
"Apa kalian sengaja menyuruh kami menonton adegan 21+ kalian ?" ucap Armand yang sedang berdiri di ambang pintu bersama Angel.
Dannis yang mendengar protes Armand nampak terkekeh, ia sebenarnya sudah tahu kalau Armand dan Angel akan menjenguk istrinya. Karena sebelumnya Armand sudah mengabarinya kalau sudah berada di rumah sakit tersebut.
Beruntung ada istrinya yang baru selesai mandi dan sedang berdiri di depan cermin jadi dia sengaja bersikap mesra agar Armand dan Angel melihatnya. Terutama Angel, biar wanita itu tidak bersikap ganjen lagi padanya untuk selanjutnya.
"Oh kalian sudah datang, ayo masuk !!" perintah Dannis, tangannya masih memeluk erat pinggang istrinya.
"Angel ?" teriak Aline terkejut.
"Aline, Aline gunawan ?" ucap Angel tak percaya.
Armand dan Dannis saling berpandangan. "Kamu mengenalnya sayang ?" tanya Dannis.
"Dia dulu teman sekolahku." ucap Aline datar tanpa ekspresi.
"Aline, aku minta maaf ya dulu sering membully mu." ucap Angel dengan menyesal.
"Jadi dulu kamu sering di bully sama dia sayang ?" tanya Dannis dengan menahan amarah.
"Itu dulu sayang, sewaktu aku masih berpenampilan cupu. Lagipula hampir satu sekolah juga membully aku kecuali Dewa."
"Maaf ya Aline, aku tidak tahu waktu itu kalau kamu itu Aline gunawan anak dari pengusaha yang terkenal itu." sesal Angel.
"Astaga Angel, tak ku sangka kamu dulu jahat banget." ucap Armand.
"Aku sudah berubah Ar, aku tidak seperti dulu lagi." sanggah Angel.
"Tidak apa-apa kok, semua sudah berlalu. Aku jadi tahu mana teman yang benar-benar ikhlas dan nggak." ucap Aline dengan senyum manisnya.
"Kamu memang istriku yang terbaik sayang." puji Dannis sembari mengecup bibir istrinya sekilas.
Melihat kemesraan dua orang yang sedang duduk di sofa depannya itu Armand dan Angel hanya menatapnya tanpa ekspresi.
"Pantas saja tidak mempan ku rayu, ternyata istri Dannis Aline. Selain cantik dan polos, Aline juga anak orang terkaya di kotaku." batin Angel.
"Aku termasuk teman yang ikhlas nggak ?" ucap Sofia ketika baru masuk ke dalam ruangan tersebut bersama Sam suaminya.
"Sofia." teriak Aline ia berdiri menghampiri Sofia dan memeluknya.
"Aku sangat merindukan mu." ucap Sofia yang masih belum melepaskan pelukannya.
"Aku juga merindukan mu, ayo duduk." ajak Aline agar sofia duduk di sofa sebelahnya.
"Habis melahirkan pun kamu masih terlihat seperti anak-anak Al." ucap Sam.
"Iya aku bapaknya." sindir Dannis dan spontan membuat semua orang yang ada di sana terkekeh.
__ADS_1
"Tuan Sam, senang bertemu dengan mu lagi." sapa Angel dengan tersenyum manis, ia belum tahu kalau Sam dan Sofia sudah menikah.
Sofia yang melihat interaksi antara Sam dan Angel merasa cemburu. "Al, jika suami kita selingkuh kita apain Al ?" tanya Sofia bernada sindiran.
"Kita sunat habis ulernya." ucap Aline.
"Lalu pelakornya kita apain Al ?"
"Kita jadikan samsak tinju." ucap Aline lagi yang seketika membuat Armand tertawa nyaring kecuali Dannis, Sam dan Angel yang terlihat kesusahan menelan salivanya ketika mendengar ucapan Aline.
"Benarkan suamiku ?" ucap Sofia pada Sam sembari melirik ke arah Angel yang kebetulan juga sedang menatap padanya.
"I-iya sayang." jawab Sam sembari merangkul istrinya.
Begitu juga dengan Dannis, ia langsung merangkul istrinya dengan mesra. Sedangkan Angel hanya menunduk dengan wajah merona karena malu.
"Tuan Armand kapan menyusul kami untuk menikah ?" tanya Sofia basa-basi.
"Mungkin sebentar lagi." sahut Armand yang seketika membuat Angel menoleh padanya dan tersipu.
"Semoga saja calon istri tuan Armand berasal dari keluarga yang terhormat dan tidak murahan." ucap Sofia nyablak yang seketika mendapat tatapan tajam dari suaminya.
"Sorry bro, istriku kalau ngomong memang suka ceplas-ceplos." ucap Sam merasa nggak enak sama Armand.
"Biasa aja bro, calon istriku memang dari kalangan yang tak biasa." sahut Armand.
"Benarkah siapa ?" kali ini Dannis yang nampak penasaran.
Mendengar perkataan Armand membuat Angel seketika menatap pada Armand tak percaya. "Kenapa kamu tidak bilang kalau di jodohkan ?" tanya Angel kecewa.
"Aku sudah lama di jodohkan, hanya saja calon istriku masih belum lulus kuliah kedokteran dan bulan depan dia wisuda makanya Papa mendesak kami untuk segera menikah."
Melihat kekecewaan di wajah Angel, Aline dan Sofia nampak tersenyum jahat. "Lalu nona Angel kapan menikah ?" tanya Sofia menyudutkan.
"Segera, ya segera. Calon saya orang Indonesia, mungkin sebentar lagi saya juga pulang ke Indonesia." sahut Angel beralasan, ada perasaan gugup bercampur amarah yang kini ia rasakan karena terus-menerus mendapat sindiran.
"Benarkah, kok kamu baru bilang. Kalau begitu selamat ya. Aku juga berencana mengganti posisimu dengan seorang pria, karena calon istriku pencemburu." ucap Armand.
"Iya terserah kamu." sahut Angel.
Selang beberapa saat, seorang perawat masuk dengan mendorong kereta box bayi. "Apa ini keponakan tampanku ?" ucap Sofia sembari mengambil King dari dalam kereta tersebut, kemudian menciumnya dengan gemas.
"Astaga cakepnya seperti aku." celetuk Sam sembari mentowel-towel pipinya King.
"Enak saja, cakepnya seperti Papanya lah." Dannis menyombongkan dirinya.
"Bagaimana pun aku juga ikut andil boss." ujar Sam tak terima.
__ADS_1
"Kamu ikut andil apa sayang ?" tanya Sofia, ia memicingkan matanya ketika melihat suaminya.
"Kamu tahu nggak sayang selama Aline hamil, sebagian besar keinginan Aline aku yang penuhi. Dia jadi suami mana mau mengerti kemauan istrinya." sindir Sam.
"Astaga kamu perhitungan banget, sejak istriku hamil bonusmu tiap bulan bertambah dua kali lipat." jawab Dannis tak terima.
"Benar sejak aku hamil, berasa Sam yang jadi suamiku." kali ini Aline yang menimpali dengan raut wajah yang ia buat sesedih mungkin.
"Bukan begitu sayang, maaf ya. Kan kamu tahu sendiri bagaimana waktu itu aku harus membagi waktu ku bersama mu dan Leon. Aku janji mulai saat ini waktu dan hidupku cuma buat kamu." ujar Dannis merasa menyesal.
Ia tangkup kedua pipi istrinya dan ia beri sebuah kecupan, tak cukup mengecup ia melumπt bibir tipisnya.
Ehmmmmm
Ehhmmmm
Armand dan Sam saling berdehem ketika melihat kemesraan sepasang suami istri itu. "Sepertinya kita di sini di anggap sebagai patung." ucap Armand sembari berdiri dari duduknya
"Sorry bro kelepasan." sahut Dannis dengan senyum jahil.
"Lebih baik kita pergi saja." ujar Sam.
"Kenapa cepat sekali ?" protes Aline dengan wajah yang masih memerah.
"Biar kamu bisa melanjutkan yang tadi, mumpung baby King sedang tidur." goda Sofia hingga membuat pipi Aline semakin merona.
"Oh ya Al, ini buat baby King." Armand menyerahkan paper bag pada Aline, begitu juga dengan Sofia. Setelah itu mereka berpamitan untuk pergi karena hari sudah mulai siang.
"Sayang, kamu nggak ke kantor ?" tanya Aline.
"Nggak sayang, hari ini kan kita akan pulang. Bagaimana kalau kita lanjutkan yang tadi saja." ucap Dannis, tanpa menunggu jawaban ia sudah melahap dengan rakus bibir Aline.
"Sayang, nanti ada yang melihat." protes Aline ketika suaminya sudah membopongnya dan membawanya ke ranjang.
"Aku sudah menguncinya."
"Nanti anak kita bangun." protes Aline.
"Makanya jangan banyak bicara sayang, aku tidak mau berebut ini dengannya."
"Gila kamu."
"Kamu yang membuatku gila sayang." sahut Dannis.
Dan selanjutnya hanya suara desahan yang saling bertautan yang memenuhi ruangan vvip tersebut.
.
__ADS_1
.
Duh kelakuan bang bule bikin Othor mupeng π€π€ hayooo readers kesayangan jangan mikir yang aneh-aneh ya mbak Aline nya sedang masa nifas πππ btw satu bab lagi di bikin ending saja ya.