
"kalau begitu tidur gih, sudah tengah malam ini mas,jangan lupa mandi dulu, jangan biarkan kamu mandi dengan tubuh penuh keringat begitu," kata ayu.
Aris tau jika istrinya itu masih marah, jadi dia pun mengendong ayu di bahunya.
"mas ih," protesnya
"sudah bantu aku mandi, biar kami bisa mencium sendiri aroma tubuhku,habis bertemu perempuan atau tidak," jawab Aris.
setelah mandi, keduanya pun tidur saling berpelukan, pasalnya arus sekarang tak bisa tidur tanpa memeluk istrinya itu.
pagi hari,pak Bambang datang sesuai permintaan dari juragan Aris, pria itu terlihat takut tapi dia sudah janji.
Dia menekan bel rumah, "iya tunggu Sebentar," sautan dari dalam rumah.
Ayu membuka pintu rumah dan melihat pak bambang, "iya pak, ada yang bisa di bantu?"
"anu ibu juragan, kemarin malam juragan Aris meminta saya datang pagi ini," jawab pak Bambang takut.
"owh... silahkan masuk pak, duduk dulu biar saya panggilkan suamiku dulu ya," pamit ayu.
pak Bambang duduk di ruang tamu, ayu bergegas naik ke lantai dua, ternyata Aris baru keluar kamar.
"mas ku ada pak Bambang di bawah," kata Ayu menghampiri suaminya itu.
Aris pun mencium kening dan pipi ayu, "aku tau sayang, boleh aku minta tolong siapkan sembako ya, dari beras minyak dan mie, dan yang ada biar nanti di bawa pak Bambang ya," kata Aris.
"baiklah sayang, sekarang cepat turun biar aku siapkan," jawab ayu tersenyum malu karena tingkah Aris yang terus mengendusnya.
Ayu benar-benar tak mengira jika suaminya itu begitu manja, Ayu langsung ke dapur sedang Aris menemui pak Bambang.
Aris menatap tajam ke arah pria yang berdiri melihatnya itu, "duduklah pak, kita tunggu Eko dulu,"
__ADS_1
tak lama Eko datang dengan wajah cerah ceria, "selamat pagi, maaf telat ada apa pak bos juragan?"
"kamu masih bisa tersenyum saat aku menunggu mu, wah hebat sekali anda..." kata Aris.
"maaf deh bos, loh pak Bambang kenapa tidak di peternakan, padahal ada sapi yang datang loh," kata Eko.
"hah... maaf mas, bukankah Anda memecat saya, kata pak Burhan kemarin, itulah kenapa saya kemari karena juragan memergoki saya mencuri singkong demi anak-anak saya," jawab pak Bambang jujur.
"loh heh pak, kapan aku bilang, dasar Burhan seklek, kenapa dia berani mengambil keputusan sendiri," marah Eko.
sedang Aris memijat kepalanya, "kau sudah tau,ternyata anak buah mu ada yang bertindak seenaknya sendiri bukan, sekarang kita ke sana, sayang!" panggil Aris.
"maaf aku gak bisa bawa keluar, berat ini," kata Ayu dari dalam.
Aris pun melihat istrinya itu, ternyata ada kebutuhan pokok dalam kresek merah dan beras satu karung yang dua puluh lima kilo.
Aris pun membawa beras itu, dan ayu membawa kresek merah itu. "pak Bambang ini tutup buat anak-anak di rumah ya, maaf cuma bisa ini , dan lain kali jangan mencuri ya pak, anda bisa bilang pada saya atau suami jika memang membutuhkan,"kata ayu.
mereka pun berangkat ke peternakan sapi milik Aris, tapi mereka mengantar pak Bambang terlebih dahulu untuk pulang.
ayu mempersiapkan untuk mengirimkan makanan pada beberapa sawah yang sedang ada pekerja.
mulai saat ini ayu yang akan mengirimkan makanan dari rumah, meski repot tapi dia menyukainya di banding harus duduk diam tanpa melakukan apapun.
Ayu pun di bantu Ambar yang juga baru datang, mereka pun membungkus nasi dan akan segera di kirim ke semua pekerja.
sedang Aris dan Eko, sampai di peternakan sapi, terlihat Burhan menyuruh-nyuruh pegawai yang lain.
"bagaimana keadaan peternakan Burhan?" tanya Eko.
Burhan kaget melihat kedatangan dari keduanya, dia pun langsung menyambutnya, "bagus juragan, semua seperti yang anda lihat," jawab pria itu.
__ADS_1
"pak di, tolong panggilkan pak Bambang, karena saya mau ngomong sesuatu," kata juragan Aris.
"anu juragan, pak Bambang sudah tak di sini," jawab pak di
"maksud anda tak disini? dia sudah tak bekerja?" tanya Aris dengan tajam.
"bukan juragan tapi dia sedang mencari rumput," bohong Burhan yang mulai takut melihat Aris marah.
tak terduga Aris langsung mencengkram leher Burhan, "aku tak bertanya padi, dan siapa kamu berani menyuruh-nyuruh mereka semua, kedudukan mu itu sama!" bentak Aris.
"maafkan saya juragan," jawab Burhan kesakitan.
"dan kalian semua, kenapa mau di suruh-suruh olehnya, kalian semua tau orang kepercayaan ku cuma Eko, jadi jika bukan Eko atau aku yang bilang, kalian tak perlu menurutinya," marah Aris.
"baik juragan," jawab semua orang.
"berikan Burhan uang saku terakhirnya, dan besok kamu tak perlu datang lagi ke tempat ini untuk bekerja, aku tak butuh orang yang punya keangkuhan seperti mu," marah Aris.
"tolong maafkan aku juragan," mohon Burhan.
"mulai besok dia tak perlu datang, dan aku sudah lelah dengan semua kesalahan mu dan kelakuan mu, pak Bambang silahkan mulai bekerja, dan ingat jika bukan aku atau Eko yang mengatakan apapun, jangan di dengarkan mengerti," kata pria itu.
"baik juragan, kami mengerti," Jawab semua pekerja.
ayu datang bersama Ambar yang membawa makanan, "maaf pak bambang tolong bantu saya," panggil ayu.
Aris langsung menghampiri istrinya itu, "kamu yakin melakukan ini, kita bisa memesan dari warung saja," bisik Aris.
"tak apa-apa, besok aku akan mulai di bantu ibu-ibu di sekitar rumah kok, habis aku gak mau cuma duduk diam, dan saat membantu mas kan di malam hari sayang," kata Ayu tersenyum.
Burhan pun pergi, dia merasa bodoh, dia selalu kalah pada juragan Aris, dia terluka karena gadis yang jadi incarannya sudah menjadi istri dari juragan kejam itu.
__ADS_1