
Eko keluar dengan sedih, Aris langsung menghampiri Eko, "ada apa ko?"
"pantas bidan menyuruhku untuk ke rumah sakit, ternyata kandungan dari Ambar tak sempurna, dia hamil di luar kandungan, dan sekarang harus operasi," jawab Eko.
"terus bagaimana, sekarang yang terpenting adalah kesehatan istrimu?" kata Aris.
"juragan benar, aku sudah menyetujui untuk operasi di jalankan, dokter juga bilang jika masih ada banyak lagi kesempatan untuk hamil bagi Ambar," jawabnya.
"Alhamdulillah kalau begitu, lebih baik sekarang kami pulang dulu dan mengabarkan pada orang tua Ambar, kamu baik-baik ya disini," kata Aris.
"Iya juragan, terima kasih," jawab Eko.
Ayu dan Aris ke bagian administrasi terlebih dahulu sebelum pulang, dan membayar semua biaya rawat untuk Ambar, bahkan biaya operasi juga.
Aris mengajak istrinya itu pulang setelah selesai, Aris tak keberatan membayar semua karena Eko sudah seperti saudaranya.
sedang Ambar juga sahabat dari istrinya dari kecil, itulah kenapa mereka tak tanggung-tanggung.
"mas kasihan mbak Ambar ya, padahal anak itu adalah keinginannya," kata Ayu sedih.
"dek, rezeki, maut dan rezeki serta anak, itu semua adalah rahasia Allah," kata Aris.
"iya mas," jawab ayu.
Aris tau benar bagaimana perasaan eko saat ini, karena hal itu dia harus mencoba untuk membantu pria itu bangkit.
sesampainya di rumah, mereka memakirkan mobil Eko, dan memutuskan untuk pulang.
tak lupa mereka juga memberikan kabar pada kedua orang tua dari Ambar.
tapi mereka akan berangkat kembali setelah Aris dan Ayu mandi dan bersih-bersih.
mereka berangkat ke rumah sakit bersama, pasalnya Aris dan Ayu juga khawatir.
Aris membawa mobil miliknya, dan menjemput kedua orang tua Ambar kemudian berangkat ke rumah sakit.
terlihat Eko sudah berada di depan ruang operasi, saat melihat Aris, dia langsung memeluk pria itu.
"tenang Eko, Semuanya akan baik-baik saja, tak perlu setakut ini, kita semua berdoa untuk Ambar ya," kata Aris.
"iya juragan, ya Allah..." tangis Eko.
orang tua Ambar pun ikut sedih pasalnya Eko terlihat begitu rapuh, padahal dia adalah pria yang selalu terlihat ceria dan baik.
__ADS_1
tapi sosok Eko saat ini sangat menghawatirkan, Aris terus menemani Eko.
tak lama Ambar sudah di bawa keluar, ternyata operasi sudah di lakukan sejak tadi.
"sekarang kalian harus terus berusaha dan berdoa untuk meminta buah hati, aku yakin jika kamu pasti bisa, kamu harus tegar, jika kamu lemah, bagaimana bisa Ambar menjalani setelah tau Semuanya," kata Aris.
"iya bos, terima kasih," jawab Aris.
mereka semua duduk di luar ruang ICU, karena Ambar masih dalam tahap pemulihan pasca operasi.
Sugik datang membawa makanan dan cemilan, tapi mereka heran ada gadis yang di ajak oleh pria itu.
"maaf ya, saya baru tau jika ada kejadian seperti ini, " kata Sugik.
"iya tidak apa-apa nak, oh siapa di samping mu itu?" tanya ibu dari Ambar.
"itu hanya temen," jawab Sugik.
Bella dan Ayu nampak begitu akrab, terlebih mereka membahas masalah kehamilan.
ya ayu yang sedang hamil masih belajar semua tentang apa dan tidak boleh yang di lakukan saat sedang hamil.
Ambar sudah sadar, dan Eko memanggil ibu mertuanya, karena Ambar ingin bertemu.
"tenang bro, kamu kuat dan aku yakin kok kalian akan bisa melewati ini Semuanya," kata Sugik.
"iya terima kasih," kata Eko.
semakin malam, mereka pun pamit pulang, terlebih Ayu juga butuh istirahat.
Aris pamit, dan besok mereka akan datang lagi, terlebih setelah di pindahkan ke ruang rawat biar nyaman saat ada yang menjengguk wanita itu.
Aris dan Ayu mengikuti motor dari Sugik yang pulang terlebih dahulu, bahkan saat di daerah yang cukup sepi.
ada beberapa motor yang memepet kendaraan Sugik, dan mereka menghentikan Sugik dengan cara menendang sepeda motor milik pria itu.
"sayang apapun yang kau lihat jangan bangun dari kursi, ingat jangan sampai mereka tau," pesan Aris
Ayu langsung menurut, dan tidur setelah Aris turun dan membantuk Sugik.
"woi.... apa ini!!" bentak Aris.
"sialan, ternyata pria itu sudah membawa teman, tapi mereka cuma berdua, jadi kita singkirkan mereka setelah itu baru kita bersenang-senang dengan wanita itu," kata para preman itu.
__ADS_1
"kita lihat siapa yang mati terlebih dahulu," kata Sugik.
Aris dan Sugik langsung menghajar mereka semua dengan membabi buta.
Aris bahkan menghancurkan kaki dari semua orang itu, pria yang memegangi Bella pun gemetar.
pasalnya dua pria itu sangat kejam, Ayu terus menutup telinganya saat mendengar suara teriakan.
suara itu begitu pilu, "jadi sekarang katakan siapa yang menyuruh kalian, atau kamu ingin bertemu malaikat maut," kata Aris.
"baik-baik aku katakan, kami di suruh pak Suratman untuk menyakiti pria yang sedang dekat dengan putrinya, karena dia ingin putrinya itu menikah dengan juragan Widodo dari kampung sebelah," jawab pria itu ketakutan.
"ya tuhan, pria tua busuk itu lagi, bilang padanya, jika berani menyentuh orang juragan Aris, aku akan membuatnya langsung masuk ke dalam liang lahat, ingat itu!" bentak Aris keras.
"baik juragan, maaf..." tangis pria itu ketakutan hingga terkencing-kencing.
pasalnya dia baru tau jika orang yang berdiri di depannya adalah juragan Aris yang terkenal kejam tanpa ampun.
"kenapa masih disini, pergi!!" teriak Aris.
pria itu pun langsung kabur, pasalnya dia takut jika harus berakhir seperti teman-temannya.
dia pun bergegas menghampiri orang yang menyuruhnya, sedang Bella terlihat begitu takut.
"ajak dia ke dalam mobil, biar ayu bersamanya, sekarang bawa aku ke rumah gadis itu," kata Aris.
"baik bos," jawab Sugik.
dia pun menuntun menuju rumah Bella, ayu turun dan langsung duduk di sebelah Bella.
Aris tak percaya harus menghadapi pria busuk itu, pasalnya pria tua Bangka itu terus mencari wanita untuk di jadikan istrinya.
dia juga terkenal kaya, tapi tanpa orang tau, Aris bisa saja menghancurkan pria itu, terlebih dia memegang semua surat-surat sawah yang sudah di gadaikan Padanya.
mobil sampai di rumah Bella, dan terdengar suara teriakan dari ibu Bella dari dalam rumah.
mereka pun bergegas menghampiri, ternyata pria tua itu datang bersama ayah dari Bella.
"wah si cantik sudah datang, sekarang kamu harus ikut dengan ku, jika tidak aku bisa menyakiti ibumu," kata juragan Widodo.
"apa maksud mu itu tua Bangka, kamu ingin apa? coba katakan lagi aku kebetulan tak dengar," kata Aris yang merangkul Ayu.
"juragan Aris..." kaget pria itu gemetar.
__ADS_1