
Pagi yang cerah ini,alya sudah menyibukkan diri memasak di dapur.Berbeda dengan nya,bara dan milen tengah sarapan di meja makan.Sesekali terdengar suara tawa riang.
Alya menghampiri milen yang masih memakan roti sandwich nya itu.Sedangkan bara masih sibuk mengutak atik isi ponsel nya,maklum lah seorang CEO pasti sangat sibuk.
"Milen nanti sore mau buat kue ga saya kak alya??"
"Mau banget kak"
"Kalau gitu kak alya beli bahan nya dulu di supermarket ya"
"Nanti aja kak,bareng milen sama kak bara"
"Ga usah milen,lagian supermarket nya juga deket.Kak alya jalan kaki aja"
"Sudah ikut kami saja,itu kan keinginan milen"
Perkataan tersebut tak mampu untuk alya balas,kini ia harus pasrah dan ikut bersama mereka.
Selesai sarapan, sesuai rencana mereka bertiga akan berangkat bersama dengan tujuan masing masing.Alya hendak masuk kesamping kursi kemudi,lantas di tolak oleh milen.Ia menyuruh alya untuk masuk ke kursi penumpang yang ada si belakang.
Kembali lagi alya harus mengalah dengan keinginan milen.Ia kemudian duduk di kursi penumpang bersama dengan bara.
Di perjalanan alya maupun bara tak banyak berbicara,hanya milen yang sibuk dengan cerita nya.Sesampainya di sekolah,milen langsung turun di barengi dengan turunnya alya dan bara.Milen berjalan kearah alya sambil mencium punggung tangannya lalu segera pergi.
"Milen!!....Masa kak alya doang, buat kak Bara mana??"Tanya alya seraya mengingatkan.
"Baik kak alya"
Milen mencium punggung tangan bara lalu segera masuk ke area sekolah.Lantas membuat kedua orang itu kembali masuk ke dalam mobil dan tentu nya melanjutkan perjalanannya.
***
__ADS_1
Sebenarnya di beberapa pinggir jalan yang di lalui alya dan bara ada supermarket.Tapi anehnya sang sopir taksiĀ tak kunjung berhenti.
"Pak kenapa saya ga di turunin, tadi ada supermarket pak??"
"Saya yang punya perintah,kamu diam aja!!"Ketus bara.
"Tapi tuan....Saya mau beli bahan untuk membuat kue"
Bara hanya diam,tak menjawab sepatah kata pun ia lebih asik dengan dunia di dalam ponsel nya itu.
'Ya allah cobaan apa ini,kenapa harus ada orang yang sedapat dan secukupnya dia!!"Batin Alya dalam hati nya.
Bukannya membawa alya ke supermarket.Tapi, bara malah membawanya ke kantor.Entah apa rencana yang sedang di buat nya kali ini.
Ckiet
Sesampainya di depan perusahaan ADM group,bara lantas keluar di iringi dengan keluar nya alya dari mobil.Dengan sigap Rian menyambut bara di depan mobil nya.
Mereka bertiga masuk ke perusahaan,semua orang heran melihat bos nya membawa wanita cantik berkhimar pula ke kantor.Tentu membuat kantor di terpang badai rumpi dahsyat dari para karyawan.
Bara sungguh tak peduli dengan semua bisikan dari para bawahannya.Ia terus saya melangkah menuju ruangan nya.Sedangkan alya hanya bisa menunduk pasrah dengan semua bisikan karyawan bara.Sungguh alya merasa sangat malu di buatnya.Pikirnya,untuk apa ia di bawa ke kantor,sedang ia ingin membeli bahan membuat kue.
Sesampainya di ruangan bara,Rian lantas kelur memberikan waktu kepada bara agar bisa berbicara empat mata.
"Tuan......Saya kenapa di bawa ke kantor???Tanya alya ragu,ia memilih tak memandang wajah bara.
"Duduk lah di sofa, aku hanya memiliki satu klien hari ini".
"Tapi saya harus membeli bahan untuk membuat kue tuan,saya sudah janji pada milen.Sebab janji itu adalah hutang,allah tak menyukai hambanya yang mengingkari janji!!!"
"Saya akan menyuruh Rian untuk membeli nya,lebih baik sekarang kamu lakukan yang saya minta.Sebelum saya berbuat sesuatu pada kamu " Ucap bara sambil mperlihatkan senyum evil nya.
__ADS_1
Karena senyuman evil itu seketika membuat hati alya ketakutan.Ia takut bara akan melakukan hal yang aneh pada nya.Alya langsung duduk di sofa dengan manisnya,sedangkan Bara kembali kerja kebesarannya.
Satu jam telah berlalu,alya.Rasa sangat bosan di buatnya.Bayangkan saja,ia hanya duduk di sofa sedang bara mengurus pekerjaannya.Yang lebih parahnya tak ada satu pun pembicaraan diantara mereka berdua.
Lantas membuat alya kembali berbicara, ia mencoba menatap bara di kejauhan.
"Tuan...Saya sangat bosan di sini.Lebih baik saya pulang saja,toh tuan pun sedang sibuk"
Tak ada jawaban yang keluar,bara masih sibuk dengan laptopnya.Hingga ia tak sadar bahwa perempuan di ujung sana tengah menanti jawaban dari nya.Alya memberanikan diri untuk kembali bertanya pada bara.
"Tuan......Saya bosan hanya duduk di sini" Kali ini usaha alya berhasil,bara menoleh kearah nya.
"Buatkan saya kopi!!!"Hanya itu kalimat yang keluar dri mulut bara,setelah nya ia kembali kelapangan.
Alya sungguh kesal dengan siap bara yang seenaknya itu,bukannya ia hanya di beri tugas menjadi pembimbing milen,kenapa sekarang malah menjadi asisten nya pula.
'Astagfirullah haladzim.....aku baru ketemu sama orang yang irit banget bicara.Ya allah beri dia hidayah mu,agar menghilangkan sikap dingin dan cuek nya itu'Doa alya dalam hati.
Kini ia berjalan ke arah lantai paling bawah untuk membuatkan secangkir kopi untuk bara.Walaupun tak tau di mana letak dapur kantor,tetapi alya tetap berusaha mencari.
Lama tak dapat menemukan tempat yang di cari,akhirnya alya memutuskan untuk bertanya pada salah seorang karyawan perempuan yang lewat di depannya.
"Assalamualaikum mbak,saya mau nanya di mana letak dapur kantor???"Tanya alya secara baik-baik.
"Waalaikumsalam,mbak tinggal lurus aja ke depan,nanti ada pintu di sebelah kiri,itu dapurnya"
"Oh...kalau begitu saya permisi,terimakasih sudah memberi tahu"
Alya melangkah kan kaki nya menuju dapur kantor yang sudah di beri intrupsi sebelumnya dari karyawan yang di tanya nya.
'Itu kan perempuan yang tadi si boss bawa,udah cantik baik sholeh lagi.Duh idaman banget,ngak kaya gue nga lakuš§'Ucap karyawan itu yang kembali bekerja.
__ADS_1
Bersambung