
"om terima kasih, Firza tau kok jika kami di buang oleh ayah, karena ayah di cari teman-teman judinya di kampung," kata Firza yang memberanikan diri muncul.
"tidak apa-apa nak, kalian tinggal di sini dulu ya," kata Ayu.
"jadi bos mau bagaimana?" tanya Sugik.
"dia tak mungkin kita adopsi karena kita sudah akan memiliki anak, aku bisa menjamin semua pendidikannya, tapi tinggal di sini aku takut ayahnya akan datang dan membawa mereka, dan di jual ke tempat ilegal," kata Aris.
"saya mohon om, saya bisa jadi pembantu di rumah ini, tapi jangan biarkan ayah tiri kami membawa kami, terutama Zahra karena dia sering memukul kami," mohon Firza yang mulai terisak sambil memohon di kaki Aris.
"tidak akan nak, selama ada om kalian akan mendapatkan perlindungan," jawab Aris.
*****
keesokan harinya, Feli datang membawa semua kebutuhan dari dua bocah itu.
terlebih Sugik sudah menceritakan segalanya, dan Eko yang mengurus pendidikan mereka.
"assalamualaikum adek cantik," sapa Feli yang datang membawa dua kresek besar.
"waalaikum salam, Tante ada tamu," kata gadis itu yang langsung berlari ke arah ayu dan bersembunyi di balik tubuh wanita itu.
"itu mbak Feli yang nemenin Tante selama ini, Zahra tak usah takut karena mbak Feli baik loh," jawab Ayu.
"baik ya Tante, halo kakak..." sapa gadis itu dengan lucunya.
"halo sayang, uh kamu lucu sekali, ini mbak aku bawa semua pesanannya," kata Feli menunjukkan dua kantong kresek itu.
sedang Aris sudah membawa Firza untuk menemui pak lurah dan berembuk apa yang terbaik.
dan akhirnya mereka berdua akan di ikutkan dalam kartu keluarga milik Aris.
bahkan Firza juga sudah di pilihkan sekolah yang bagus untuk menuntut ilmu.
Aris memang tak keberatan merawat dan membiayai kedua anak itu, terlebih ayu juga dengan senang hati membantu.
__ADS_1
Ayu pun memperlakukan mereka dengan sangat baik, tapi pak Mun datang bersama pak Syamsir untuk memberikan opsi terbaik.
itu demi kebaikan kedua anak itu, "bagaimana jika titipkan mereka ke tempat Imanuel, disana mereka bisa tumbuh baik dan bisa mendapatkan semua fasilitas nomor satu,"
"Mbah datang," kata Ayu mencium tangan kakeknya itu
"iya nduk, Mbah datang setelah tau semuanya, dan Mbah juga sudah menelpon pria itu," kata pak Mun.
"bagaimana ya Mbah, tapi mereka masih terlalu kecil, bukankah itu akan jadi masalah," tanya Aris.
"tentu saja tidak Aris, dia itu adalah orang terbaik kepercayaan orang tuamu, dan aku juga yakin jika dia bisa menjaga mereka berdua dan membesarkan mereka dengan baik, jika mereka tetap di sini takutnya ayahnya datang dan menyakiti mereka, mungkin jika kalian pas berada bersama mereka tak apa, tapi bagaimana jika dia datang pas mereka sendirian," kata pak Mun
"bagaimana Firza kamu mau?" tanya Aris karena kehidupan ini milik kedua anak itu.
"iya om, kami mau asal ayah tak bisa menemukan kami lagi," jawab bocah kecil itu.
"baiklah besok aku akan membuatkan paspor dan visa untuk mereka, dan setelah itu aku sendiri yang akan mengantarkan mereka ke California," jawab Aris.
"baiklah, biar istri mu Mbah jaga bersama yang lain," jawab pak Mun.
setelah seminggu akhirnya semua pun beres, dan hari ini Aris sudah berangkat ke California untuk mengantar kedua bocah itu.
ya Aris adalah keturunan dari darah jawa dan arah Amerika itulah kenapa keluarganya banyak yang di negara itu.
ayu pun di temani Feli dan Mbah mun, sedang Sugik menyiapkan semua keperluan pernikahan bersama dengan Diani.
siang itu mereka sedang berada di sebuah penyewaan perlengkapan pesta.
Diani masih sedikit cangung karena mereka berangkat cuma berdua, "jadi model pelaminan seperti apa yang di inginkan?" tanya pemilik tempat itu.
"saya suka putih, dan adat Jawa saja," kata Diani
"kalau putih mending modern Diani, kalau adat kita ambil adat pernikahan Jawa tengah saja," jawab Sugik.
"seperti itu, kalau mas Sugik ingin yang mana?" tanya Diani
__ADS_1
"aku suka adat Jawa untuk sekarang dan untuk ngunduh mantu kita akan mengenakan adat Banjar," kata Sugik.
"apa akan ada pesta lagi?" tanya Diani
"tentu, pesta di rumah orang tuaku jadi kamu tak perlu kaget begitu, karena aku adalah anak pertama" jawab Sugik.
"iya mas aku mengerti," jawab Diani.
akhirnya mereka sepakat mengambil paket adat Jawa tengah untuk pernikahan.
setelah itu mereka memilih melihat sovenir dan yang lainnya, Diani memilih sovenir yang cukup sederhana tapi selalu di butuhkan di dapur yaitu mangkok.
dan nanti juga akan ada kue di dalamnya, setelah semua selesai Sugik mengajak calon istrinya itu mampir ke tempat ayu dulu.
pasalnya wanita itu pasti butuh teman, tapi saat mereka datang dan berkumpul di sana.
bahkan terlihat mereka semua sedang tertawa bahagia, bahkan beberapa wajah sudah cemong.
"selamat siang semuanya,"salam Sugik.
"loh calon pengantin datang, ayo kemari kita sedang main karambol dan Feli dari tadi curang nih," kata Bu Edi.
"tidak kok, aku tidak curang bu Edi saja yang gak bisa mainnya," kata Feli.
"wah kamu menghinaku," kat Bu Edi.
"sudah-sudah orang main begini saja kok sampai mau rame, malu itu masa nak Diani," kata pak Mun.
semua pun tertawa, dan sore itu mereka berkumpul di sana, Aris pun tak lupa memberikan kabar melalui pesan.
Aris akan menetap di sana selama seminggu karena ingin melihat kedua anak itu di tempat baru, terlebih semua juga asing untuk mereka berdua.
ayu pun tak mempermasalahkan ha itu dan meminta Aris menjaga diri selama jauh darinya.
Aris juga mengirimkan ucapan cinta pada ayu, dan membuat istrinya itu merasa jadi wanita paling beruntung karena memiliki Aris sebagai suaminya.
__ADS_1
dan seperti biasa malam itu desa nampak tenang, tapi kehilangan terbesar terjadi saat Mbah sun menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit lamanya yang kambuh.