Aku Padamu, Juragan Aris

Aku Padamu, Juragan Aris
parasit lagi


__ADS_3

Aris dan Ayu sampai di gudang tempat penyimpanan gabah dan jagung miliknya.


dia tak lupa membawa makanan somay sebelum pulang tadi, ayu benar-benar menikmati suasana berdua bersama suaminya.


"kamu gak Kenapa-kenapa ya ikut ke gudang," tanya Aris.


"tak masalah mas, daripada di rumah aku sendirian," jawab Ayu.


"baiklah sayang, pak Edi tolong bagikan semuanya," kata Aris memberikan kresek merah itu.


semua pun kaget melihat makanan yang baru mereka lihat itu, tapi saat memakannya semuanya pun merasa senang.


sedang Ayu yang makan di dalam ruangan bersama Aris dan Sugik, bahkan wanita itu sangat suka pare.


"Bu bos itu tidak pahit?" tanya Sugik.


"enggak kok, ini sangat enak terlebih makanya bareng batagor ini," kata ayu.


"sayang kamu bisa gendut loh," kata Aris menggoda istrinya.


mendengar ucapan Aris, ayu langsung menghentikan mengunyah dan menaruh sendok miliknya.


"aku kenyang," kata ayu sambil menunduk.


dia sadar jika dia sudah naik lima kilo baru hamil empat bulan, dan pipinya juga makin berisi.


"loh kok gitu, makan saja sayang, aku cuma bercanda, kamu gemuk atau kurus aku tetap cinta, dan bentuk tubuh mu yang sekarang itu enak untuk di peluk," jawab Aris.


"tapi aku memang sudah gemuk nas, maaf ya .. aku pasti jelek," kata Ayu dengan sedih.


"tidak sayang, maafkan aku yang hanya bercanda, tolong jangan sedih begini ya," mohon Aris yang merasa bersalah.


ayu langsung berdiri dan mengambil air minum dingin, pasalnya dia sudah tak ingin makan lagi.


"baiklah, aku juga tak akan makan, biarkan aku akan kelaparan, padahal kamu tau aku tak bisa kelaparan," jawab Aris yang juga tak ingin makan lagi.

__ADS_1


"jangan begitu dong mas, sini aku suapin ya," kata Ayu memohon.


"tidak mau jika kamu tak makan juga," kata Aris dingin.


"baiklah, aku akan makan juga," jawab ayu yang langsung menyuapi suaminya.


dan Aris memastikan jika istrinya itu juga makan, dan tak membiarkan ayu berhenti.


setidaknya dia bisa ikut membesar bersama istrinya, karena bagi Aris kesehatan ayu dan bayi mereka lebih penting.


setelah selesai, para pegawai kaget melihat sebuah motor datang, ada seorang pria dan seorang gadis datang ke gudang untuk mengantar gorengan.


"maaf juragan, ada seorang pria dan seorang wanita datang," kata pak Edi.


"eh siapa, kamu di sini saja ya sayang, ayo Sugik," ajak Aris.


keduanya keluar dan melihat siapa tamu yang datang itu, "wah siapa ini, ternyata pak Yadi, ada apa ini, kok tumben datang bertamu?" kata Aris.


"wah juragan Aris terlalu berlebihan, aku hanya ingin berkunjung, oh ini ada gorengan untuk kalian," kata pria itu memberikan kotak itu.


"wah terima kasih, kalau boleh tau ada apa?" tanya Aris yang tak suka melihat pria itu berlama-lama.


"aku hanya ingin membicarakan kerjasama kita, sebentar lagi aku panen, jadi bisakah anda yang mengambil semuanya," kata pak Yadi.


"loh bukankah biasanya yang ambil itu keluarga dari juragan penggilingan padi di desa sebelah ya, kenapa tiba-tiba kok berubah jalan," kata Aris.


"ya itu benar, tapi harga dari mereka sedikit rendah tahun ini, dan kita sudah bekerja sama dengan baik untuk jual beli jagung, jadi siapa tau kita bisa bekerja sama di hasil panen lain?" kata pria itu.


"sepertinya belum butuh pak, karena persediaan gabah kami juga sangat cukup, terlebih aku juga panen dari sawah sendiri sudah kuwalahan,", jawab Aris.


"ah seperti itu... tapi ngomong-ngomong bisakah kami mampir ke rumah, aku belum pernah ketemu nyonya juragan," kata pak Yadi tersenyum.


"maaf pak, tidak bisa karena dia sedang berada di rumah kakeknya, jadi lain kaki saja," jawab Aris berbohong.


dia tau jika dia tak bisa mempercayai pria itu karena dia terkenal cukup nekat dan jahat.

__ADS_1


terlebih beberapa putrinya berhasil menikahi suami orang, dan mereka semua sangat kaya.


entah apa yang di lakukan hingga pria-pria yang hebat dan kaya yang tinggal di kota itu,bisa mau dengan gadis kampung yang bahkan hanya lulusan SMP Semuanya.


itulah kenapa meski Aris bekerja sama dia tetap menjaga batasan, bahkan sering berusaha ingat pada istrinya.


karena saat mereka fokus pada anak dari pak Yadi, bisa-bisa bahaya karena bisa saja mereka malah jatuh cinta seperti orang gila.


Aris memukul kepala Sugik saat pria itu tanpa sadar memandang gadis yang tersenyum kearahnya.


Sugik pun sadar, pak Yadi pun pamit setelah tak bisa membujuk Aris, bahkan setelah bersalaman.


Aris langsung mencuci tangannya, terlebih dia juga tak mau ada apa-apa, bahkan dia meminta beberapa orang untuk menyiramkan air garam di depan gudang.


Ayu ingin keluar, tapi Aris melarangnya, pasalnya dia tak ingin ada apa-apa pada istrinya.


saat memastikan semuanya baik-baik saja, Aris pun mengajak istrinya pulang.


ternyata pria itu belum sepenuhnya pergi, tapi Aris tak peduli dan bergegas mengajak istrinya pulang.


"dek masuk dan jangan keluar apapun yang terjadi, ku mohon dan jika ada yang aneh padaku, tolong telpon mas Raka dan Mbak Wulan ya," perintah Aris.


"baik mas," jawab Ayu yang langsung masuk kedalam rumah.


dia langsung menghubungi Raka dan Wulan, karena dia tau jika dari pesan Aris itu penuh dengan isyarat.


karena Raka yang kebetulan ada di kuat, dia langsung menuju ke rumah Aris.


Yadi dan putrinya datang ke rumah Aris, "aduh juragan Aris kenapa bohong, padahal kami cuma ingin berkenalan dengan istrinya loh," kata pak Yadi.


"maaf dia sedang kurang enak badan, terlebih ini juga surup, tidak baik jika istri saya masih di luar," jawab Aris.


pria itu mulai membaca beberapa ajian, tapi dia kaget saat ada sebuah tangan menepuknya.


"wah pak Yadi mau melet siapa, sini aku juga mau belajar, karena ilmu anda sangat berguna sepertinya," kata Raka yang menghentikan pria itu

__ADS_1


sedang Aris kembali sadar setelah kena ajian itu, dan beruntung Raka susah datang ke rumahnya.


__ADS_2