Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
liburan sekalian kerja


__ADS_3

hari ini, ayu sangat bersemangat, pasalnya mereka akan pergi liburan selama dua hari.


meski bukn sepenuhnya liburan melainkan ada pekerjaan di kota sebelah.


Aris tak ingin jika harus berangkat hanya dengan Eko, itulah kenapa dia mengajak istrinya dan juga Eko beserta istri.


Eko yang mengemudikan mobilnya menuju ke Gresik awalnya, mereka langsung menuju ke tambak yang kemarin di maksud.


meski cuaca begitu panas, ayu dan Ambar tetap memakai gamis yang cukup panjang.


mereka menunggu saat Aris dan Eko bekerja melihat tambak yang siap panen.


tak hanya itu, Keduanya juga terlihat begitu serius bahkan Eko juga mengecek kedalaman dari tambak.


"apa disini membutuhkan sesuatu lagi? karena udang galah ini cukup sulit di budidayakan," kata Aris.


"Alhamdulillah semu lancar tuan, terlebih bulan depan pasti sudah panen, dan juga tambak bandeng juga," tambah orang kepercayaan Aris.


pria itu pun mengangguk setuju, terlihat dari kebersihan dan cara bapak itu merawat tambak.


saat suami-suami mereka bekerja, Ambar dan Ayu sedang berbincang masalah serius.


"udah belah duren yu?" tanya Ambar penasaran.


"em ... susah mbak," jawab Ayu jujur.


"bagaimana rasanya," tanya Ambar yang penasaran karena dia belum melakukan hal itu.


"em ... gak bisa di jelaskan mbak, semua bercampur jadi satu, sakit, terus enak. emm... gimana ya," kata ayu yang sudah malu sendiri.


"yeh... Bu bos terangin aja udah malu, apa lagi aku minta contoh gerakannya," kesal Ambar


"hah..." kaget ayu melongo.


"minta contoh gerakan apa sih dek?" tanya Eko yang menghampiri keduanya bersama Aris dan pengelola tambak.


"gerakan senam buat stamina, iya kan ay?" kata Ambar mencubit ayu.


"iya, senam untuk kekuatan," jawab Ayu.


Aris gemas sendiri melihat Ayu, "sudah mau makan dulu, katanya bapaknya punya makan siang spesial untuk kita," ajak Aris.


"mari Mbak-mbak sekalian," ajak bapak itu.


Aris pun mengandeng tangan Ayu, begitupun Eko dan Ambar, keduanya sampai di sebuah rumah yang cukup di katakan mewah.


"selamat datang di gubuk saya, mari masuk, ibu ... nduk ... ini tamunya sudah datang," panggil pria itu.

__ADS_1


"kalau ini gubuk, rumah kita bilik derita deh," bisik Eko yang menggoda istrinya.


"terus rumah ku gubuk reyot," jawab Ambar tersenyum.


pasalnya rumah itu sangat luas dengan teras yang di tata dengan baik bahkan ada taman kecil.


lantai juga di keramik berwarna putih gading dengan corak, bagaimana bisa di katakan gubuk.


keempatnya duduk di ruang tamu, seorang gadis yang cukup cantik keluar dengan pakaian yang begitu seksi.


dia memakai hotpants dan kaos yang cukup ketat hingga mencetak lekuk tubuhnya.


"selamat menikmati juragan dan mas Eko," kata gadis itu menyentuh paha Aris.


Ayu hanya santai saja, sedang Ambar menatap tajam suaminya, Aris kadang iri dengan Eko karena Ambar yang selalu ekspresif.


sedang Ayu terbiasa memendam semua emosinya, "pantes suka nyaman ke kota ini, oh... ada beginian," bisik Ambar mencubit perut suaminya.


"tidak dek, dia itu suka juragan Aris," jawab Eko.


sedang Ayu masih juga tak bereaksi, "ah itu tadi putri terkecil saya, maaf ya dia memang begitu, maklum anak-anak," kata bapak itu lagi dengan ramah.


gadis itu keluar lagi dan kini duduk sambil menyilangkan kakinya, Ayu hanya melirik sekilas.


"maaf putri bapak ini sekolah kelas berapa?" tanya Ayu yang masih dengan sopan.


"heh gak boleh begitu sama istri juragan," tegur ayah gadis itu.


"berarti seharusnya sudah baligh dan bukan anak kecil lagi, seharusnya tau mana pakaian yang pantas di gunakan mana yang tidak, jika gadis seusia kamu berpakaian seperti itu, sama saja mengundang lelaki untuk berpikiran buruk padamu, dan tentu kamu tau siapa yang biasa menggoda dengan cara berpakaian minim begitu bukan, dan lebih lagi dosa mu juga akan di tanggung ayahmu, jadi seharusnya kamu bisa membawa diri bukan malah mempertontonkannya," kata ayu dengan lembut tapi tajam.


"Mak jleb..." bisik Eko pada istrinya


"mampus, ustadzah Ayu sudah mode on," kata Ambar lirih menahan senyumnya.


"lagi pula, percuma kamu memamerkan tubuh indah mu pada suami yang sudah kenyang, benar kan sayang? jadi saat melihat hal begituan pun dia tak akan merespon benarkan mas Aris..." kata ayu mengusap paha suaminya sambil mengedipkan matanya.


Aris pun mengangguk, dan menyentuh tangan Ayu agar berhenti, karena bisa gawat jika dia tiba-tiba ingin.


"dasar sok suci, kamu juga tak sebaik itu," kata gadis itu tak terima.


"sudah nduk, sekarang masuk ganti baju, dan Monggo kita makan siang dulu ke belakang," ajak pria itu dengan sedikit malu karena merasa tertusuk ucapan Ayu.


mereka berempat pun masuk kedalam ruang tengah, ternyata masih ada satu orang lagi dan kali ini langsung mendekat ke arah Eko.


Eko yang takut langsung bersembunyi di balik istrinya, "tolong aku dek,"


"mas Eko, loh ini siapa?" tanya gadis itu mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"perkenalkan saya teman tidurnya mas Eko, dan guling hidupnya, yang pasti kami pasangan sah dan halal," jawab Ambar.


"bilang saja istrinya, kenapa berputar-putar begitu sih mbak," kata Ayu dingin.


Aris pun merasa jika tatapan istrinya itu berbeda, terlebih sekarang suaranya juga makin datar.


"sudah-sudah mari makan dulu," ajak pria itu yang mulai panik karena perubahan suasana.


istri pria itu ternyata masih sangat muda, dan juga sering mencuri pandang dan senyum genit ke arah kedua pria itu.


saat makan, karena meja tak tak terlalu besar, hingga kaki dari istri pria itu bisa menyentuh kaki Aris.


ayu hanya melirik sekilas, dan langsung menendangnya hingga menghantam bawah meja.


brak... Semuanya kaget karena meja yang bergerak, wanita itu pura-pura tidak kesakitan.


sedang Ayu bersikap biasa, Aris tak mengira jika ternyata istrinya yang pendiam ini menyeramkan saat sudah marah.


"saya selesai, maaf saya ingin mencari angin dulu, permisi...." pamit ayu yang langsung undur diri.


"sayang mau kemana?" tanya Aris.


"merokok, ikut?" ketus Ayu.


Aris pun melongo di buatnya, Ambar juga undur diri dan menghampiri ayu, "aduh maaf ya, nyonya-nyonya pasti tak nyaman, apa masakan ku tidak enak ya," kata wanita itu dengan suara menggoda.


"cih... tukang ceramah, dia sendiri perokok," hina gadis yang di tegur ayu.


"terima kasih atas makan siangnya, sekarang kamu harus ke Lamongan, jadi kami permisi," kata Aris dan Eko yang ingin undur diri.


"tunggulah sampai sore juragan, anda bisa mandi disini juga, sebentar lagi juga jam empat," bujuk istri pria itu.


"tidak perlu, karena kami harus segera sampai karena malam ini akan di lakukan panen," jawab Aris tegas.


"juragan gak salah cari istri, orang gadis liar suka merokok dan sok suci seperti itu," kata gadis itu yang berusaha mendekati Aris.


"itu bukan urusan mu, sekolah saja yang benar," jawab Aris dingin.


"aduh ibu juragan,merokok itu bisa membuat mu mandul loh," tegur istri dari pria kepercayaan Aris.


"aku tau kok, memang kenapa?" tanya Ayu yang sedang makan astor coklat yang tadi di bawa Ambar.


Aris dan Eko ingin sekali tertawa, pasalnya kedua gadis itu memang sering menggunakan istilah aneh untuk bicara.


"sudah ayo pulang, aku sudah lelah, jika tidak kamu harus menggendongku seharian besok," kata Ayu manja.


mereka pun pamit, para wanita di keluarga itu pun merasa kesal pada ayu.

__ADS_1


pasalnya gadis itu benar-benar membuat mereka malu, bahkan tak bisa berkutik.


__ADS_2