
acara campursari berjalan cukup heboh, pasalnya Aris dan Eko di tarik naik oleh para penari.
Ambar sudah bersungut-sungut kesal melihat suaminya menari di atas panggung, sedang ayu malam datang memberi saweran pada suaminya dan penari yang menarik Aris.
bahkan kelakuan ayu dapat sambutan dari masyarakat, pasalnya dia mengerti jika memang adatnya seperti ini.
melihat kelakuan istrinya, Aris gemas dan memilih turun dari panggung, dan malah memeluk Ayu posesif.
Ambar pun juga baik untuk memberikan saweran dan kemudian Eko juga turun bersama.
acara campur sari berlangsung cukup lama, pak Mun juga datang dan menghampiri cucu dan cucu menantunya.
pukul setengah dua belas malam, wayang yang sudah di keramatkan pun di keluarkan.
acara wayang kulit pun di mulai, membawakan kisah Rama Sinta, meski cerita begitu penuh liku tapi bagi Ayu dia melihat semua sisi.
f
dua tak bisa menyalahkan Rahwana karena mereka bertiga sudah memiliki takdir masing-masing dan dia memang menyukai kebudayaan yang kental dengan adat.
pukul tiga pagi, Ayu dan Aria memutuskan pulang, begitupun dengan Eko dan Ambar.
pak lurah dan sesepuh desa mengizinkan, dan tak lupa keduanya pun di beri kelapa hijau untuk di minum.
selama perjalanan Ayu nampak begitu segar, "tumben gak ngantuk dek," tanya Aris menggoda istrinya.
"maksud mas bagaimana, ini juga kan ulah mas, aku kalau minum kopi pasti gini pasti meleknya betah," jawab Ayu
"iya maaf deh, nanti kita olahraga ya biar kamu mengantuk dan bisa tidur," kata Aris tertawa.
__ADS_1
"mas ih.. kenapa begitu menyebalkan sih, sepertinya lecet karena ulah mas tadi sore," kesal Ayu memukul lengan Aris pelan.
Aris hanya tertawa saja, dia bukan ingin melukai istrinya itu, tapi memang tak bisa menghentikan dirinya yang selalu lepas kendali.
sesampainya di rumah keduanya langsung tidur tanpa melakukan apapun.
sebenarnya Aris tak bisa tahan, terlebih Ayu mengenakan baju tidur yang Aris sengaja beli.
"dek... boleh ya sekali saja, habis baju mu begitu," kata Aris.
"maksudnya apa mas, ini kan mas yang beli ih..." kata Ayu yang memilih ingin tidur di kamar tamu.
Aris langsung menekuk istrinya biru dan memeluknya dengan erat, "sudah tidur saja, maaf deh..."
keduanya pun tertidur dengan berpelukan, Ayu pun merasa nyaman dengan peluksn itu.
terlebih suaminya itu memiliki aroma tubuh yang membuatnya tenang.
Aris turun ke area dapur, ternyata Ayu sudah selesai masak, "ayo mas sarapan yuk,"
"pagi satang, uh... tak menyangka aku akan melihat mu seperti ini, suapin dong..." manja Aris.
"baiklah juragan Aris tersayang, duduk gih, mau di suapin pakai sendok sayur atau sendok bangunan," kata ayu gemas sendiri.
"jahat banget sih dek," kata Aris yang merasa di kerjain terus sana istrinya itu.
mereka pun tertawa bersama, arus pun berangkat bersama ayu, tapi sebelum ke sawah.
Aris mengantarkan isterinya itu ke rumah sang kakek, karena ayu tak ingin sendirian di rumah.
__ADS_1
"baiklah sayang, mas kerja dulu ya, love you," kata Aris mencium kening istrinya.
"baiklah mas, ingat jangan nakal, jika tidak akan aku kasih jatah lagi, biarin tuh adek kesepian, ingat itu," kata ayu menyentuh sesuatu.
"jangan mulai, kamu ingin kakek mendengar kita saling mendesah disini," bisiknya menantang ayu.
ayu mendorong suaminya pelan, "sudah pergi sana, nanti Mbah lihat malu," kesal Ayu.
Aris pun pamit pergi, Ayu pun melambai dan melihat suaminya itu pergi menjauh.
Aris sampai di sawah dan terlihat para pekerja sedang sarapan, tapi kali ini Eko membelikan di warung yang biasa.
"aduh kenapa kok sepertinya gak nafsu gini makannya," tanya Aris yang baru datang.
"habis makanannya bukan dari Bu bos yang bikin sih, jadi semuanya gini deh," kata Eko.
"kamu mau mati Eko," kesal juragan Aris.
"bercanda bos, ngegas amat sih," kata Eko yang takut.
Aris pun mengawasi semua pekerja di sawah, dan beberapa ada pesan masuk ke ponselnya.
itu adalah pesan dari Ambi yang menanggani beberapa kebun dan sawah di luar desa.
Aris pun juga mendapatkan pesan untuk melihat tambak bandeng dan udang yang ada di Gresik dan Lamongan.
"Eko ada waktu tidak setelah semua pekerjaan ini, sepertinya aku harus ke Lamongan dan Gresik untuk melihat semua tambak," tanya Aris.
"ya bebas sih bos, paling nanti aku bisa meminta beberapa orang untuk mengawasi sawah saja, kalau begitu sekalian saja liburan bos, lumayan juga sih," kata Eko.
__ADS_1
"boleh kok, ke wisata bahari Lamongan saja yuk, lumayan buat menghitamkan kulit," jawab Aris.
"ya karena bos ingin membuatku lebih hitam lagi ya, jangan sampai saja tuh Bu bos yang item, pasti lucu karena belang," ledek Eko.