Alya Love Story

Alya Love Story
Susan X Haris


__ADS_3

Hari ini susan berencana untuk pergi dari indonesia.Ia merasa akan lebih baik jika dirinya hidup di negri orang.Dari pada hidup dimana ia mangingat semua kejahatan yang di lakukan nya.Tujuan nya New York,tempat yang cocok bagi anak dan dirinya.Anaknya mungkin hidup tenang tanpa cercaan dari orang lain.


Susan merasa sangat tertarik dengan resto di ujung sana,karena itu ia membawa koper nya menuju Baby ice cream.Mungkin bawaan bayinya, karena memang perutnya sedikit buncit kini.


Bruk


Susan terjatuh tak sengaja tertabrak seorang laki-laki yang tengah melihat ponsel.Mereka berdua saling tatap menatap.


"Kau...."


Ujar mereka bersamaan,susan mengenal sekilas wajah laki-laki yang menabrak nya itu.Ia melihatnya saat di pesta pernikahan bara dan juga alya.


Sama halnya nya dengan susan,laki-laki Itu pun terkejut melihat wajah orang yang tak sengaja di tabrakan nya.Prempuan itu berbuat onar di pernikahan alya singkatnya.


"Bukan kah kau yang merusak pernikahan alya kala itu" Tanya haris laki-laki itu.


"Dan bukan kah kau yang menggendong alya saat pingsan bukan?"


"Jangan baik tanya,sedang apa kau disini....Apa kau memiliki rencana lain untuk menghancurkan alya dan bara!"


"Itu omong kosong,aku akan pergi dan tak akan lagi menjadi perusak rumah tangga orang lain.Jadi jangan menyimpulkan sesuatu bukan dengan faktanya"


Akh....


Tiba-tiba saja perut susan sedikit sakit,mungkin karena terjatuh tadi.Tentu haris membantu nya duduk di bangku tunggu dekat aula utama.


"Ada apa?"


"Perut ku sangat sakit..."Rintih susan


"Apa kita harus kerumah sakit?maafkan aku karena menabrakmu ..."


"Tak apa,sekarang sudah lebih baik.Bisakah aku minta tolong padamu"


"Minta tolong apa?aku akan membantu mu jika bisa"

__ADS_1


"Aku ingin Baby ice vanilla yang ada disana.Bisakah ku membelikan nya"


"Baiklah.....tunggu sebentar disini"


Haris berjalan pada resto yang memang menyediakan Baby ice cream.Tak lama haris kembali membawa pesanan susan di tangan nya.Senyuman manis terbit di bibir milik susan.Ia tak pernah sebahagia ini di beri ice cream oleh orang lain.


Di berikan nya baby ice cream vanilla itu pada susan yang memang sangat menginginkan nya.Haris pun ikut duduk di samping susan,takut sesuatu terjadi lagi padanya.


Baby ice cream itu sangat enak sehingga susan terlihat belepotan seperti anak kecil.Haris ikut tertawa melihat tingkah susan yang menurut nya sangat keanak-anakan.


Di usap nya sisa ice cream itu di dekat bibir susan,sampai-sampai di empunya terkejut sembari menoleh melihat kearah haris yang tersenyum padanya.Rasa nyaman itu datang dengan tiba-tiba.Tak di undang tadi membawa kebahagian di antara kedua nya.


Untuk Seluruh penumpang pesawat tujuan Jakarta-new York akan segera lepas lantas.Di harapkan seluruh penumpang masuk ke kabin pesawat.


Terimakasih....


Pengumuman itu lantas membuat susan berdiri dari posisi duduk nya.Ia berterimakasih pada haris yang telah menolong nya.Baru beberapa langkah,haris menghentikan langkah susan agar berjalan berdampingan bersamanya.


"Hei.....kenapa kamu ikut aku sih?pesawat nya masuk lepas landas,aku bisa terlambat"


"Entahlah yang pasti keluar dari bandara ini"


"Kau ini,aku juga akan pergi ke New York...jadi kurasa kita bisa pergi bersama.Aku takut terjadi sesuatu padamu"


"Apa kau mengikuti hingga ke New York!!!itu tidak perlu,aku tak butuh perhatian mu.Lebih baik kau pergi dari sini"


"Kalau begitu aku duluan"


Haris meninggalkan susan yang masih kebingungan.Ia pun masuk ke pesawat,susan duduk di bangku nomer 75.Bangku di sebelahnya masih kosong tak ada yang mengisi.Baru setelah kabin pesawat di tutup seorang laki-laki duduk di samping susan.


Niat awal susan ingin berkenalan agar ia nyaman dengan penumpang yang duduk bersebelahan dengan nya.Tapi matanya sangat terkejut karena melihat laki-laki tadi duduk di samping nya.


"Kau lagi..."


"Ada apaan kau rindu padaku?"

__ADS_1


"Haish orang gila,yang hobinya menguntit"


"Perkenalkan namaku haris septian....Apa kau susan adriana"


"Dari mana kau tau nama ku"


"Pernikahan itu"


"Oh"


"Jadi apa hubungan mu dengan bara dan alya sehingga kau ingin menghancurkan pernikahan mereka berdua?"Tanya haris penasaran.


Susan membuang nafas nya kasar,matanya semakin sedih dengan pertanyaan haris.Ia menunduk meratapi semua kesalahan yang sudah di perbuat nya. Tau akan beban yang berat itu,membuat haris tak lagi bertanya.


"Jika tak ingin bercerita tak apa,lupakan lah Pertanyaan ku! "


"Tidak....aku akan bercerita,mungkin hatiku sedikit lega setelah ini.Bara adalah mantan pacar ku dulu.Kami saling mencintai pada awalnya,tapi kemudian aku meninggalkannya nya ke luar negri karena aku lebih memilih karir ku yang pada saat itu tengah naik daun.Akhirnya kami putus dan bara menjadi dingin padaku.Saat aku kembali,aku berharap bara masih sama dan mencintai seperti dulu.Tapi sayang hatinya sudah di isi dengan kebahagian oleh alya.Jadi yahh....aku berusaha menghancurkan mereka berdua.Aku ingin jika bara mengakui anak yang di kandung ku ini adalah anaknya,walau sebenarnya aku pun tak tau siapa ayah dari anakku"


"Begitu rupanya,kisah kita sedikit mirip"


"Apa nya yang mirip?"Tanya susan menjadi sangat penasaran.


"Aku pun sama-sama memiliki hubungan dengan alya.Dia adalah junior ku saat kuliah dulu.Kami saling cinta,hanya saja dalam diam dan tak bisa mengutarakan nya.Saat tau alya menikah,hatiku sangat hancur...aku mengajaknya meninggalkan bara,tapi dia tak mau karena cinta nya sudah berpindah kelainan hati.Apalah dayaku, kini aku berusaha maju Seperti mu, mencari kehidupan yang lebih layak dan pantas untukku"


"Seperti nya kita memang mirip,sama-sama tersakiti"


"Jangan seperti itu,mungkin di balik itu semua ada hikmahnya.Seperti sekarang kita bertemu,mungkin ini takdir tuhan"


"Kau ini bicara apa"


Penerbangan itu cukup lama,membuat susan kelelahan setelah mengobrol dengan haris.Ia pun tertidur pulas,sedangkan haris yang berada di samping nya  itu senang bisa bertemu dengan susan.Ia tak mengira jika susan tak seburuk yang di pikirkan nya kala itu.


Haris sebenarnya sangat kasihan,karena ia tau jika susan yang mengaku hamil itu tak memiliki suami atau laki-laki yang akan menjaganya.Terlebih karena insiden pernikahan itu,pasti berat sekali beban yang di tanggung nya.


Jika kita bertemu sebelum kejadian itu,mungkin ini semua tak akan terjadi.Kita berdua tidak akan menjadi perusak hubungan orang lain yang sudah di takdirkan bersama.Kau tak akan terluka,begitu pun dengan aku.Mungkin semua ini sudah jalan tuhan,dan aku rasa aku tertarik dengan kehidupan mu.Perbolehkan aku berdiri di samping mu,memjagam,menjadi ayah dari anak yang di kandung mu, dan menjadi satu-satunya laki-laki yang mencintaimu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2