Alya Love Story

Alya Love Story
Terima kasih


__ADS_3

Bara kembali dari kantor dengan hati cemas,ia takut jika milen masih marah padanya.


Baru beberapa langkah memasuki rumahnya,bara sudah terlebih dahulu menerima sebuah pelukan hangat dari milen.Tergambar jelas raut kebahagiaan yang ada di wajah milen.


Sebentar saja,bara bisa menikmati pelukan hangat yang di berikan milen padanya.Sebelum milen kembali melepaskan pelukannya dan menatap ke arah sang kakak.


"Milen seneng banget....Kak Bara mau beliin kak alya baju gamis baru"


"Apa milen ga marah lagi sama kakak? ?"Tanya Bara hati-hati.


"Enggak lah,pagi tadi tuh milen cuma kesel aja sama kak Bara. Tapi sekarang udah ga lagi.Kata kak alya ga baik benci sama orang, apa lagi kak Bara kakak milen"


Milen kembali memeluk bara dengan sangat erat.Bara dengan saat senang menerima kembali pelukan yang di berikan adiknya.Usaha nya tak gagal,ternyata benar dugaannya.Milen akan terpengaruh apapun jika menyangkut tentang alya.


"Kak alya!......."Panggil milen kencang


Yang di panggil akhirnya menampakkan wajah cantiknya.Karena milen memaksa alya untuk memakai salah satu gamis yang di beli bara.Maka mau tak maualya memakai salah satu yang menurutnya cocok di kenakan nya untuk di perlihatkan pada bara.


Baju berwarna navy itu ia padu kan dengan khimar berwarna kunyit.Kalem dan tentu nya cantik di kenakan alya.


Alya tepat berdiri di depan bara yang tengah melongo memandangi nya itu.Merasa rencana nya berhasil membuat hati milen senang bukan main.


Cukup lama bara terkesan dengan perempuan berkhimar di depannya ini.Hingga saat sang adik mencoba mengoyang-goyangkan lengannya pun bara masih dengan setia menatap alya.


"Cantik kan??....."


Tanya milen setengah berteriak ke wajah bara agar ia cepat sadar dengan lamunan nya.


"Milen apaan sih"Jawab alya yang berhasil membangunkan bara dari aksi menatap nya.


"Ngak,alya cantik karena perempuan milen"

__ADS_1


"Trus kenapa kakak tatap kak alya lama banget,aku jadi kacang deh??"


"Ya.....ya gitu lah"


Tak ingin terus-menerus di Goda oleh sang adik,bara memilih pergi ke kamarnya.Ia ingin beristirahat setelah begitu banyak jadwal meeting hari ini.


Baru beberapa langkah menuju anak tangga,suara merdu alya dengan spontan menghentikan langkah bara.


"Tuan.....Saya ingin berbicara,pada anda!!!"Tanya alya sedikit gugup.


Satu detik bara terdiam,ia tak menjawab apapun.Tapi detik berikutnya,ia menyetujui untuk mempersilahkan alya berbicara pada nya.


"Saya tunggu nanti di kamar"


Bara kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti itu.


***


"Bismillah....."


Alya Kemudian masuk kedalam kamar bara.Mendapati tak ada orang di dalam kamar,lantas membuat alya meletakkan teh hangat itu di meja dekat balkon.Setelah itu alya hendak pergi,karena mendengar suara kram air yang mengalir.


'Mungkin dia sedang mandi'Batin alya yang kemudian berjalan ke arah pintu hendak keluar.


Ceklek


Suara knop pintu kamar mandi yang mulai terbuka,menampakkan tubuh atletis bara yang berkotak kotak.Tubuhnya hanya di balut handuk putih sepinggang,sehingga menampakkan tubuh mulus bak porseline itu.


"Ada apa???"Ucap bara sembari mengibaskan rambutnya yang masih basah.


Tentu orang yang di tanya segera berbalik ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Astagfirullah haladzim....."Kaget alya sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Alya benar-benar terkejut melihat bara yang hanya memakai handuk sepinggang.Tak ingin menatapnya, alya berbalik ke belakang.


"Saya hanya ingin berterimakasih tuan,sudah membelikan beberapa pasang baju yang bisa di pakai saya!!!"Gugup alya.


"Begitu rupanya"Jawab bara dengan santai nya.


"Saya membuat teh hangat di meja, pasti tuan lelah seharian.Mungkin itu bisa menghangatkan badan tuan.Kalau begitu saya permisi"


Alya buru-buru keluar dari kamar bara,ia tak ingin tetap di sana.Takut nya dosa karena melihat yang bukan bukan.


Di dalam kamar bara tersenyum geli,baru kali ini ia melihat ekspresi seorang perempuan yang sangat terkejut melihat tubuhnya berbalut sehelai handuk.


 Padahal bara sering membawa bermacam perempuan kerumahnya.Hanya sekedar untuk menemani nya bekerja di kamar atau pun untuk memuaskan hasratnya.


Bara meminum teh hangat yang ada di meja balkon itu sebelum ia mengenakan baju nya.


'Manis seperti yang membuatnya'Senyum bara di kala acara meminum teh nya itu.


***


Alya yang masih tak menyangka bisa melihat pemandangan seperti itu,ia masih syok.Wajahnya merah padam ketika mengingat kembali kejadian tadi.


"Astagfirullah haladzim alya,kamu tuh ya harus nya lebih berhati-hati jaga mata,nanti Allah marah gimana!!!"Ucap nya pada diri sendiri.


Sebenarnya ia ingin mengatakan ucapan terimakasih itu secara baik-baik,tapi malah sepeti ini kejadianya.


Malam ini alya beranikan tidur satu ranjang bersama milen.Karena milen tau dia tak tidur bersama nya.


Alya tutup malam itu dengan membaca doa sebelum tidur.Ia memeluk milen erat agar bisa bermimpi indah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2