
Feli sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, "mbak ayu mau gak ikut menukarkan uang, lumayan sejuta empat ratus," kata Feli menunjukkan selembar uang dolar itu.
"memangnya mau di buat apa sih Feli?" tanya Aris
"mau beli baju, soalnya besok orang tua ku datang buat menikahkan putranya," kata Feli.
mendengar itu, Aris dan Eko tertawa, pasalnya Sugik belum memiliki kekasih satu orang pun.
dan sudah di pastikan jika dia akan di nikahkan dengan seorang wanita bernama Utami.
wanita itu adalah teman masa kecil dari Sugik tapi pria itu tak pernah menyukai gadis itu.
itulah kenapa dia terus menerus menolak dan sepertinya orang tua dari Sugik sudah tak bisa menunggu lagi untuk melihat putra mereka menikah.
"wah, berarti besok ada pernikahan dadakan nih," kata Eko
"Feli kemari, bilang pada mereka jangan datang, beri aku waktu tiga bulan aku akan mengenalkan kekasihku," kata Sugik yang mengejar adiknya itu.
"gak mau, bilang saja sendiri, habis kamu terus menganggu ku," kata Feli yang berlari keluar.
ayu pun melihat jam di ponselnya dan sudah jam satu lebih, "aku pulang dulu ya mas, sekalian ke bang untuk menyetorkan semua uang yang kemarin, dan maaf ya aku tadi pinjem mobil mas Eko, habis mobilnya mas pakai," kata ayu.
"gak papa Bu bos juragan, orang mobil juga nganggur tuh di rumah," jawab Eko.
ayu pun di antarkan Aris ke dalam mobil dan mereka pun pergi meninggalkan gudang.
Sugik terlihat bingung karena dia tak tau harus bagaimana, "sudah besok jika mereka datang, aku akan membantumu agar dapat perpanjangan waktu," kata Aris.
"iya bos, terima kasih," jawab Sugik.
mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka, kolam di belakang juga sudah di bersihkan dan sudah bisa di isi lagi.
sore itu benih ikan datang untuk mengisi kolam, terlebih ada kolam baru yang di buat uji coba untuk patin.
"bos ada telpon," kata Sugik memberikan ponselnya.
Aris pun menerima telpon itu dan wajahnya berubah seketika, pasalnya terdengar suara seorang wanita dari sebrang telpon.
"iya ini siapa? kenapa menelpon ku?" tanya Aris.
__ADS_1
"maaf Juragan, saya ingin bilang jika istri anda sedang terlibat kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit di kota, dan kami butuh uang untuk melakukan penanganan," kata suara wanita itu.
"anda bodoh, kenapa istriku memberikan nomor ponsel dari pegawai ku, dia bahkan hapal nomor ponselku," kesal Aris.
"saya juga tak mengerti, tapi kondisinya sangat kritis," kata wanita itu.
Aris pun langsung mematikan telpon itu, Sugik tertawa saja, "sialan, kamu berani memberikan telpon penipuan padaku," kata Aris melempar ponsel Sugik.
pasalnya sekarang dia menolong ayu memastikan kondisi istrinya yang sedang bersama dengan Feli.
dan kondisi ayu baik-baik saja, "maaf deh bos, habis wanita ini terdengar menyebalkan," kata Sugik.
Aris ingin memukul Sugik yang sudah pergi ke area belakang guna membantu Eko.
Aris sudah membantu semua membereskan jemuran gabah yang sudah setengah kering itu.
mereka pun menunggu semua orang selesai, bahkan Eko dan Sugik sedang membantu Aris merekap segalanya.
saat mereka akan pulang karena pekerjaan sudah selesai, Sugik dan yang lain kaget melihat sosok wanita yang sudah Sugik tinggalkan.
"mau apa kamu kesini, kita sudah tak memiliki hubungan apapun," kata Sugik marah melihat wanita itu.
"maaf aku sudah tak ingin melihatmu lagi, terlebih setelah kamu menghina adik ku, karena bagiku Feli adalah segalanya," jawab sugik.
"kamu jahat, kenapa kamu sekarang membuang ku?" kata Bella.
"membuang mu, kamu bahkan bisa bersenang-senang dengan para teman-teman mu, dan sekarang kamu bilang begitu, hei aku bahkan tau jika kamu pernah menghabiskan waktu bermalam dengan seorang pria, kau kira aku tak tau," jawab Sugik yang langsung membungkam Bella.
"itu kecelakaan, aku di jebak," mohon Bella.
"tapi aku tak peduli sedikitpun, karena bagiku, hubungan kita susah selesai," jawab Sugik yang tak memberikan harapan lagi.
"jangan bilang sekarang kamu hamil terus mau Sugik jadi ayahnya, karena pria busuk yang meniduri mu tak mau bertanggung jawab, ayolah jebakan seperti ini sangat sering di gunakan, inovasi sedikit dong," kata Eko jijik.
"itu benar, kami sering melihat ini, terlebih tipuan memalukan ini," kata Aris yang juga mengejek Bella.
wanita itu ketakutan dan ternyata benar tebakan mereka jika wanita itu ingin menjebak Sugik.
"dengar ya Bella, ini terakhir kali aku melihat mu mendekati Sugik, kamu berani melakukannya, aku akan membuat mu tau apa itu hukuman dari juragan Aris,"
__ADS_1
"dan jika kamu berani melakukan hal gila lainnya, aku akan menyebar video syur mu itu, terlebih aku mendapatkannya dari teman terdekat mu yang tak ingin melihat ku di jebak oleh mu," kata Sugik.
Bella pun malu dan pergi, pak Edi yang melihat pun yakin jika Sugik adalah orang yang tepat.
terlebih gadis itu tak pernah keluar rumah, bahkan selalu membantu orang tuanya.
"sudah ayo pulang," ajak Aris
tapi ponsel Sugik malah berdering, dan ada nama Diani di layar, "iya, ada yang bisa di bantu Bu?" tanya Sugik.
"itu mas mau kirim barang tapi takut gak ada orang di rumah jadi saya telpon dulu," kata wanita itu.
"owh iya, saya baru pulang, jadi mungkin kita bisa barengan datangnya," jawab Sugik.
akhirnya mereka pun bubar, dan Aris sampai di rumah ternyata sudah sepi.
Feli sudah pulang setelah mengantarkan Ambar dan mengembalikan mobil.
sedang Bu Edi tadi di jemput putrinya, jadi kini hanya ayu sendiri Saja.
Aris langsung mengecup kening istrinya itu, "aduh kasihannya istriku sendirian,"
"habis mereka semua katanya sibuk, oh ya ada kripik pisang di meja, itu tadi buatan Bu Edi dan mbak Ambar," jawab ayu.
"ya Tuhan para wanita ini mengerikan,dalam setengah hati mereka bisa membuat begitu banyak kripik pisang," kata Aris yang melihat tiga kripik pisang dalam toples besar, bahkan ada kripik mbote juga.
"terus yang lain gak bawa sayang?" tanya Aris yang heran
"mereka juga bawa mereka juga bawa tiga toples besar kok, kebetulan tadi aku juga beli saat pulang dari bank, dan beruntung karena mas Aris adalah nasabah Platinum, jadi setidaknya aku tak harus menunggu lama dengan kondisiku yang seperti ini," kata ayu yang memberikan kopi pada Aris
"wah... jadi tadi kalian cuma sebentar?" tanya Aris yang duduk di dekat istrinya itu.
"tidak juga, karena tadi kami membawa uang lima ratus juta tanpa sadar, jadi hampir semua uang sudah di bank," jawab Ayu.
"tak masalah, setidaknya ada sedikit uang di rumah bukan," tanya Aris.
"hanya tinggal seratus juta, karena semua tadi sudah kami taruh di bank, setidaknya ada tiga bank mas tadi," jawab ayu.
"dasar kamu ini, tapi tak baik menyimpan semua uang di rumah," jawab Aris.
__ADS_1