
Setelah seusai dengan urusan kantornya.Bara mengajak sang mamah minum kopi sebelum pulang kerumah.Bara berkata jika nanti milen akan di susul oleh sopir pribadinya.
Mitha mengerti lalu mengajak alya ikut pula ke kafe sekedar untuk mengopi.Sedangkan rian, jangan di tanya.Tugasnya menumpuk bak gunung yang harus cepat ia selesaikan.Terlebih bara adalah orang yang sangat disiplin akan pekerjaan nya.
Sesampainya di salah satu kafe dekat kantor,mereka bertiga turun dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk mengobrol.Sesuasan semakin canggung ketika mereka tak berkata satu sama lain.
Mengerti akan satu keadaan dimana ia menjadi penganggu,Mitha mencari alasan agar ia bisa pergi dan meninggalkan mereka berdua untuk mengobrol.
"Aduh sayang,Mamah lupa mau ketemu sama tante mirna"
"Trus gimana acara kopi nya??"
"Kita batalin aja tante,lagian alya juga kasian kalau milen di tinggal sendiri"
"Eh ga papa alya, kalau milen nanti tante yang urus.Kalian di sini aja minum kopi sambil mengobrol"
Mitha segera pergi agar bara dan alya bisa berupa dan mengobrol selayaknya nya orang lain.Keadaan kembali canggung,alya maupun bara tak ada yang bersuara.Mereka masing-masing menatap lekat buku menu.
"Apa kau mau kopi???"
"Tidak terima kasih tuan,kopi banyak mengandung kafein.Saya lebih suka teh"
"Baiklah teh dan makanan nya??"
"Wafell"
Bara memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan yang sudah di tentukan oleh bara maupun alya.Bebrapa menit kemudian pesanan datang dan di letakkan di depan bara maupun alya.Mereka berdua lantas menyantap Wafell hangat itu.
Acara itu terganggu ketika datang seseorang yang menjadi pengacau.Susan datang dengan penuh amarah menyertai nya.Ia sangat benci melihat alya bisa satu tempat duduk dengan bara.Dengan cepat ia menumpahkan teh yang ada di depan alya.
Basah semua baju dan khimar alya seketika.Ia tak tau jika susan bisa melakukan hal seperti itu di depan umum.Bara yang melihat pun marah lalu berdiri kerah susan.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan " Bentak bara.
"Tentu membuat pelakor ini jera sayang"
"Dasar perempuan gila.Dia bukan pelakor,seenaknya kau berkata"
"Lantas siapa dia huh,dia merebut kamu dari aku."
Alya menangis,ia sangat sedih ketika di tuduh sebagai pelakor oleh sussan.Terlebih banyak pasang mana yang memandangi mereka bertiga.Melihat cairan bening itu lolos dari pipi alya,bara sungguh tak tega.Ia yang salah membiarkan itu semua terjadi.
"Dengarkan semua,perempuan sok alim ini adalah pelakor hubungan saya dan pacar saja"
Termakan omongan susan,para pengunjung lain kafe itu mulai berbisik-bisik.Yang pasti mereka tak menyangka gadis seperti alya bisa melakukan hal seperti itu.Hingga ada satu pelanggan yang langsung membuat pelanggan lain ikut berargumen.
"Perempuan seperti dia harus nya diwaspadai.Pakaian nya sok alim, lah sikap nya munafik"
"Iya,lebih baik usir dia dari sini"
"Tuh hijab mau buat jadi pajangan doang,ngaca dong malu ga sih sama yang di pakai"
Susan sangat puas para pelanggan lain mulai membantu nya mengolok-olok alya di depan umum.Rencana nya berhasil membuat alya menangis karena mendekati bara.
'Tau rasa kan loe alya,berani main api sama gue'Batin susan dalam hatinya.
Mendapat caci maki itu membuat alya sedih bukan main.Baru kali ini ia mendapat serbuan argumen negatif dari muka umum.Matanya tak bisa menahan lagi rasa sedihnya,air mata terus-menerus membasahi pipi manis nya.
Bara juga ikut terenyuh sedih melihat alya menangis atas semua perbuatan susan pada nya.Ia tak habis pikir jika perempuan gila itu bisa nekat berbuat hal itu.
Tak ingin kembali di caci maki,alya memutuskan untuk pergi dari kafe tersebut.Hati nya sungguh sakit,hingga membuat nya berjalan tanpa arah tujuan.Yang terpenting adalah ia bisa mendapat ketenangan.
Melihat alya pergi,bara berusaha untuk mengejarnya sebelum tangan nya di pegang kuat oleh susan.Dengan cepat ia melepaskan tangan susan dan berkata.
__ADS_1
"Yang kalian bilang pelakor itu seharusnya dia,orang tadi tak bersalah.Yang pasti dia bukan pacar saya " Jelas bara.
Susan sungguh jengkel karena bara memilih meninggalkan nya dan pergi mengejar alya.Sedangkan para pengunjung lain hanya bisa diam,mereka pun tak tau pasti mana yang benar dan mana yang salah.
Bara mencoba mencari alya menggunakan mobil nya,tapi tetap tak menemukan nya.Ia menelpon sang mamah pun tak di angkat.Bara lantas pulang berharap alya ada di rumah.
Tetapi nihil,dugaan nya salah.Alya masih belum pulang paska kejadian tadi.Mamah nya pun ikut khawatir, terlebih milen menangis mengetahui alya terpisah dengan kakak nya.
Bara kembali melajukan mobilnya membedah kota jakarta.Tujuan nya hanya satu yakni menemukan keberadaan alya.Hingga pukul 19.00 alya masih belum di temukan oleh bara.Perasaan nya semakin khawatir,ia takut terjadi sesuatu pada alya,apalagi sekarang sudah malam.
Alya yang tengah duduk di kursi taman itu masih menangis,baju nya masih basah di tambah hujan yang juga ikut membasahi nya.Alya masih duduk walau hujan,hati nya hancur ketika ia di tuduh perusak hubungan orang.
Alya tak tau lagi harus berbuat apa,mungkin kini ia harus kembali ke bandung dan tinggal bersama sang abi.Mungkin kejadian seperti ini tak akan terjadi.
Bara putus asa ketika ia tak bisa menemukan alya di mana pun.Mobilnya berhenti di dekat taman.Ia semakin khawatir dengan alya karena kini hujan tengah mengguyur jakarta.Hingga mata bara melihat sosok perempuan bekhimar pink yang duduk di taman walau hujan.
Bara turun serasa mendekat kearah perempuan itu.Samar-samar ia mendengar perempuan itu tengah menangis di bawah hujan.Yang semakin terkejut nya adalah perempuan itu adalah alya.
Dengan sigap bara memeluk nya erat seperti tak ingin kehilangan lagi.Sedangkan alya yang terkejut itu pun mencoba melepaskan diri.Ia menatap orang yang berani memeluk nya itu.
"Tuan kenapa anda disini"
"Kau bertanya seakan tak tau jawaban nya.Aku mencari orang sudah mengetuk pintu hati yang lama aku tutup,orang yang membuat hati ini berbunga-bunga,orang yang selama ini aku tunggu kehadiran nya"
"Maksud tuan apa??"
"Jujur,aku tak dapat menutupi perasaan yang semakin lama tumbuh ini.Jadi alya ainiyah aku mengkhitbah mu untuk menjadi bidadari syurga ku"
Alya sungguh terkejut dengan penuturan bara.Ia pun juga senang jika perasaan yang di alami nya juga di rasakan oleh bara.Tapi ia masih bingung untuk menjawabnya.
"Saya....."
__ADS_1
Bersambung