Alya Love Story

Alya Love Story
Apartemen Rian


__ADS_3

Apartemen milik rian memang tak terlalu mewah,karena rian bukan seorang pengusaha.Baginya tempat itu cukup untuk bernaung dari dingin nya hujan dan panas nya matahari.Hanya terdapat satu kamar yang cukup luas,dapur dan ruang tamu tentu nya.Rian membawa zya masuk dalam keadaan yang terlihat buruk.Bukan sangat tetapi sangat buruk.Rambut acak-acakan,sepatu hilang,baju kotor membuat rian semakin prihatin melihat nya.


Untuk sementara,zya hanya duduk termenung di ruang tengah.Lalu rian mengambil air minum agar zya tebih tenang dan berpikir jernih.


"Minum lah.....aku tau kau memiliki banyak masalah,tapi jangan biarkan tubuhmu yang menanggung nya"


Zya mengambil gelas berisi air itu dari genggaman tangan rian.Di teguk nya beberapa kali,lalu zya letakkan kembali di meja.


"Apa sekarang kau lebih baik?"


"Ya,terimakasih"


"Lebih baik kau bersihkan tubuhmu,aku akan memasak sebentar....mungkin setelah kau fresh dan tenang kau bisa bercerita semua kepadaku"


"Sekali lagi terimakasih"


Zya mematuhi semua perintah yang di ucapkan rian.Ia masuk ke kamar mandi yang ada di kamar rian.Sedangkan rian,ia tengah memasak untuknya juga zya nanti.


Spageti itu terlihat sangat lezat dengan saus tomat yang menggoda.Rian meletakkan nya apik di meja makan,memang ia tak terlalu pandai memasak juga tak pintar mengolah bahan masakan.Sering kali rian memakan makan instan,ataupun membeli di aplikasi dalam ponsel nya.


Selepas mandi,zya mengenakan handuk yang tersedia di kamar mandi.Cukup untuk menutup bagian dada hingga atas pahanya.Zya kebingungan karena ia tak mungkin memakai baju yang ia kenakan tadi.Karena baju nya pun kotor dan basah di kamar mandi.


Beberapa kali,zya berbolak-balik di kamar rian mencari akal.Mungkin karena banyak pikiran,hingga tak ada sedikit atau secuil  ide pun yang muncul di otak nya.Lelah karena hal tersebut membuat zya membuka pintu kamar rian pelan.


Ia mengeluarkan kepalanya mencari sosok laki-laki yang sedari tadi menolong nya itu.Matanya tertuju keruang makan yang cukup jauh dari tempat nya berada.


"Rian...."Teriak zya.


Sedang segera rian menoleh,lalu ia melangkahkan kakinya mendekat ke sumber suara berasal.Ia menatap ke arah zya yang nampak hanya kepalanya saja.


"Hei.....sedang apa kau?"Tanya nya polos.


"Haish.....baju ku kotor semua,apa kau bisa membelikan baju baru?"


"Sekarang?...."


"Tahun depan,ya sekarang....nanti bisa-bisa aku kedinginan"


"Kenapa?"


"Ya karena aku telanjang bodoh"


"Baiklah....aku pergi mencari pakaian untukmu dulu"


Rian pergi memenuhi permintaan yang zya inginkan.Sesampainya ia di sebuah toko yang tak jauh dari apartemen nya.Ia kemudian memilih beberapa baju untuk zya pakai.Sungguh di saat seperti ini,rian sangat bingung apa zya memerlukan itu juga.Benar pakaian dalam maksudnya.Melihat rian yang terus menerus berkeliling seperti orang bingung,membuat pelayan toko itu berniat membantu nya.


"Maaf tuan....ada yang bisa saya bantu?"


"Ah...anu,saya sedang mencari pakaian dalam perempuan " Jelas rian sedikit menahan malunya.


Pelayan itu tersenyum melihat gelagat rian,ia menunjukkan letak barang yang di cari rian.

__ADS_1


"Boleh saya bantu pak,nomer berapa bra istri anda?"


Istri


Rian semakin malu di buat nya.


"Ah.. aku tidak tau,yang sedang saja.Begitu pula untuk yang bawah"


"Baik pak"


Selesai membayar semua nya,rian kembali pulang membawa gudibag di tangan nya.Ia memasukkan beberapa digit angka untuk membuka pintu apartemen milik nya.Rian kemudian mengetuk pelan pintu kamar nya.Tak lama zya membuka lalu mengambil gudibag yang di sodorkan rian padanya.


"Seleranya sangat buruk"Gerutu zya memandang baju yang di belikan rian untuk nya.Tak ada pilihan lain,zya pun mematikan pakainya itu.


"Tapi pas,apa dia tau bentuk tubuhku"


Zya kemudian keluar dari kamar,matanya tertuju pada sosok itu.Melihat rian yang tengah makan,membuat zya juga ikut lapar.Ia pun ikut bergabung dengan rian di meja makan.


"Ini..."Ucap rian sembari menyodorkan spageti buatan nya.


"Hm...tidak buruk seperti wajahnya " Ucap zya pelan tapi masih terdengar ketelinga rian.


"Apa?"


"Tidak.."


Selepas acara makan itu,zya dan rian lalu duduk kembali di ruang tamu.Ia memandangi zya dari ujung kepala hingga kaki,lebih baik ketimbang saat di jembatan itu.Baju nya pun sangat cocok dengan zya.Dress pink itu bercorak bunga menambahkan rasa kagum di hati kecil rian.


Cantik


"Kenapa?....Apa kau menyukai ku sekarang?"Tanya zya memecah kesunyian.


"Tidak"Sangkal rian dengan wajah datar nya.


"Terimakasih sudah menyelamatkan ku,dan membelikan ku baju"


"Tak apa...jika aku boleh tau,mengapa kau sangat ingin bunuh diri?"


"Semua orang yang ingin bunuh diri pasti sudah tak mau hidup,kau tau itu.Terlebih hidupku sudah tak berharga lagi.Aku tak memiliki siapapun yang menyayangiku setulus hati"


"Menurut ku,bunuh diri itu bukan jalan terbaik.Mungkin kau salah paham disini, lebih baik selidiki dulu"


"Hatiku hancur karena semua masalah dan kekacauan ini.Telebih semuanya sudah jelas,banyak bukti bertebaran,cukup untuk menyakinkan ku"


"Tak ada di dunia ini orang tua yang tak sayang pada anak nya.Dulu kedua orang tua ku juga sangat sayang padaku,hanya saja...."


"Hanya saja kenapa?..."Tanya zya penasaran.


"Mereka telah pulang,dan berada di tempat yang indah di sisi tuhan"


"Maaf,aku tak mengetahui nya"

__ADS_1


"Tak apa,jadi kau harus cari dulu kebenaran nya.Mungkin semua yang kau ketahui dan bukti yang kau miliki itu tak benar.Sebelum kau menyesal,aku hanya memberi nasihat saja"


"Baiklah....akan ku coba.Aku ingin tidur sekarang"


"Kau tidurlah,biar aku tidur di sini"


"Sekali lagi Terimaksih rian,sudah baik dan membantu"


"Sama-sama,semoga mimpi indah zya " Ucap rian


Zya tersenyum,sembari masuk ke kamar untuk istirahat.Tak lama zya kembali membawakan bantal juga selimut.


"Ini untukmu"


"Kau merepotkan saja"


"Kau tuan rumah nya dan harus mendapat kenikmatan yang layak.Ah...aku lupa satu lagi,ponsel ku habis daya.Apa kau punya charger disini?"


"Ada...mana ponsel mu"


Zya lalu mengambil ponselnya pun ia berikan pada rian untuk di isi daya.


"Nyalukan dulu,kata sandinya(zybar)"


"Baiklah"


***


Ketiga orang itu terlihat sangat cemas karena belum menemukan zya.Zydan,bara dan zya memang masih berada di depan mall.Sudah lama mereka mencari zya,tapi tak ada hasil.Malam pun sudah tiba,membuat zydan memerintahkan bara dan alya pulang.


Mungkin zya sudah pulang kerumah,pikir zydan dalam otak nya setelah menyuruh bara dan alya pulang.


"Assalamualaikum...."Ucap zydan yang bari pulang itu.


"Waalaikumsalam bang!....kemana aja?"


"Umi!!"Kaget zydan.


Pasalnya kedua orang tuanya telah pulang di rumah,ia berpikir jika dini hari kedua orang tuanya pulang.Tapi ternyata mereka sudah di rumah sebelum zydan pulang.


"Kenapa bang?..."


"E-engga mi"


"Oh iya,abi  tadi tanya zya kemana...sama abang pergi?"


Di detik itu juga zydan berhenti tak berkutik, ia bingung harus menjawab apa.Saat dirinya sendiri tak tau menau kemana pergi nya sang adik.


"Bang.....kok bengong,zya kemana?"


"Anu...itu zya"

__ADS_1


"Anu apa sih,yang jelas dong.Umi ngga ngerti"


Bersambung


__ADS_2