
Sugeng pun memohon ampun dan berjanji akan mengembalikan Semua uang yang dia ambil dari juragan Aris.
para warga pun merasa geram, soalnya Sugeng yang di percaya oleh juragan Aris, malah berani menyelewengkan bantuan itu.
"baiklah, besok jika kamu tak mengembalikan semua bantuan yang aku berikan pada yang berhak, aku akan membuat mu tau siapa aku yang sesungguhnya," ancam Aris.
"baik juragan," jawab Sugeng.
"bapak-bapak semua jadi saksi, besok sampai jam empat sore, pria ini tidak mengembalikan uang kalian, cari saya biar saya dan anak buah yang menyelesaikannya, dan jika dia berani kabur, akan ku gantung kepalamu di gapura masuk desa," ancam Aris.
"baik juragan," jawab semua orang.
Aris dan Sugik pun memutuskan untuk pulang, dan besok mereka harus menjelaskan semua.
terlebih pria itu adalah pilihan Eko, dan Aris tak mau akan ada kejadian seperti ini lagi.
dia sampai di rumah dan langsung membersihkan diri, terlihat ayu sudah tertidur tanpa mengenakan selimut.
dia pun mengusap kepala dari istrinya dan kemudian merebahkan diri di samping istrinya itu.
__ADS_1
keesokan paginya, Sugik bangun dan mendengar suara ribut di luar, ternyata adiknya Feli sudah membuat sarapan.
"Abang sudah bangun, sarapan dulu yuk, kebetulan aku sudah buat sarapan tadi, oh ya aku nanti berangkat bareng ya, soalnya kemarin kan sore takut nyasar," kata Feli yang merapikan semua masakannya.
"gak usah takut, rumah bos itu mudah, cari rumah besar dengan gaya modern," pesan dari Sugik.
"alah nganter aja kok males to ya, ayolah bang, anterin ya," mohon Feli.
"baiklah-baiklah nanti abang antar, tapi sekarang buatkan kopi dulu, ingat jangan kebanyakan gula," kata Aris berpesan.
"siap bang, sekarang Abang mandi gih," usirnya.
jadilah Aris yang menyiapkan makanan, ayu turun saat suaminya itu sudah memanggilnya.
"sayang cepat duduk, minum susu milik mu, dan setelah itu kita sarapan," kata Aris yang menata nasi goreng.
"mas masak ini semua?" tanya Ayu tak percaya.
"iya, di cicipi ya, tenang gak sampai bunuh orang kok, ini juga ada nugget ayam juga, Ayo di makan sayang," kata Aris.
__ADS_1
Ayu pun memasukkan makanan itu ke mulutnya ternyata rasanya sangat enak menurutnya.
Aris pun merasa senang jika ayu menyukai masakan yang dia buat, jadi tak sia-sia dia berusaha dari pagi.
setelah selesai makan, ayu kaget melihat cucian piring yang menumpuk, pasalnya Aris mengunakan begitu banyak alat dapur.
ayu langsung membereskan kekacauan yang di buat suaminya itu, "sudah sayang biar aku saja, ini kan ulahku," kata Aris yang datang ke dapur.
"tidak perlu, tuh sudah selesai kan cuci piringnya, mas siap-siap gih, bukannya mau ke kecamatan ya," kata Ayu.
"baiklah aku pergi ya," pamit Aris mencium pipi, kening dan bibir istrinya sebelum pergi.
ayu hanya mengeleng saja melihat tingkah suaminya, setelah Aris pergi Feli datang membawa pepes ikan bandeng.
ayu pun senang pasalnya dia sedang makan itu dan sangat kebetulan.
sedang di perjalanan menuju ke kecamatan, Aris tak tau jika pendukungnya sudah ada di kantor kecamatan, saat dia sampai dia kaget melihat pendukungnya.
Aris pun meminta doa dan menyuruh mereka pulang agar tak menganggu ujian, tak lupa dia juga meminta mereka menunggu di gudang miliknya.
__ADS_1
ya tempat itu akan di jadikan tempat basecamp untuk kumpul semua pendukung Aris, karena kebetulan di sana sedang tak menjemur jagung atau padi.