Alya Love Story

Alya Love Story
Sadar juga


__ADS_3

Entah hal apa yang membuat rian datang pagi-pagi kerumah.Melihat bara dan alya yang tengah sarapan itu pun membuat rian ikut duduk dan menyantap hidangan yang tersaji di depan nya.


"Loe dateng Ucap salam kek,langsung makan aja"


"Boss....Siapa yang suruh gue terus kerja lembur dan kekurangan makanan?....boss juga kan!"


"Trus gimana loe udah dapet yang gue minta?"


"Apa sih yang ngga buat boss terbaik gue!"


"Ini ada apaan sih,pake bahasa nya loe-gue gitu.Aku ngga ngerti ih...."


"Nanti gue jelasin lah,pokoknya masalah susan pasti beres.Jadi gue mau makan dulu yang tenang " Ucap rian sembari menyantap makanan nya.


"Gue pegang ucapan loe ya"


"Siap boss"


Mereka bertiga lalu melanjutkan acara sarapan pagi.Cukup lama memang tapi setelah itu rian,bara dan alya duduk di ruang tengah mengobrol kan masalah yang di perbuat oleh susan.


Rian memaparkan sejumlah informasi yang sudah di dapatkan nya dari beberapa sumber pun dengan bukti nyata yang memperkuat perkataan nya.Ada pula suster yang sengaja di sewa susan untuk memalsukan ayah dari anak yang di kandung nya,ia bersedia bertemu dan membantu bara dalam hal ini.


Selesai dengan obrolan panjang itu,bara dan rian berangkat ke kantor.Mereka juga menyusun rencana yang akan membuat susan jatuh bertekuk lutut nantinya.Sedangkan alya sendiri lebih menyibukkan dirinya membaca beberapa novel sebelum telpon nya berbunyi.


Tak ada nama yang tertera di layar ponsel milik alya.Tapi ia tak akan menolak siapa tau itu penting.Lalu alya mengangkat telpon itu sembari bertanya siapa nama si penelpon.


"Halo....assalamualaikum,dengan siapa ini"


"Ini aku haris!"


"Ah....kak haris,iya ada apa kak"


"Boleh kita bertemu?"


"Seperti nya aku harus meminta izin mas bara terlebih dahulu"


"Kumohon....hanya sebentar saja.Ada yang ingin aku bicarakan tentang kita berdua di masa lalu.Jadi aku harap kamu bisa datang ke kafe start blue"


"Baiklah.....aku akan pergi sekarang"


"Terimakasih alya,kalau begitu saya tutup telpon nya.Assalamualaikum...."

__ADS_1


"Waalaikumsalam..."


Alya beranjak, ia mengambil tas nya kemudian turun meminta di antar pak sopir ke kafe start blue.Jarak nya memang dekat membuat alya cepat sampai.Ia masuk sembari menengok kanan kiri mencari keberadaan haris.


Matanya kemudian tertuju pada laki-laki yang tengah melambaikan satu tangan nya keatas.Alya pun berjalan mendekat kearah haris yang sudah di temukan keberadaan nya.Ia duduk menatap haris yang terlihat senang bukan main melihat kedatangan dirinya.


"Ada apa mengajak ku kemari kak?"


"Begini,ada yang ingin aku bicarakan dan juga lurus kan masalah kepergian ku di masa lalu."


"Lalu...."Tanya alya


"Aku ingin minta maaf karena dulu pernah meninggalkanmu sendiri.Aku tau kita sama-sama mencintai dalam diam.Kini aku akan menyampaikan perasaan ku saat itu.Aku mencintai mu alya,sangat sangat mencintai mu " Ucap haris sembari memegang erat kedua tangan alya.


Dengan cepat alya melepas tangan haris,ia ingin meluruskan pula apa yang di rasakan nya saat ini.


"Jujur saja kak,dulu memang aku mencintai kak haris dengan tulus dan berharap kita tak akan berpisah.Tapi mungkin Allah tak menakdirkan kita bersama,aku sudah ikhlas.Lagi pula sekarang aku sudah menjadi istri dari orang lain.Jadi aku harap kak haris tak menumbuhkan kembali rasa cinta itu,takut nya nanti menyakiti perasaan kak haris lagi"


"Tak bisa kah kita kembali bersatu seperti dulu.Aku berjanji tak akan pergi lagi,dan tak akan selingkuh di belakang mu"


"Tidak kak,aku sudah mencintai suamiku.Dan lagi aku hanya menganggap kak haris sebagai kakaku saja.Jadi aku mohon kak haris menjauh dari hidup aku"


Alya bangkit dari posisi duduk nya ia keluar dari kafe tersebut.Alya meminta pak sopir mengantarnya ke kantor bara.Ia belum sempat meminta izin dengan bara soal ia bertemu dengan haris.Jadi ia ingin datang langsung dan berbicara empat mata dengan suami nya itu.


Suara perempuan?....seperti nya aku mengenal suara itu!....


Alya masuk saja keruangan bara karena ia sangat penasaran ada hal apa yang membuat keributan hingga terdengar keluar ruangan.


Tap....


Langkah alya terhenti kala melihat susan tengah menangis sembari bersujud di hadapan bara.Ada pula rian yang berdiri di samping bara juga menatap kearah susan.Banyak foto berhamburan disana sini,vast bunga yang pecah dan beberapa berkas di sobek. 


"Ada apa ini?...."Tanya alya yang kemudian beranjak mendekat kearah suami dan sekretaris pribadi nya.


Tanpa di duga  susan bertekuk lutut di hadapan alya,ia meminta maaf dan air mata nya berjauhan.


"Jangan seperti ini,mbak susan bukan nya lagi hamil....kasihan bayi nya mbak"


"Alya aku mohon,maafin semua kesalahan ku yang tak termaafkan itu.Biarkan bara menjadi ayah dari anakku"


"Mbak.....aku sudah lama memaafkan semua kesalahan mbak.Tapi membuat mas bara jadi ayah untuk anak mbak itu ngga mungkin...."

__ADS_1


"Alya  kumohon " Pinta susan memelas


"Biarkan perempuan gila ini masuk penjara.Agar dia tau rasa jera!!!"


"Tapi mas,kasihan mbak susan?diakan lagi hamil.Sudah sewajarnya kita memaafkan nya.Dan lagi dia sudah meminta maaf"


"Sayang dia udah buat jahat sama kamu.Mas ngga mau kalau kita kasih hati dia minta jantung.Pokonya rian akan antar susan ke penjara untuk memmpertanggung jawabkan atas kejahatan nya"


"Mas....aku mohon sama kamu.Allah juga maha mengampuni semua dosa mahluk nya.Lalu kenapa kamu engga mas?....aku mohon cara yang terbaik kita pertemuan mbak susan sama ayah dari anak nya".


Susan terdiam,mendengar alya terus membujuk bara agar memaafkan nya.Membuatnya membuka sedikit pikiran nya,akan kebaikan hati alya.Ia sangat bersalah atas semua perbuatan jahat yang di lakukan nya.


Susan berdiri menatap bara dan alya sendu.Kali ini ia sadar semua perbuatan nya salah.Ia hamil pun memang karena ulah nya sendiri.


"Ok.....aku maafin dia karena kamu"


"Makasih mas....Mbak susan sekarang bisa hidup lebih baik,tanpa ada rasa dendam pada kami.Karena kami sudah memaafkan semua kesalahan mbak susan"


"Terimakasih alya,dan kamu bara.Aku janji ngga bakal nggangu hidup kalian lagi.Sekali lagi Terimakasih karena sudah membukakan hati penuh kegelapan ku ini.Aku pamit pergi,semoga kalian bahagia dan tak ada lagi perusak hubungan kalian"


Susan pergi,hatinya kini sangat lega.Ia bisa membesarkan anaknya walau tak memiliki ayah.Ia akan memulai hidup baru tanpa menjadi perusak rumah tangga orang lain.


Rian ikut undur diri dari ruangan bara.Karena tugas nya masih menumpuk banyak.Kini tinggal bara dan alya,mereka tersenyum karena kini tak ada lagi penghalang hubungan kehidupan mereka.


"Mas aku ingin mengatakan sesuatu,tapi janji jangan marah ya?"


Bara mengajak alya duduk di kursi kebesarannya.Ia pun menatap lekat istri yang bersemu merah menahan rasa malu nya itu.


"Ayo cepat katakan....."


"Tadi aku pergi bertemu kak haris di kafe"


"Mau apa kamu cari dia,mau selingkuh di belakang aku.Atau mau..."


Syut.....


Alya meletakkan jari telunjuk nya di bibir bara.Ia tak mau mendengar hal yang tak wajar keluar dari mulut suami nya itu


"Bukan seperti itu,dengarkan penjelasan aku dulu.Kalau selesai baru boleh marah"


"Iya  deh"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2