Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
kamu salah pilih


__ADS_3

"mbak ayo beli martabak telur di sana, sepertinya enak," ajak Feli


"kamu belum kenyang Feli, padahal acara mau mulai, jika kita tidak ke tempat mas Aris, takutnya dia khawatir," kata Ayu.


"tidak mungkin mbak, ayo ya... please, aku bisa bosan jika tak membawa cemilan nanti," mohon Feli.


"baiklah sekarang ayo kita beli," jawab ayu yang tak bisa menolak keinginan gadis itu.


mereka pun pergi, sedang Sugik menarik seorang pria ke area gelap dan langsung melumpuhkan pria itu.


dan dua pria juga di tarik ke tempat lain dan langsung membuat pria itu pingsan.


saat dua pria itu pingsan, Sugik menceburkan keduanya kedalam sungai.


setelah itu dia tinggal membereskan satu lagi,tapi dia salah perhitungan, terlebih pria itu paking dekat ke tempat ayu dan Feli.


saat pria itu ingin mendekat, Feli menyetrum pria itu hingga kesakitan.


ayu yang mendengar ribut-ribut, pun menoleh dan kaget melihat pria yang terduduk di belakangnya dengan kesakitan.


"anda kenapa, apa baik-baik saja," tanya ayu.


pria itu ingin menyerang Ayu, tapi Feli langsung menendangnya, "tolong ada pria ingin melukai ibu juragan!" teriak Feli.


mendengar teriakan Feli, semua warga yang mendengar pun langsung berbondong-bondong ke tempat itu.


langsung menuju ke tempat Feli dan Ayu, mereka langsung mengerumuni pria itu.


"siapa mbak yang ingin melukai Bu juragan," tanya pak Edi yang kebetulan datang bersama istrinya.


"pria itu, dia ingin mencelakai mbak ayu, terlebih dia membawa pisau," jawab Feli menunjuk pria yang sedang terduduk itu.


"itu bohong, aku hanya ingin membeli mastabak, bukan ingin melukai wanita itu," kata pria itu.


"kaku yakin, jika kamu ingin membeli mastabak, tak mungkin jamu terus berusaha mendekat kearah mbak ayu, kamu bisa membeli dari kanan atau kiri dari penjual ini," kata Feli yang membuat pria itu diam.


"tapi aku ingin melihat pembuatannya," bela pria itu.


tanpa bicara Sugik langsung menarik dan langsung menaruh tangan pria itu ke wajan penjual martabak.


"jawab atau aku akan membunuh mu," kata Sugik dingin.

__ADS_1


ayu terkejut melihat apa yang di lakukan oleh Sugik, pria itu terlihat begitu dingin.


semua orang tau siapa Sugik hingga bisa seperti itu, "aku hanya di suruh untuk menculik wanita itu, dan kami di bayar seratus juta demi nyawanya," kata pria itu kesakitan.


Feli terlihat senang melihat pria itu, "wah Mateng tuh tangan," jawab Feli.


"apa, kenapa kamu malah fokus ke sana sih," kata ayu yang merasa kasihan.


"siapa yang menyuruh mu," tanya Sugik.


"pria itu tak menyebutkan namanya, tapi dia membenci juragan Aris, dan ingin melihat pria itu berduka dengan kehilangan istri dan calon anaknya," jawab pria itu.


tak terduga Ayu mengambil pisau yang ada di lapak penjual martabak.


Sugik memberikan tangan pria yang sudah terkena luka bakar itu, dan dengan tak terduga ayu malah memotong jari pria itu.


"argh..." teriaknya dengan sangat keras.


semua tamu undangan yang datang pun kaget, dan bingung karena melihat banyak orang berkerumun.


"kau kira aku cuma gadis biasa, kamu lupa jika aku di besarkan oleh seorang kakek yang tak membiarkan cucunya lemah, terlebih jamu ingin melukai bayiku, maka kamu harus mati," kata Ayu dingin.


berubah menjadi wanita yang begitu kejam, bahkan bisa melukai orang dengan wajah dingin.


"wah ada apa di sana, kenapa banyak orang berkerumun?" tanya mas Handika.


"izin menjawab mas, ada orang yang ingin melukai Bu juragan ayu, dan pria itu tertangkap oleh mas Sugik, dan sepertinya sedang di interogasi," jawab orang kepercayaan dari pria itu.


"aku tentu tak akan membiarkan istriku berjalan-jalan sendiri di tempat keramaian, dan kamu tak mengenal istriku yang manis itu," kata Aris yang menepuk pundak Jatmiko.


semua orang pun mengerti sesuatu, yang terjadi adalah, pria itu yang merencanakan penyerangan itu.


"mas apa kamu yang melakukan ini, jika benar aku sangat kecewa padamu," lirih pak Hartono.


terlihat Sugik menarik dengan kasar pria itu untuk mendekat kearah tenda.


pria itu ketakutan terlebih darah terus mengucur dari jari-jari pria itu, tapi Sugik tak peduli.


Eko Menganti rugi pada penjual martabak itu, bahkan penjual itu menyimpan jari yang putus terpotong siapa tau nanti di cari lagi.


Sugik mendorong pria itu hingga tersungkur di kaki Aris, "bilang padanya, jika kamu ingin mencelakai istri dan bayi pria itu, jadi bicara?" kata Sugik yang tak bisa menahan lagi

__ADS_1


"jadi siapa yang menyuruhmu, dan jika kamu tak ingin bicara kamu tau bagaimana orang orang kepercayaan ku," kata Aris dingin.


"pria itu, dia yang menyuruhku," kata pria itu menunjuk ke arah Jatmiko tapi Hartono melindungi pria itu.


Jatmiko kaget melihat adiknya itu menutupi dirinya, Aris menoleh dan melihat sosok Hartono.


"baiklah jika itu kamu, Sugik bawa pria ini ke kantor polisi, dan buat pria ini mendekam di penjara, dan Eko lakukan apapun untuk membalas segalanya dan tentu aku tak perlu ada di sini lagi, terlebih istriku sudah dalam ancaman, maaf Priyono kami pergi, tapi kalian bisa melanjutkan pesta rakyat ini," kata Aris merangkul istrinya.


semua orang pun menatap sini ke arah Hartono, "sudah sekarang kita lanjutkan pesta rakyatnya," kata Handika agar mengalihkan perhatian semua orang.


sedang para warga yang melihat Aris pergi dengan istrinya, semua pun ikut bubar dan meninggalkan tempat pesta rakyat itu.


"loh mau kemana, pesta rakyat belum di mulai loh," kata Handika dan pendukungnya.


"maaf kami harus beristirahat karena besok kami harus bekerja, dan tak mau membuat juragan Aris kecewa," jawab semua orang.


akhirnya para warga pun pergi dari tempat itu, dan hanya menyisakan semua pendukung dari ketiga orang itu.


dan di sanalah terlihat siapa saja yang mendukung lurah terpilih,bahkan yang ada tidak sampai ratusan orang.


dan yang lain memilih pulang, terlebih setelah Aris meninggalkan tempat pesta rakyat itu.


"apa ini? kenapa yang tinggal hanya puluhan orang saja," kata Handika kaget.


"inilah kebenarannya, meski kalian melakukan apapun yang salah, kalian tak akan pernah bisa melawan juragan Aris yang sudah memiliki hati para warga sepenuhnya," jawab pak haji yang merasa buruk.


"dan untuk mu bak Hartono, aku tak mengira jika kamu yang selalu terlihat baik dan berpendidikan tak bisa menerima kekalahan, dan kamu mengancam seorang pria dengan istri dan anaknya, itu adalah tindakan pengecut, jadi kamu membuatku merasa buruk, terlebih aku juga pernah jadi gurumu, kamu pria buruk Hartono, kamu pria buruk," kata pak haji.


dia pun memutuskan untuk pergi juga, pasalnya tak ada yang harus dia lihat lagi.


terlebih semua sudah hancur karena ulah para pria itu, semua pesta yang di inginkan pun sudah tak bersisa, jadi mereka pun mengakhiri pesta itu.


karena Priyono juga sudah tak ingin melakukan hal ini, terlebih setelah semua bantuan Aris.


jadi dia membatalkan pesta rakyat itu, dan memilih pulang bersama sang ayah.


Handika dan orang-orangnya juga pulang dan tak mengira akan melihat hal seperti ini.


Hartono tak mengira jika perbuatan dari kakaknya itu sangat mempengaruhi.


terlebih Aris sudah marah di buatnya, dan kini mereka hanya tinggal menunggu apa yang akan di lakukan pria itu pada keluarga mereka.

__ADS_1


__ADS_2