
Seperti biasa nya, bara akan pergi ke kantor setelah sarapan pagi nya.Kali ini bara sengaja menyuruh rian sekretaris nya menginap di rumah nya.Sekalian rian bisa mengerjakan beberapa berkas yang langsung di tinjau oleh bara.Berbeda dengan bara,alya tengah membaca buku di kamar milen.Sebenarnya bara sendiri sudah meminta alya untuk pindah ke kamar lain agar ia bisa lebih santai dan tentunya personal.Tetapi dengan lembut alya menolak tawaran bara.Menurut nya tidur di kamar milen bisa membuat rasa Rindu pada si pemilik kamar berkurang.
Tak ada kegiatan selain membaca yang di lakukan oleh alya dari kamar milen,alya lantas masuk keruang baca.Bukan semata-mata ingin merapikan ruangan tersebut,tetapi karena ingin melanjutkan jalan cerita yang tertunda tadi di kamar milen.Karena semua pekerjaan rumah sudah selesai di kerjakan oleh para pembantu,sebenarnya alya juga di bebaskan oleh bara untuk keluar menghirup udara segar.Tapi lagi-lagi alya menolak,ia lebih senang jika di rumah.Terlebih alya masih takut untuk pergi sendiri.
Setelah semua meeting selesai,dan berkas yang di tandatangani pun juga selesai.Bara bergegas untuk pulang.Hari memang masih siang,tapi entah kenapa rasanya bara ingin sekali pulang.Mungkin ia rindu yang dengan orang yang ada di rumah.
Sampai di rumah,bara mencari keberadaan alya.Tak menemukan nya,bara lantas bertanya pada salah satu pembantu yang tengah membersihkan ruang tengah itu.
"Bi....Alya di mana?"
"Non alya ada di ruang baca tuan,tadi sih lagi baca buku tuan"
"Makasih bi.."
Bara langsung saja melangkahkan kaki ke ruang baca.Benar saja,orang yang sedang di cari nya itu tengah membaca buku ke arah jendela.Alya sama sekali tak mengetahui kedatangan bara.Pikiran nya tertuju pada buku yang tengah di bacanya.Matanya lekat menyusuri tiap baris tulisan.Perasaan nya ia curah kan dan pusatkan pada buku itu.
"Andai saja saya bisa jadi buku,mungkin bisa kau pandang lekat seperti itu!"Sindir bara yang menaikkan sedikit suara nya agar alya tersadar.
Alya menoleh,melihat kearah bara yang tengah memasang wajah cemberut nya itu.Di tutup nya buku itu,alya lantas berdiri kearah bara.
"Jika tuan menjadi buku maka ketika saya selesai membacanya,saya tidak akan lagi membuka buku itu"
"Memang nya kenapa?"
"Karena ketika membaca,saya akan pusatkan semua pikiran saya.Saya akan tanaman sikap positif dari buku yang sudah saya baca.Setelah itu saya akan membiarkan atau memberikan buku itu pada orang lain.Ketika seseorang membaca dengan perasaan,maka ia tak akan kembali membaca buku itu"
"Saya masih tak mengerti dengan semua ucapan yang kau katakan"
__ADS_1
"Intinya,buku itu tidak akan terus saya baca,cukup satu kali saja"
"Baiklah saya tarik kembali semua kata-kata yang sudah saya katakan.Kalau begitu tatap saya,agar saya tak cemburu pada buku yang kau baca"
Alya tersenyum menanggapi semua tingkah bara.Bara terheran-heran dengan sikap alya yang hanya tersenyum.Bara mencoba melangkah lebih dekat pada alya.
"Tatap saya!!"Suruhnya lagi
"Saya bisa sakit mata tuan,jika terus menatap anda.Kalau begitu saya permisi ke kamar dulu"
"Hei....."
Bara terlihat sangat kesal sebab alya meninggalkan bara begitu saja.Terlebih alya mencibir bara sebelum pergi.
'Tunggu saja,saat kau sudah menjadi milikku seutuhnya, aku akan buat kau terus di dekat ku'Batin bara yang masih kesal karena di tinggal pergi oleh alya.
Sebelum datang nya alya di kediaman aditama jujur saja para pembantu tidak betah bekerja di sana.Memang gajinya sangat menjanjikan.Tetapi kerja nya itu perlu ketelitian.Semua nya harus sempurna di mata bara.Setiap pagi para pembantu akan sibuk dengan menyiapkan perlengkapan kantor,baju,sarapan,
berkas,kopi,sungguh segala nya harus di perhatikan dengan sangat teliti.Jika tidak,baar tidak akan segan memecat para pembantu yang melakukan kesalahan kecil.Watak nya pun tak semaanis sekarang.Dingin,acuh,cuek,pemarah, semua ada pada bara.Tak ayal para pembantu terlihat senang sekarang setelah perubahan drastis yang di lakukan oleh alya.
Setelah mengambil apel itu,bara lantas ketaman belakang rumahnya.Entah kenapa,rasanya ia sangat rindu pada sang adik.Biasanya setelah pulang dari kantor,bara akan senang melihat tingkah milen dan alya yang sedang main di taman.Walaupun bara sering menjahili ini sang adik,bagaimanapun ia masih sama kakak yang selalu menyayangi adiknya.
Bara akan dengan senang hati membuat milen menangis,tapi ia tidak akan tinggal diam ketika milen menangis karena ulah orang lain.Bara duduk di ayunan yang sering di mainkan oleh milen adiknya.
"Sedang memikirkan milen??"Tanya alya sambil membawa buku di tangan nya.
"Iya"
__ADS_1
"Pasti milen pun memikirkan anda tuan"
"Mana mungkin,sekarang milen lebih sayang padamu alya"
"Tidak begitu tuan....Menurut saya,milen itu sayang pada tuan.Tapi karena tuan sering bekerja dan acuh padanya,membuat milen sedikit takut berdekatan pada tuan.Sehingga taun ataupun milen saling berjauhan,akibatnya tentu saja pertengkaran"
"Apakah begitu?"
"Coba saja tuan pikir kembali"
Memang yang di katakan alya tidak lah salah.Di saat sang mamah bekerja di luar negri,seharusnya ia bisa mencurahkan semua kasih sayang pada milen.Agar ia tak merasa kekurangan kasih sayang.Bara dengan sedih nya merutuki kesalahan nya.
"Sudahlah...tuan pasti bisa memperbaiki nya"
"Terimakasih...."
Mata bara memandang kearah buku yang tadi ia lihat di ruang baca.Pikirnya alya mungkin masih membaca buku tersebut.
"Sebenarnya buku apa yang tengah kau baca itu?"
"Ah....ini buku romantic islami"
"Coba ceritakan kisahnya padaku"
"Jadi buku ini bercerita tentang seorang perempuan dan seorang laki-laki.Tapi karena mereka berbeda agama jadi banyak pertentangan dari beberapa pihak.Terlebih ia perempuan berhijab membuat cintanya harus di uji".
Dengan senang hati alya menceritakan setengah cerita yang ada pada buku itu.Jujur saja,sebenarnya bara tak fokus pada jalan cerita yang alya maksud.Matanya hanya fokus pada wajah alya yang terlihat begitu senang.Membuat bara pun ikut hanyut dan tenang di buatnya.
__ADS_1
Bersambung