
acara lamaran akan segera di mulai, ayu pamit masuk kedalam kamar Ambar.
gadis itu nampak sangat cantik, keduanya pun berpelukan dengan erat
"aduh akhirnya... mbak Ambar menikah dengan mas Eko, ciye calon ibu juragan lele," ledek Ayu.
"iya dong sayang, terus kamu kapan nyusul," tanya Ambar dengan senyum merekah.
"doakan saja ya mbak, gak lama sepertinya," jawab Ayu
"memang masih ada yang mau setelah kejadian men-ji-jik-kan itu, ih... aku yakin dia itu pasti orang bodoh," kata bude dari Ambar yang menang memiliki mulut lemes.
"memang kejadian apa bude, kok saya tak ingat ya, apa itu menyangkut saya?" tanya Ambar penasaran.
"tanya saja sama kakek mu itu, tak ku kira kalian begitu berani melawan keluarga Agus sampai sebegitu mudahnya, dia tak bersalah," tambah wanita itu.
"sudah tutup mulutmu, sudah tak perlu di dengar kan Ayu, bude Kholis itu memang bermulut pedas," kata ibu dari Ambar
"iya bu," jawab ayu.
tak lama terdengar suara petasan yang menandakan rombongan dari Eko datang.
Aris sebaik lihat berdiri mendampingi Eko, acara pun langsung menuju ke area dalam.
di dalam rumah di adakan acara demi acara, akhirnya acara tukar cincin pun di laksanakan.
Eko nampak terus tersenyum begitu pun Ambar, suasana begitu bahagia terasa.
"bos, sebagai orang yang sudah aku anggap begitu penting, kasih sepatah dua patah dong, sambutan atau pemberian tentang upah juga boleh," kata Eko yang langsung dapat pukulan dari Aris.
"selamat siang semuanya," kata Aris mengambil microfon untuk mulai berbicara.
__ADS_1
"selamat siang," jawab semua orang.
"juragan mau tidak dengan putriku, dua sangat cantik loh, kebetulan juga masih lajang," kata bude dari Ambar.
"dek, bude mu cari mati, kenapa ngomong begitu," bisik Eko pada Ambar.
"tidak tau mas, bude memang seperti itu kalau ngomong ceplas-ceplos," jawab Ambar.
"tidak perlu karena saya sudah punya calon sendiri, di kesempatan kali ini saya akan memberitahukan pada semua warga desa. jika bulan depan sebelum puasa, saya akan menikah dan semua warga di undang, dalam pesta resepsi yang akan di adakan g
dua hari," kata Aris mengejutkan semua orang.
"bos calon istrinya siapa? orang gak pernah gandeng cewek," refleks dari Eko.
"Alhamdulillah, saya akan menikahi Ayu, karena saya sudah menyukainya sejak dari lama," jawab Aris dengan begitu senang.
Ambar pun tak mengira jika Ayu benar-benar berhasil menaklukkan hati seorang juragan dingin seperti Aris.
"Alhamdulillah... kalau begitu semua warga harus ikut membantu persiapan hajatan, karena ini adalah demi juragan Aris yang banyak berjasa dalam membangun desa kita?" kata pak Kasun.
"iya pak polo, kami setuju," jawab semua warga.
akhirnya acara pun di lanjutkan dengan makan-makan, dan kemudian di akhiri tapi masih banyak orang yang memilih tinggal dan berbincang dengan hangat.
ayu masih duduk bersama Ambar dan keluarganya, ada beberapa ibu-ibu yang tak suka jika Ayu akan menjadi istri dari juragan Aris.
pasalnya juragan tampan itu tak pantas dengan gdis yang pernah di nilai oleh Agus, karena bisa menghancurkan nama baik dari juragan.
"pasti si ayu itu pakai susuk atau pakai pelet, gak mungkin jika tak pakai begitu mana mau juragan dengan gadis norak kayak ayu, lagi pula dia mudah melakukan pelet orang tiap hari mepet juragan Aris terus," kata ibu rempong.
"benar tuh, lihat saja kalau pagi, pasti selalu datang bawa nasi, gak mungkin gak ada jampi-jampi, orang keluarga mereka yang miskin dari dulu, lihat saja ibunya yang juga pembawa siap, aduh kasihan juragan Aris kalau sampai menikah sama gadis siap begitu, keturunan orang gak bener tuh," kata ibu yang lain.
__ADS_1
"so pasti Bu,kalau gak, mana mungkin dia tinggal di desa kecil begini, orang yang saya tau dulu ayahnya yang tentram itu adalah putra dari keluarga kaya, sayang saja ke pelet sama ibunya ayu makanya jadi miskin terus mti muda, kasih ya," tambah yang lain.
ayu yang mendengarnya hanya bisa diam, bagaimana tidak dengar orang mereka membicarakan tentang semu itu dengn nada sura yang keras.
belum lagi tatapan sinis, sedang ibu dari Ambar yang tau kejadian yang sesungguhnya tak bisa membantah.
dia sudah terlalu lelah terus menjelaskan, di hany bisa menguatkan Ayu sebagai putrinya sendiri
"yakinlah ayu, Allah tak tidur, dan sekarang waktunya kmu bahagia, biarkan saja orang ngomong apapun yang di inginkan,selama itu tak benar, maka akan diam sendiri," kata ibu Ambar.
"iya Bu, saya juga tau, lebih bik menutup telinga dari pada membungkam mulut orang yang terlalu sering menghina, anggap saja anjing menggonggong kafilah berlalu," jawab Ayu yang masih mencoba tersenyum menghadapi semuanya.
setelah acara lamaran usai, ayu pulang bersama pak Mun dan Aris, keduanya memilih berjalan kaki.
ternyata di rumah ayu sudah ada motor arus yang tadi di antar orang kepercayaannya.
"juragan apa yakin mau menikah dengan saya?"
"sudah ku bilang Ay, panggil mas bukan juragan, aku sudah memilih mu dan tak ada satu orang pun yang mampu menggoyahkannya, jadi percayalah padaku," kata Aris.
"tapi kasta kira berbeda, kesenjangan juga sangat jauh, masih banyak wanita yang lebih dari saya," lirih ayu.
"tapi aku tak mencintainya, aku tak butuh harta ayu, aku hanya butuh kamu yang menemaniku, dari aku membuka mataku hingga tertidur saat aku lelah, hany ingin meliht mu dalam setiap lelah ku," kata Aris yang mencoba menyakinkan gadis itu.
akhirnya ayu pun kembali mantap untuk menjadi istri dari Aris, sedang pak Mun membisikkan sesuatu pada Aris.
pria itu nampak geram dan langsung menyentuh kepala Ayu, "aku bersumpah akan membereskan siapapun yang berani menghina mu dan meragukan cintaku, aku buat dia tau siapa aku," kata Aris bersumpah.
...*********...
halo author lagi ada lebaran ketupat di desa, jadi hanya bisa up satu episode, tunggu besok ya, mohon maaf lahir batin....
__ADS_1