
"Bu Irma datang dengan beberapa anak buahnya juragan, mereka menarik dan mendorong pak Mun, ya Allah pria tua itu sampai terkejut, Bu Irma menghina pak Mun mengatakan jika keluarganya adalah orang busuk dan kotor, mereka mengunakan anak gadis untuk masuk ke rumah orang kaya, bahkan mereka menghina orang tua ayu," kata bapak itu.
"mereka menghina keluarga ku, mereka ingin mati," gumam juragan Aris.
"tuan, Mbah ingin berbicara dengan Anda," panggil Ayu.
"terima kasih pak, ini untuk beli rokok," kata Aris memberikan sedikit uang pada pria itu.
"terima kasih juragan," jawab pria itu.
Aris pun masuk kedalam rumah, dan melihat pak Mun yang nampak begitu sedih.
"ada apa pak Mun? kita berangkat ke rumah sakit ya," mohon Aris membujuk pria itu.
"tidak perlu juragan, lebih baik saya istirahat," jawab pak Mun yang nampak lemah.
"tolong telpon Eko, minta dua segera membawa mobil kenari," kata Aris pada Ayu.
"baik tuan," jawab Ayu.
Aris tanpa di duga langsung mengendong pak Mun, "tuan tolong turunkan saya," mohon pria sepuh itu
"tidak, kita kerumah sakit, bapak adalah penolongku dan satu-satunya keluargaku, jadi tak akan ku biarkan pak Mun kenapa-napa," jawab Aris.
Ayu langsung menutup semua pintu dan segera membuka pintu untuk Aris.
mereka pun langsung menuju ke rumah sakit terdekat, dan beruntung saat sampai di rumah sakit ternyata pak Mun hanya kelelahan.
"pak Mun, mulai sekarang anda di rumah saja, tolong biarkan Ayu yang mengantikan mu di rumah ku, apa boleh?" tanya Aris yang kasihan dengan pak Mun.
"tapi Ayu masih sangat muda," terang pak Mun.
"itu benar Mbah, biar aku yang mengantikan Mbah, sedang Mbah di rumah saja rawat bebek di belakang rumah saja, bukan begitu, aku janji hanya akan membersihkan rumah tuan dan tak menerima pesanan nasi, apa boleh ayu mohon?" kata Ayu memohon.
"baiklah, maafkan aku yang sudah tak bisa membantu tuan," kata pak Mun.
"iya pak, anda sudah waktunya istirahat, terlebih sudah begitu lama anda mengikuti saya," kata Aris.
"terima kasih tuan, Ayu mulai sekarang tolong jaga tuan Aris ya," pesan pak Mun.
__ADS_1
"inggeh Mbah," jawab Ayu.
akhirnya Aris dan Ayu menjaga pria sepuh itu, logan mengirimkan pesan pada Aris.
tapi sayang pria itu tak sadar karena kelelahan, Ayu mengambil selimut yang tadi dia bawa.
kemudian dia menyelimuti tubuh Aris agar hangat, sedang Ayu tidur di samping ranjang sang kakek.
malam ini Aris merasa tenang, keesokan harinya, Aris bangun saat mendengar ada dokter yang visit.
ternyata pak Mun sudah sehat dan terlihat sudah segar, Aris memeriksa ponselnya yang sedang di charger.
"sialan, ada apa logan mencariku," gumam Aris yang mengabaikan pesan dari mantan anak buahnya itu.
Eko datang bersama Ambar membawa sarapan dan bubur untuk pak Mun, "assalamualaikum Mbah Mun..." sapa Ambar.
"waalaikum salam..." jawab pak Mun dan Ayu.
"bos, batu bangun ya," kata Eko.
"dari pada gak jelas, mending temenin aku cari baju ganti, dan ngopi yuk," ajak Aris.
setelah segar, giliran Ayu yang mandi, Aris menyuapi pak Mun yang sudah seperti ayahnya sendiri.
Ambar dan Eko tak mengira jika juragan yang terkenal sangat dingin itu bisa begitu hangat.
tapi siapa yang tak tau jika pak Mun adalah orang kepercayaan Aris, bahkan Aris begitu melindungi pria sepuh itu.
Ayu keluar dengan wajah yang lebih segar, tanpa sadar Aris termangu melihat gadis itu.
"ada apa tuan, apa ada yang salah di wajah saya?" tanya Ayu.
"tidak ada kok, kamu cantik, maaf..." kata Aris.
Eko pun tau jika Aris menyukai Ayu, tapi gadis itu sudah memiliki perjanjian nikah dengan Agus.
"tuan, jika nanti terjadi sesuatu pada saya, tolong jaga Ayu untuk saya ya, karena Ayu tak memiliki siapapun di dunia ini," kata pak Mun.
"bapak tak akan kenapa-kenapa selama ada saya,dan Eko mulai sekarang awasi keluarga Agus, jika bu irma dan keluarga yang lain berani berada di sekitar lima ratus meter dari rumah pak Mun, buat dia pergi, jika tidak mau kamu tau apa yang harus di lakukan bukan," kata Aris.
__ADS_1
"baik bos, aku mengerti," jawab Eko tersenyum.
Ambar melihat calon suaminya itu, pasalnya baru kali ini dia melihat sosok Eko yang terlihat lain.
pria itu menyeringai kejam, tapi kemudian nyengir seperti biasa, dan berhasil membuat Ambar kesal.
"Ayu dan bos, mending sekarang kalian sarapan, biar saya dan Ambar yang jaga, kalian bisa makan di kantin sambil ngopi, sudah sana pergi, hus.. hus..." usir Eko.
Aris pun mengajak Ayu, mereka pun menuju ke kantin untuk makan berdua.
Aris terus tertawa bersama Ayu, entah kenapa Aris begitu nyaman bersama gadis itu
bahkan Aris menggoda Ayu dengan terus menganggunya saat makan, hingga tanpa sadar karena kesal Ayu malah menyuapi Aris agar diam.
bahkan semua orang di kantin merasa ikut senang melihat keduanya, "aduh pasangan pengantin baru mesra sekali," kata pengunjung kantin rumah sakit.
Ayu dan Aris pun kembali ke ruang rawat, tapi kaget saat Eko sedang terlihat bersitegang dengan Agus yang datang ingin menjengguk.
"tolong hentikan," kata Ayu yang memisahkan kedua pria itu.
"Ayu aku calon suamimu, kenapa aku tak boleh menjengguk kakek," marah Agus yang mencengkram lengan Ayu dengan erat.
"sakit ...." kata Ayu yang berusaha melepaskan cengkraman itu.
Aris tanpa bicara langsung memukul pria itu, Ayu kaget dan langsung bersembunyi di balik tubuh Eko.
"jangan pernah berani menemui ayu dan pak Mun lagi,karena keluarga mu yang membuat pak Mun sampai seperti ini, tak peduli kau mencintai ayu, tapi buat ibu mu menerimanya, apa bisa, tidak bukan!" bentak Aris.
Agus kaget, "apa jadi ini perbuatan ibu?"
"bagaimana menurutmu, gadis miskin seperti ayu tak pantas menjadi istri seorang sekertaris desa yang punya jabatan tinggi, jadi jangan menemuinya, cukup ibumu menghina keluarga pak Mun dan Ayu, mengerti," ancam Aris.
"kamu siapa? kamu tak ada hak untuk mengatakan apapun padaku karena kami terikat janji pernikahan," kata Agus yang tak ingin menyerah.
"aku menolaknya, aku lebih baik menyusul orang tuaku dari pada harus menikah dengan mu!" kata Ayu.
Aris dan Agus kaget, mereka tak menyangka Ayu yang selama ini diam, kini berani bicara dengan lantang.
"sudah mendengar ucapannya, sekarang pergi dan jangan menganggunya, pergi!!" bentak Aris.
__ADS_1
Agus yang tak berdaya pun memilih pergi,dan akan kembali lagi nanti untuk mengambil semua yang harusnya jadi miliknya.