Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
aku Aris, bukan pesuruh mu


__ADS_3

pria itu terduduk lemas, Aris berjalan masuk dan langsung duduk begitu saja.


Ayu heran tapi dia tak pernah bisa bertanya maupun mengerti, jadi dia mengikuti aturan suaminya saja.


Aris mengangkat kakinya ke atas meja, "hei pria tua, susah punya tiga istri, kamu masih mau menikahi gadis lain lagi, kamu gila atau apa?" kata Aris.


"memang apa urusannya dengan juragan, toh kita hanya punya hubungan kerja saja, dan juragan tak berhak mempengaruhi urusan pribadi ku," kata pria itu.


"siapa berani kamu mengatakan itu pada ku, tapi kau benar juga, uh... sayang sepertinya dia benar, dan teman mu akan menikahi pria ini," kata Aris.


"tidak boleh, dia sudah tua dan memiliki banyak istri, aku tak mau Bella terluka," kata Ayu.


Aris menekan kepala Widodo ke lantai, "kau dengar pria tua, itu permintaan istri dari juragan Aris, jadi kamu mau terus menjalankan rencana busuk mu, atau berhenti," kata Aris sambil menekan kepala pria itu.


"tapi itu bukan urusan istri dari juragan Aris," kata Widodo yang tak ingin menolak.


"ha-ha-ha-ha...kamu tentu tak lupa siapa dia orang kepercayaan ku, Sugik!!!" panggil Aris.


Sugik datang dengan membawa preman yang sudah babak belur penuh darah.


"baik Juragan," jawab Sugik melepaskan pria yang sudah terkapar itu.


melihat itu, ayah Bella langsung terduduk kaget, "apa aku harus membunuhnya?" tanya Sugik pada juragan Aris.


"apa... tidak juragan Aris, jangan biarkan dia menyentuhku," panik pria tua itu.


Sugik menyeringai, Aris melepaskan pria itu, dan menyerahkan pria itu pada Sugik.


"sepertinya, Sugik ingin bermain dengan mu," kata Aris yang kembali duduk sambil melipat kakinya.

__ADS_1


"tidak, aku tak ingin melayani pria gila ini, aku akan berhenti dan tak akan menikahi Bella," mohon Widodo dengan ketakutan.


Sugik pun langsung mencekik pria itu, "katakan lagi, aku tak dengar, begitupun Bella dan ibunya,"


"baik, aku tak akan menikahinya, karena aku tak mau membuat juragan Aris marah," jawab pria itu.


"Bagus," kata Sugik melepaskan cekikannya.


"berarti jika kamu mau menikahi wanita muda lagi, aku akan membuat mu jatuh miskin, dan jangan lupa aku tinggal disini, dan tak boleh seseorang bertindak di wilayah ku, ingat itu," kata Aris.


"baiklah juragan, aku pulang," panik pria itu ketakutan.


Widodo buru-buru pulang, tapi saat dia di depan rumah, dia kaget melihat anak buahnya sudah terkapar seluruhnya.


dia tak tau semenggerikan apa anak buah dari Aris itu, bahkan preman yang begitu besar pun sudah pingsan babak belur.


semua orang yang mendengar keributan pun tak mengira jika ada keributan sebesar ini.


Aris melihat ayah dari Bella yang ketakutan, Sugik langsung mencengkeram erat kerah baju pria itu.


"baru kali ini ada ayah yang ingin menjual putrinya, tapi sekali lagi kamu berani melakukan itu pada Bella, aku akan membuat mu tak bisa melihat dunia ini lagi, ingat itu!!!" teriak Sugik dengan marah.


"memangnya kamu siapa? aku ayahnya jadi terserah aku," kata ayah Bella


"aku akan membunuhmu !!" teriak Sugik.


"hentikan kegilaan mu Sugik, lepaskan dia, sekarang kita lihat siapa yang berani menikahi putrinya, saat aku bilang jika Bella adalah kekasih dari Sugik," kata Aris.


pria itu terkejut, memang Aris sekuat apa sampai tak ada orang yang berani mengusik pria itu.

__ADS_1


bahkan juragan yang termasuk terkaya juga tak berani, "cukup, mulai sekarang, aku tak memiliki hubungan apapun, jadi berhenti mengusik kami, terlebih aku mencintai mas Sugik!!" teriak Bella jujur.


"kalau begitu, pernikahan akan segera di lakukan, dan untuk mu pak, jika tak mau menikahkan putrimu kita bisa mengunakan wali hakim," kata Aris.


"itu memang harus, karena Bella memang lahir karena aku dan dia melakukan hubungan sebelum menikah, jadi dia tak berhak jadi wali dari putriku," kata ibu dari Bella.


"apa kamu mau Sugik?" tanya Aris pada anak buahnya.


"tentu saja, karena Bella adalah gadis yang berhadil mengerakkan hatiku saat pertama kali bertemu," jawab Sugik.


"itu bagus, ibu tolong persiapkan semua, aku yang akan menanggung pesta pernikahan ini," kata Ayu yang kini merangkul lengan Aris.


"baik ibu juragan," jawab ibu Bella.


sedang pria itu kini tak bisa berbuat apa-apa karena dia sudah di incar oleh juragan Aris, dan itu sudah di pastikan jika dia tak mungkin bisa jelas dengan mudah.


terlebih Aris yang memiliki hampir semua sawah di daerah itu, "mulai sekarang ingat, akan ku pastikan kau akan menyesal karena berani mengusik diriku," kata Aris.


"sudah mas, lebih baik kita pulang, mas Sugik bereskan karena kami harus pergi," pamit Ayu.


"baik Bu bos," jawab Sugik.


Sugik mengusir ayah Bella karena tak ingin pria itu kembali berulah, Aris dan Ayu pun pergi setelah menyapa semua orang.


dia bahkan menemui pak RT dan pak RW bahkan dia mengatakan agar menambah keamanan, karena jika orang tua seperti juragan Widodo dan pak Suratman itu membahayakan.


Aris juga mengatakan jika ada bank harian sebaiknya mereka yak mengambil hutang dari sana, karena akan sangat berbahaya.


karena sekali terlilit hutang, maka mereka tak akan bisa lepas dari semua itu.

__ADS_1


__ADS_2