Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
istri kesayangan


__ADS_3

Aris pun mengendong istrinya itu untuk naik ke ke kamar mereka, dia sedikit kelelahan, "sepertinya aku benar-benar akan tua, dan aku harus mulai berolahraga lagi, terlebih istriku masih cantik seperti ini," gumamnya.


dia pun merebahkan diri di samping istrinya, tapi ternyata ayu memeluknya.


"tidur ya sayang, besok mas masih banyak pekerjaan, love you," kata Aris yang kemudian menutup mata.


keesokan paginya, Aris sudah melakukan olahraga ringan seperti dulu, pasalnya dia tak mau staminanya menurun.


dia melakukan push up, tapi saat dia kesusahan ayu datang, "sayang mau mem- bantuku," kata Aris yang terengah-engah.


"iya mas apa?" jawab Ayu yang selalu manut perintah suaminya.


"tiduran terlentang di lantai sayang," kata Aris.


"ah... mau apa mas?" tanya Ayu yang bingung.


ternyata Aris melakukan push up di atas Ayu, melihat wajah suaminya yang tersenyum sambil berkeringat.


Ayu memberikan kecupan setiap kali Aris mendekat, karena hal itu Aris pun makin semangat untuk push up.


hingga akhirnya dia menuduh tubuh Ayu, "ih... berat mas," kata Ayu tertawa karena tingkah suaminya.


"aduh maaf, mas lelah dan tak bisa melakukannya lagi, kamu terlalu menggoda mas," bisik Aris.


Ayu pun tersenyum dan mengecup pipi arus, "kalau begitu coba joging seperti dulu,"


"ah kamu benar sayang, aku akan joging dan kamu tolong buatkan makanan sehat ya mulai sekarang, karena perutku hampir kehilangan bentuknya," bisik Aris yang membuat Ayu geli.


"baiklah, sekarang pergilah," kata Ayu.


Aris pun berangkat joging mengelilingi desa, dia melihat beberapa orang yang bekerja padanya mulai berangkat ke sawah.

__ADS_1


Eko juga bersiap, tapi Asus masih lari karena dia tak ingin kehilangan masa keemasannya, tak terduga dia melihat Mbah Sun sedang duduk di teras rumahnya.


"juragan Aris mampir," Panggil pria sepuh itu.


dia pun berbelok dan menghampiri pria itu, pria yang di sebut si embah oleh semua warga.


"ada apa Mbah?" tanya Aris dengan nafas yang masih terengah-engah.


"duduk dulu kita ngopi, kebetulan ada singkong rebut ini," kata Mbah Sun.


"wah enak nih Mbah,tapi saya air putih saja," jawab Aris.


"nduk ... Erna, tolong ambilkan air putih untuk juragan Aris," panggil Mbah Sun pada cucunya.


"inggeh Mbah," jawab seorang dari dalam.


saat keluar dari dalam rumah, ternyata seorang gadis cantik berjilbab lebar, Aris pun mengambil air itu dan tak melirik gadis itu.


"masih cantik istri saya Mbah, lebih muda dan yang paling penting segelas masih rapat," kata juragan Aris tertawa.


mendengar itu, Mbah Sun memukulkan tongkatnya pada punggung Aris.


"dasar cah Kepler, Yo mesti sek segelan, orang gak pernah ketemu pria manapun," jawab Mbah Sun.


"itu si Mbah tau," saut Aris yang memakan singkong rebut itu.


"aih... asin..." kata Aris yang geleng-geleng merasakan singkong rebus hangat itu.


"sepertinya Putu ku ini ngebet nikah, kamu punya teman atau saudara mungkin," tanya Mbah Sun.


"sayangnya gak ada," jawab Aris.

__ADS_1


"dasar cah Iki, sudah sana olahraga lagi, kasihan putri ku jika punya ayah tua dan gak sanggup melihatnya bahagia nanti," kata Mbah Sun tertawa.


"maksudnya Mbah, putri apa, orang istriku saja belum hamil," kata Aris yang bingung.


"sudah pulang sana, nanti kalau sudah hamil Mbah di kirimi Ingkung ayam jantan yang enak ya," usir Mbah Sun yang tertawa.


Aris pun pergi setelah mencium tangan pria sepuh itu, sedang dari dalam rumah Erna mengintip pria itu.


"jangan pernah berani melakukan apapun pada keluarga itu Erna, jika tak ingin Mbah sendiri yang akan menyakitimu," kata Mbah Sun menginggatkan.


Aris pun kembali berlari untuk sampai ke rumah, tak sengaja dia melihat jantung pisang di kebun pisang milik pak haji.


"permisi pak haji," sapa Aris.


"waalaikum salam juragan Aris, ada apa ini?" tanya pria itu dengan suara yang cukup keras.


" assalamualaikum, maaf saya boleh tanya bolehkah saya minta itu jantung pisangnya?" tanya Aris.


"owalah jantung pisang toh, Monggo juragan ambil saja, saya bantu," kata pak haji.


setelah dapat empat jantung pisang, Aris pun berterima kasih dan pamit pulang.


dia tak sabar ingin memasak jantung pisang itu, terlebih masakan istrinya yang selalu enak dan menggugah selera.


karena dia sedang diet, jadi jantung pisang itu sangat baik untuk membantu memenuhi serat.


Aris baru sampai di rumah dan mencari istrinya, ternyata Ayu sedang mencuci di belakang.


Aris langsung memeluknya, "sudah pulang om juragan, sekarang mandi yuk,"


"Ayok lah, terlebih aku ingin istriku ini memandikan diriku ini," kata Aris tersenyum mesum pada istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2