Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
masalah para petani.


__ADS_3

sore itu Aris mengantarkan Sugik ke rumah pak Mun, pasalnya pria itu akan menemani kakek dari istrinya.


terlebih lagi keduanya juga sudah saling kenal dari lama, Sugik menempati kamar milik ayu.


dia pun tak mengira jika pak Mun sudah menyiapkan semuanya, "pak jika perlu apa-apa bapak nanti bisa bilang pada saya," kata Sugik pada pak Mun.


"tenang le, aku sudah terbiasa melakukan apapun sendiri, oh ya ingat disini itu desa jadi kalau mau minum mending di dalam rumah saja," kata pak Mun menginggatkan.


"aku berhenti pak, mau tobat, sudah makin tua belum punya istri dan anak, bisa-bisa nanti mandul lagi," jawab Sugik yang membuat pak Mun tertawa.


"ya Alhamdulillah kalau begitu, besok jadi ke balaidesa, gak usah pagi-pagi karena pak lurahnya juga berangkatnya siang," jawab pak Mun.


"baiklah pak," jawab Sugik.


Aris sedang kesal karena pupuk yang di pesannya dari pabrik mengalami kendala.


pasalnya semua tanaman harus mulai di beri pupuk, ayu yang melihat pun bingung.


"ada apa toh mas, kok mukanya kesel gitu?" tanya ayu yang duduk di lantai dan mulai mengerjakan pembukuan.

__ADS_1


"ini loh dek, pupuk yang mas pesen belum di kirim oleh pabrik, katanya belum ada lah, belum di registrasi lah, belum ada izin lah, kesel mas," jawab Aris.


ayu tertawa mendengar keluhan suaminya itu, Aris yang melihat reaksi istrinya pun gemas.


"kenapa kamu menertawakan mas sih sayang," tanya Aris yang mengecup kening ayu.


"habis mas lucu deh,coba sekarang buat pupuk sendiri, kebetulan ayu dulu pernah ada pelatihan di sekolah membuat pupuk organik karena bisa ramah lingkungan," jawabnya.


"boleh tuh, memang perlu apa saja?" tanya Aris yang penasaran.


"buat dari kotoran sapi, sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, kulit buah dan yang lainnya, nanti tinggal di beri tetes tebu,dan di biarkan seminggu dan jadilah," jawab ayu.


"mudah sih, tapi pertumbuhan tanaman tidak bisa secepat dengan pupuk kimia, tapi pupuk organik mempertahankan semua unsur hara di dalam tanah," jawab ayu.


"baiklah ayo kita coba, kebetulan banyak tuh kotoran sapi," kata Aris tertawa.


"yey ... mas mah gitu," kesel ayu.


Aris langsung coba cari tau di internet dan ternyata benar, bahkan ada yang menerapkan sistem tumpang sari.

__ADS_1


dan kebetulan dia mengenal petani yang melakukan teknik itu, Aris memutuskan untuk besok menemui pria itu dan belajar.


dia harus bisa berubah agar tak selalu ketergantungan dengan pupuk kimia yang sangat langka dan di batasi.


malam itu, Aris pun memilih keluar bersama kedua anak buahnya, setelah pamit pada ayu yang memilih tidur karena bilang kepalanya pusing.


dia pun langsung menuju ke tempat kumpul, ternyata Eko dan Sugik sudah datang.


mereka pun mulai berjalan sambil melihat suasana kampung. setidaknya malam ini kampung mereka terlihat aman.


para hansip juga berjaga tak tidur lagi setelah Aris menegur mereka tadi siang.


keempat hansip itu tak ingin bonus mereka melayang jika sampai Aris terus menerus marah.


"Eko besok kamu awasi semua pekerja, karena aku harus ke kampung sebelah, untuk belajar membuat pupuk organik, terlebih Raka juga mengiyakan permintaan ku," jawab Aris.


"tenang bis, semuanya pasti beres, terlebih besok juga Sugik harus mulai belajar bukan,untuk membantu mengurus semua usaha mu," jawab Eko.


"ya itu benar, jadi Sugik belajar dan lihat semua yang Eko ajarkan, jangan membuat ku malu, terlebih Eko dulu butuh waktu satu bulan baru bisa, kamu jangan sampai seperti itu ya," jawab Aris.

__ADS_1


"tenang bos, pasti tidak akan," jawab Sugik.


__ADS_2