
Aris masuk kedalam kamar secara perlahan, ternyata istrinya itu sedang istirahat.
Aris bahkan kaget melihat selang infus yang terpasang di tangan istrinya itu.
Aris pun berjalan dengan perlahan dan mencium kening Ayu, "kamu kenapa..." lirih Aris melihat istrinya itu.
ayu pun terusik dan perlahan membuka matanya, dia sedikit tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"mas Aris," panggil ayu dan langsung bangun.
Aris pun langsung memeluk istrinya itu, "aku sangat merindukan mu sayang," kata Aris.
ayu pun terisak karena sedih, tapi Aris pun tidur di samping istrinya itu.
bahkan dia terus mengusap perut istrinya itu yang mulai membesar.
"sudah sayang jangan sedih, umur setiap orang tidak ada yang tau, dan kamu tak boleh sedih, mas juga sedih tapi dia sudah tenang di sana,". kata Aris.
"iya mas, ini sakit, mau di lepas," mohon Ayu.
"sabar ya sayang, pasti kamu terlalu tertekan dan stres hingga harus di infus seperti ini," jelas Aris.
"iya sayang, maafkan aku, aku hanya sedikit kaget karena kematian dari Mbah sun," jawab Ayu.
"tidak apa-apa, ini baru Mbah sun, bagaimana jika-" tangan ayu menahan mulut dari Aris.
ayu mengeleng pelan karena dia tau jika suaminya itu akan mengatakan hal buruk.
"aku mungkin bisa gila dan menghancurkan semua saat aku kehilangan mu dan Mbah, jadi tolong jangan mengatakan hal buruk apapun," kata Ayu.
"baiklah sayang, maafkan aku, sekarang kita istirahat dulu," kata Aris mengusap punggung istrinya.
ayu pun menikmati aroma tubuh suaminya itu, setelah Magrib bidan desa datang dan mengantikan cairan infus.
setelah itu Aris datang membawa makan malam dan menyuapi ayu, pak Mun tersenyum melihat kedua orang itu.
dia pun mengusap kepala keduanya, "semoga kalian tetap bahagia dan terus bersama tanpa ada yang memisahkan," kata pak mun.
"amiin ya Mbah," jawab ayu dan Aris.
"ngomong-ngomong Mbah sudah ganteng, mau kemana?" tanya Aris tersenyum menggoda.
"Mbah kan mau ke tempat Mbah sun untuk tahlilan, kalian di rumah saja, nanti Mbah juga balik lagi ke sini," kata pak Mun.
__ADS_1
"iya Mbah, hati-hati ya," kata ayu.
Aris tak ikut karena setelah melihat kondisi istrinya, dia tak mau meninggalkan Ayu sendirian saat sedang hamil tua seperti ini.
Aris mengajak ayu menonton film di kamar, ternyata istrinya malah ketiduran karena pengaruh vitamin dan obat yang berikan.
Aris pun keluar dan memeriksa semua pesan dari Imanuel dan juga Sugik.
pak Mun datang saat pas terdengar suara adzan isya', "baru pulang Mbah? bagaimana yang ikut ngaji banyak?"
"Alhamdulillah banyak yang datang dan mendoakan le," jawab pak Mun yang duduk di samping Aris.
"selama Aris pergi tak terjadi apapun kan Mbah, karena Aris takut melihat kondisi Ayu yang begitu lemah," kata Aris.
"Alhamdulillah tak ada, dia hanya sedikit terlalu aktif, Bu bidan juga sudah memberikan catatan tentang apa saja yang boleh di makan istrimu, jadi kamu tenang ya," kata pak mun.
"baiklah Mbah," jawab Aris.
di dalam kamar ayu merasa perutnya tiba-tiba sakit. dia pun memegangi perutnya.
"mas!!!" teriak Ayu.
Aris dan pak Mun yang mendengar pun langsung bergegas masuk, ayu sudah dalam posisi bersujud untuk menahan rasa sakit itu.
"aku rasa, perutku sangat sakit, dan aku seperti mau mati," jawab ayu.
"bawa ke rumah sakit, takut ada apa-apa," panik pak Mun.
akhirnya Aris mrngendong ayu, pak Mun membawa infus di tangannya, mereka pun langsung bergegas pergi ke rumah sakit.
sesampainya di rumah sakit, dokter memeriksa kondisi dari Ayu dan memutuskan untuk melakukan operasi.
Aris dan pak Mun lemas mendengar ucapan dokter, yang mengatakan jika ada kelainan pada plasenta.
jadi untuk menyelamatkan ibu dan bayinya, ayu harus melakukan operasi sesar.
akhirnya setelah dua jam operasi, bayi kecil itu lahir ke dunia tapi bobot saat lahir hanya sekitar satu koma delapan kilogram.
Aris pun melihat bayi perempuan itu begitu mungil dengan tubuh merah, bayi itu belum menangis saat setelah dilahirkan.
dokter sudah melakukan segalanya, tapi bayi itu tetap tak menangis, Aris pun mendekat dan menangis melihat putri kecilnya itu.
"Mbah, tolong adzani putriku, aku tak sanggup melihat kondisinya," mohon Aris dengan suara gemetar
__ADS_1
"iya le," jawab pak Mun.
pria itu mulai mengumandangkan adzan untuk cicitnya itu, setelah iqomah selesai di lantunkan.
tiba-tiba bayi itu menangis cukup keras dan membuat semua orang tersenyum senang.
akhirnya bayi kecil itu di bawa ke ruang khusus terlebih bayi Aris dan ayu harus berada di inkubator untuk beberapa waktu.
ayu juga sudah di pindahkan ke ruang ICU, dan ibu Syamsir yang menjaga Ayu selama di rumah sakit. karena harus keluarga perempuan yang menjaga di ruangan khusus itu.
Aris selalu berdiri di depan ruang NICU melihat bayinya yang berjuang untuk kuat.
ada beberapa bayi yang juga berada di ruangan itu, tapi hanya bayinya yang perempuan.
"nak, berjuanglah demi kami ya, saudara mu sudah menyerah, dan tolong jangan buat mama mu kehilangan lagi," human Aris sambil menghapus air matanya.
Sugik dan Eko datang untuk melihat kondisi dari bos mereka. terlihat Aris begitu buruk.
malam itu mereka tak bisa tidur dan memilih begadang karena takut jika Ayu membutuhkan sesuatu.
beruntung Bu Syamsir memiliki pengalaman yang begitu banyak, pasalnya beliau pernah melahirkan secara normal dan sesar.
ayu sudah sadar dan sedang berbincang dengan Bu Syamsir, wanita itu terus membesarkan hati dari ayu.
"apa aku orang tua yang buruk Bu, hingga bayiku harus di lahirkan sebelum waktunya?" tanya ayu dengan lirih.
bukan begitu nak, hanya saja kamu mengalami pre-eklampsia jadi dokter harus membuat pilihan ini," jawab Bu Syamsir
besok Feli dan Bu Edi akan membuat berkat, untuk acara brokohan bayi ayu dan Aris.
semua warga pun tak sabar terlebih bayi itu lahir prematur, Aris datang bersama dengan Sugik.
keduanya datang, dengan Aris yang menggendong dan memandikan Ari-ari dari putrinya itu.
Aris mengikuti semua yang di ajarkan oleh oleh pak Edi, pasalnya Aris benar-benar tak tau sedikitpun
setelah itu Aris mengumandangkan azan dan batu menutup lubang yang di tanam ari-ari dari bayinya.
pak Mun sudah menyiapkan sebuah lampu lima Watt untuk menerangi tempat itu.
Bu Edi datang membawa bunga dan menaburkan garam kasar di keliling lubang itu agar tak ada mahluk yang menganggu.
Aris kembali ke rumah sakit dan dia di perbolehkan untuk melihat istrinya.
__ADS_1
Aris pun memeluk ayu saat bisa melihat istrinya lagi, dia begitu bahagia karena sudah menjadi ayah.