terjadi, dan akan membereskannya sampai akar-akarnya.
"kalian salah mencari lawan, karena aku tak akan membiarkan kalian mengancam istriku," kata Aris melihat ayu yang sedang terlelap dalam tidurnya.
keesokan harinya, pihak kepolisian langsung menangkap semua orang yang terlibat.
Aris yang sedang sarapan di buat kaget oleh Eko, "bos juragan, Sukoco di tangkap polisi, pria gila itu ternyata berani sekali," kata Eko yang masuk kedalam rumah.
"ya Allah mas Eko, tenanglah ... dan itu sepatutnya," kata Ayu melihat Eko.
"maaf Bu juragan aku lupa, hehehe," kata Eko yang langsung kembali ke luar untuk melepas sepatunya.
bahkan dia langsung mengepel rumah yang baru dia injak. karena Aris sudah menatap tajam pada pria itu.
"tentu saja mas Eko, tapi tunggu Feli dulu ya," jawab Ayu.
"tapi ingat kamu jangan lelah ya, besok adalah idul adha, kaku sudah menyiapkan Semuanya Eko, terlebih kita akan menyembelih tiga sapi," kata Aris.
"tenang juragan Semuanya siap, besok jalan di depan akan di tutup total, dan siapa yang akan menyembelihnya?" tanya Eko yang memang tak mencari jagal karena Aris tak memintanya.
"ada jagal khusus, besok akan datang bersama istrinya kesini," kata Aris.
ayu tau siapa yang di maksud oleh suaminya itu, setelah itu Aris dan Eko pun pamit pergi untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
pasalnya hari ini mereka akan mengirimkan beberapa gabah ke penggilingan beras milik keluarga Raka.
Aris sampai di gudang, terlihat ada anak dari pak Sukoco, dia tak gentar sedikit pun.
pak Edi membukakan gerbang gudang dan mobil yang di bawa Eko langsung masuk kedalam gudang.
__ADS_1
pria itu langsung ikut masuk, "ada apa kenapa kamu kemari?" tanya Sugik yang menahan pria itu.
"aku hanya ingin bertemu juragan Aris, aku ingin meminta tolong, ayah ku tidak bersalah, kenapa dia di tangkap polisi, padahal juragan Aris selalu membela yang benar, tolong bantu saya juragan," mohon pria muda itu.
"apa benar ayah mu tak bersalah, jika itu benar tak mungkin polisi menahannya, apa kamu yakin tak tau semuanya, tentang bom molotov dan petasan yang mengenai rumah pak Wahyu, dan orang yang ingin menyerang rumah ku dengan air keras, atau rumah dari Adi Cipto yang juga di lempari bom molotov juga, apa kamu tau itu?" tanya Aris dingin
pemuda itu diam, pasalnya dia tau benar jika semua itu di lakukan ayahnya agar semua calon lurah yang lain mundur.
"tapi apa kamu pernah berpikir jika ayah mu bisa membunuh mereka, bahkan rumah dari pak Adi Cipto sampai terbakar, apa kalian bisa menggantinya, jago jangan membuatku bertindak lebih buruk lagi, jadi tolong jangan muncul di depan ku," saut Aris.
pemuda itu pun kemudian memilih pulang karena malu, pasalnya dia tak mengira Jika Aris sudah tau semuanya.
"kenapa malah menonton, mulai bekerja!" teriak Eko pada para pekerja.
"iya mas Eko," jawab para pekerja.
mereka semua pun mulai bekerja, sedang Aris menuju ke ruangan di dalam gudang.
dia Menganti bajunya menjadi baju biasa, dan langsung ikut membantu para pekerja menaikan gabah.
Eko pun kaget melihat hal itu, pasalnya sudah cukup lama Aris tak melakukannya.
"juragan, kenapa ikut muat juga?" tanya Eko yang menjadi pengawas.
"anggap saja lagi olahraga, karena beberapa bulan ini aku selalu tak sempat olahraga, ini seperti olahraga," jawab Aris.
bahkan tubuh pria itu terlihat begitu bagus, perut kotak-kotak dan otot lengan yang begitu kuat.
ternyata Sugik juga melakukan hal yang sama, terlebih dia juga sedang merasa kesal.
"beh kalau yang satu ini lagi proyek hatinya, karena gadis yang di cintai eh malah membuat adik mu menangis ya," kata Eko.
"tutup mulutmu atau aku akan membungkamnya," kesal Sugik.
"idih... gak takut tuh," jawab Eko menantang Sugik.
__ADS_1