Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
lurah Aris, pasti bisa!!


__ADS_3

Ayu sudah selesai belanja di penjual sayur, "mas kata Mak Jum, benar mak Isah yang punya banyak(angsa)," kata Ayu.


"ya sudah sangat, ayo kesana," kata Aris.


"baiklah," jawab ayu yang menaruh belanjaannya di meja dapur.


mereka pun menuju rumah dari Mak Isah, sesampainya di sana ternyata Mak Isah sedang ada di ruang tetangga.


"assalamualaikum juragan Aris ada apa kok tumben ke tempat saya?" tanya wanita sepuh itu.


"Mak boleh saya beli banyaknya gak," tanya Aris.


"tentu boleh atuh juragan, tapi dagingnya mungkin alot karena sudah tua banyak e," kata Mak Isah dengan sopan.


"gak papa Mak, nanti istri saya bisa memasaknya, dia itu paling pintar memasak," kata Aris


"iya juragan, ya sudah ayo ke belakang," ajak wanita sepuh itu.


sekarang Aris di minta untuk memilih dan menangkap sendiri, ayu mundur karena dia takut dengan hewan itu.


saat Aris masuk, dia langsung di kejar oleh setidaknya tiga banyak yang langsung dalam mode nyosor.


Aris yang kaget langsung lari, melihat itu ayu ingin tertawa tapi juga kasihan.


sedang Mak Isah tertawa saja melihatnya, "hati-hati juragan,sini biar Mak yang ambilkan," kata Mak Isah.


ternyata wanita itu dengan mudah menangkap banyak dengan tangan kosong.


melihat itu Aris langsung tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"wah ... mak Isah hebat, bisa nangkap hewan itu, sekarang aku tau kenapa istriku dari tadi menjauh," kata Aris melirik ayu.


"maaf mas, aku tidak mau kena sosor dari banyak-banyak itu," kata Ayu mengangkat dua jari berbentuk huruf V.


Mak Isah pun meminta tolong cucunya untuk menyembelih banyak dan kemudian memotongnya setelah bulu di cabuti.


agar bisa memudahkan Ayu dalam memasak, afia memberikan uang Lina ratus ribu pada Mak Isah.


"kebanyakan juragan," kata Mak Isah.


"rezekinya Mak dan Hamid, sudah saya pulang dulu ya, Hamid kalau libur sekolah bisa bantu bantu di kolam di belakang gudang ya," kata Aris


"baik juragan, terima kasih," jawab pemuda itu.

__ADS_1


Aris begitu senang mendapatkan apa yang dia inginkan, dia pun mengajak Ayu bergegas pulang.


setelah itu, ayu langsung mengungkep banyak itu dengan bumbu kuning dan beberapa rempah.


dia mengunakan panci presto agar cepat membuat daging hewan unggas itu lebih cepat empuk.


Aris pamit ke gudang untuk menemui Sugik, pasalnya Eko sedang libur dan dia harus membantu pria itu.


"ya sudah, nanti siang aku kirim makanan ke gudang, mas mau makan apa?" tanya Ayu lembut sambil memeluk Aris.


"sayur asem, sama goreng banyak itu saja, dan jangan lupa sambal andalan mu sayang, sambel terasi, beh... mantep kayaknya," kata Aris tertawa tak sabar.


"iya, nanti aku antar ya," kata Ayu.


Aris berangkat ke gudang, di sepanjang jalan banyak orang yang menyapa Aris.


"pak lurah Aris!!" teriak mereka menyapa dirinya.


Aris yang seberapa ngeh pun hanya mengangguk, saat sampai di gudang, ternyata ada sebuah banner besar berisi foto dirinya.


tak hanya itu, bahkan di sana juga ada selogan, serta permohonannya untuk dukungan.


"Weh... apa ini, turunkan gak!!;" teriak Aris marah.


pasalnya dia tak pernah merasa mencalonkan diri jadi lurah.


"beber tuh juragan," kata yang lain.


"ya Allah pak, tapi saya belum siap untuk mengemban tugas seperti itu, terlebih lagi istri saya juga belum tau loh ini," kata Aris.


"gak papa bos, Bu juragan sudah tau kok, aku tadi sudah mengirimkan pesan padanya," kata Sugik


"sialan kamu, baiklah saya akan mencoba mengikuti tes awal dulu, jika tak lolos memenuhi standar, kalian tak boleh memaksa lagi, kata Aris.


"baik juragan, hidup pak lurah Aris!!" teriak pak Edi.


"hidup!!" jawab para pekerja yang lain.


di desa mulai di pasang baliho dan spanduk untuk dukungan pada Aris, padahal Aris tak mengeluarkan uang sedikitpun.


itu adalah swadaya warga yang ingin melihat Aris jadi kepala desa dan membawa desa itu maju.


Eko dan Ambar yang pulang setelah perawatan di buat kaget, pasalnya semua biaya rumah sakit sudah lunas.

__ADS_1


"maaf suster, kalau boleh tau siapa yang melunasinya?" tanya Eko.


"yang melunasi atas nama ibu Ayu dan Semuanya di bayarkan penuh pak," jawab suster itu.


"ya Allah juragan..." kata Eko.


Ambar juga tak mengira Ayu bisa melakukan ini, padahal biaya operasi dan rawat Ambar tak sedikit.


terlebih mereka mengunakan jelas satu selama perawatan pasca operasi.


Eko dan Ambar pulang ke rumah, selama dalam perjalanan,mereka terkejut karena wajah Aris terletak di semua susur jalan.


bahkan Eko kaget saat ada tulisan Aris memohon doa untuk kelancaran pemilihan jadi kepala desa


"itu juragan Aris, beneran mau jadi kepala desa? mas tau gak sih?" tanya Ambar


"aku gak tau sayang, wah ini gak bisa di biarin, masak aku orang kepercayaannya tak tau apapun," kata Eko kesal.


"iya nak, tapi tenang ya, kita pulang dulu ya, nanti baru Janu bisa menemui juragan Aris," kata ayah mertuanya.


"iya ayah," jawab Eko


ayu tertawa saja, karena pikirnya itu hanya gurauan dari Sugik. tapi pas dia ingin mengantar nakan siang.


ayu kaget melihat semua gambar di desa ada wajah suaminya, "ya Allah mas Aris, beneran mau nyalon kepala desa,"


sesampainya di gudang Aris kaget saat Eko menarik kerah bajunya. "hei Eko kamu kenapa, kamu mau mati!!" bentak Aris.


"juragan jahat banget, masak nyalonin diri aku gak di kasih tau, itu baliho sudah nutupin hampir satu kampung," kata Eko.


"tenang dulu, itu bukan aku, tapi warga desa yang meminta ku untuk ikut dalam pencalonan diri, Jan kalian tau aku sebenarnya tak berminat," jawab Aris.


"owalah gitu, berarti tebakan kita kemarin benar ya, ternyata juragan maju dari pilihan rakyat nih," kata Eko lagi


"iya, ternyata ini usulan dari Mbah Sun," kata Aris sambil menghela nafas.


"selamat datang Bu lurah," sapa pak Edi dan beberapa orang di gudang.


"iya pak, panggil ayu saja ya, toh mas Aris belum jadi juga," kata ayu yang merasa aneh dengan sebutan itu.


"mas makan siang,"kata Ayu.


"kemari sayang..." kata Aris yang langsung bersikap manja pada istrinya itu.

__ADS_1


Sugik langsung membagikan semua makan siang pada pegawai yang di bawakan oleh ayu.


kebetulan tadi ayu membawa makanan lebih, jadi Eko bisa bergabung ikut makan.


__ADS_2