
Lalu mengapa,disaat engkau memberikan ku anugrah kebahagiaan.Dengan tega nya kau memberi kesedihan.Apa di dunia ini semua saling berdampingan?Tapi mengapa itu berlangsung berbarengan....
🍃Bara Aditama
***
Mitha pun bersiap-siap mengajak milen kerumah sakit.Padahal di hati mitha masih sedih bila nanti sang putra akan mengetahui kondisi adik nya.
Sampai di rumah sakit,mitha langsung mengajak anak bungsu nya itu masuk keruangan inap alya.Dengan cepat milen memeluk tubuh alya yang ada di bangkar rumah sakit.Melihat tingkah milen yang sangat menggerakkan membuat bara maupun alya tersenyum.
"Selamat....kak alya dan kak bara jadi orang tua baru.Milen sangat bahagia,karena milen jadi bibi sekarang " Ucap nya
"Heh anak kecil,kata siapa kamu jadi bibi Huh?dia itu ngga mau punya bibi cengeng dan nakal kaya kamu"
"Begitu kah?"Tanya milen sedih
"Mas apaan sih"
Deg
Pasalnya bara salah tingkah sendiri,ia tak bermaksud menyakiti perasaan milen sang adik.Mitha pun ikut sedih,berandai-andai bila sang putra tau penyakit yang milen derita selam ini,mungkin sikap nya tak akan sedingin ini.
"Sorry....kakak cuman bercanda"
"Iya sayang,kak bara itu usil.Jangan di masukin hati ya"
"Engga kok kak,milen udah kenal mau itu fakta atau bercanda.Lagi pula milen kesini mau lihat keponakan baru milen"
"Iya sayang,kak alya tau kok.Mungkin sebentar lagi suster datang kesini"
Benar saja,suster datang membawa bayi di dalam gendongan nya.Ia menyerahkan bayi itu pada alya.Milen yang gemas pun mencium nya secara perlahan.Air mata nya jatuh tak terkira.Akhirnya ia bisa melihat bayi mungil ini lahir kedunia.
Rasa sesak itu muncul,di iringi lemas dan darah yang ingin keluar.Membuat milen panik sendiri,ia berlari ke kamar mandi seorang diri.Melihat gelagat sang anak,mitha pun menyusul nya.
Benar,milen kembali pingsan di kamar mandi.Mitha pun membawa nya untuk pulang.Tak tega memang, di saat banyak orang melihat nya menggendong sang anak pulang bukan di obati.
***
Malam ini cuaca begitu mendukung,tenang di sinari banyak bintang.Dan rembulan itu membuat hati milen teramat senang.Ia memasukkan kado special nya itu di ke dal tas.Berniat memberikan nya pada bara nanti.
Memang di malam ini milen sangat senang, tapi berbanding terbalik dengan tubuhnya yang drop drastis.Berkali kali keringat meluncur di kening nya.Itu tak menghalangi rencana nya yang mungkin akhir dari perjalanan hidup nya.
Kemarin alya sudah di perbolehkan pulang,sehingga malam ini ia bisa jalan-jalan bersama dengan sang kakak.Milen meminta izin pada sang mama,pun kata perpisahan terakhir kali.Begitu pun dengan alya dan keponakan nya.Ia masuk ke mobil,tersenyum penuh arti pada bara.Melupakan rasa sakit di sekujur tubuh nya.
Pukul 19.45 meraka sampai di pasar malam,banyak orang bergembira.Milen semakin bersemangat,namun lagi-lagi ia harus bertahan saat kaki mulai gontai untuk melangkah.
Bara menuruti semua keinginan milen,dari membeli gulali,naik kereta mainan,mancing ikan,tembak gelas,dan terakhir naik kincir angin.
__ADS_1
Baru saja memesan tiket melihat gelagat milen yang kurang fit membuat bara cemas bukan main.Namun lagi-lagi milen berhasil membujuk bara untuk naik kincir angin bersama nya.
"Kak....suasana malam ini indah banget yahh? Sayang kalau kita ngga kesini sekarang"
"Milen....kamu sakit?"
"Engga kak,milen pengen kasih sesuatu dan kak bara harus janji sesuatu juga sama milen.Tapi sebelum itu milen mau kita foto bareng"
Bara mengeluarkan ponsel pintar nya,tersenyum dalam kamera walau hatinya masih cemas.Ia tau bila milen tengah menyembunyikan sesuatu dari nya.
"Nah,sekarang milen mau kak bara janji satu hal sama milen,baru nanti di kasih kado nya deh"
"Apa....kakak usahain supaya bisa mengabulkan nya"
"Milen mau kak bara janji,jangan sedih kalo milen pergi.Kak bara harus janji selalu buat bahagia kak alya juga mamah dan keponakan milen.Jangan tangisi kepergian milen,karena milen ngga mau lihat kak bara sedih"
Haru,perasan yang tengah menyelimuti hati bara.Entah mengapa jika ia merasa akan kehilangan sosok di depan nya ini.
"Kak bara pasti janji,memang nya kamu mau pergi ke mana?"
"Pokoknya nya ke tempat yang jauh....banget,milen yakin kak bara ngga bisa ikut kesana.Dan ini hadiah dari milen,jangan di buka kalau milen belum nutup mata " perintah nya
"Hm..."
Milen menyodorkan kado berbungkus rapih itu pada sang kakak.Rasa sakit nya kembali merobohkan dinding pertahanan nya.Kuat tak bisa lagi menjadi topangan milen saat ini.Ia batuk,namun bukan batuk biasa karena ia mengeluarkan darah,untung saja bara tak melihat nya.Tak sampai itu juga,milen kembali mimisan.Kepalanya semakin sakit,jantung nya semakin lemas.Dengan sisa kekuatan dan tenaga yang di miliki nya,milen meminta pelukan hangat dari sang kakak.
"Hm.....kak ba-bara,mi-milen.....mau di peluk..."Rintih nya
Awalnya bara bersikap biasa,ia memeluk milen lembut.Sembari memegangi kotak pemberian milen.Namun ia merasa pelukan milen mulai merenggang,melemas,hingga ia memberanikan diri menatap wajah sang adik yang sudah pucat dan dingin dengan darah di tangan pun hidung.
Bara mendekatkan jari telunjuk nya ke hidung milen,memeriksa kekhawatiran nya.Namun apa yang di dapat,tak ada deru nafas.Nadi pun sudah tak ada.
Sedetik kemudian bara baru menyadari bila sang adik telah pulang ke pangkuan sang Ilahi.Bodohnya ia tak peka akan detik-deik berharga itu.
Bara berteriak sekencang-kencang nya,menangis kepergian milen.Ia kembali memeluk erat tubuh mungil itu.Tak ingin kehilangan.
"Argh......milen....bangun,jangan tinggalin kakak.Bangun....maafin kakak,kak bara ngga bisa lihat milen kayak gini,bangun......bangun milen.....hiks....bangun....jangan tinggalin kakak,kakak bara sayang milen....."
Mengetahui ada yang salah,di pemilik wahana pun menghentikan nya.Ia turut berduka atas kematian milen,membantu nya membawa barang-barang penumpang nya ke mobil.
Bara masih tak menyangka,jika hari ini hari yang sangat menyedihkan untuk nya.Kehilangan sosok adik yang paling ia sayang dan paling ia lindungi selama ini.
Bara menggendong milen pulang kerumah, para pelayan pun menangis histeris.Mitha dan alya ikut bersedih atas kepulangan milen.Hal yang sangat tak di duga.
"Milen...bangun sayang...ini mamah sayang....jangan tinggalin mamah...hiks...mamah sayang milen...."Tangis mitha
"Milen bangun....jangan tinggalin kak alya....kamu tega sama kakak.....milen bangun....."
__ADS_1
Begitu terpuruk nya bara,ia diam menangis memeluk tubuh mungil adik nya.Ia tak rela bila harus bisa berpisah secepat ini.
***
Bara POV
kurasakan sakit yang teramat dalam di hatiku.Tak berdarah ataupun membuat ku mati.Sayang nya aku sangat dan sangat terluka.Kepergian nya bukan hal yang ku inginkan selama ini.Aku masih ingin mengejek nya,menggoda nya,dan menjahili nya.Namun mengapa ia harus kembali secepat ini.
Kau sangat kejam padaku,membuat ku bahagia dan terluka secara bersamaan.Aku tak kuasa menahan kesedihan ku di saat ia di masukkan ke dalam tanah yang dingin.Mungkin di sana ia akan menangis meminta ku untuk memeluk nya.
Belum lagi hujan yang membasahi pemakaman nya,seperti ikut bersedih atas kepergian nya.Aku tak kuat melihat nya di tinggal sendirian disana.Jangan lupakan foto itu, foto yang mana aku simpan di atas tanah tempat tidur nya.Wajah nya bersinar, tersenyum tanpa beban di pikiran.
Sungguh separuh hati ku hancur,tak bersisa.Tak berdarah membuatku semakin marah.Aku sangat bodoh tak menyadari nya sejak awal.
Lagu sedih itu,video call itu,mimisan itu,foto bersama itu,dan kado itu.Yah,aku membuka nya melihat sebuah kotak musik berbentuk bulat.Bentuk yang sarat akan makna menggambarkan isi pemilik tersebut.Gadis kecil tengah merajuk itu pasti adik perempuan ku.Milena aditama yang kau panggil pulang sebelum aku.Dan di samping nya itu aku,jelas karena orang itu memakai setelan jas.Seperti dulu,aku membuat nya merajuk setiap hari nya.
Lagi bagian itu membuat tangis ku kembali terurai.~Milen dan bara aditama~sangat jelas itu di buat secara khusus.Nyatanya gadis berusia 13 tahun sudah menyiapkan semua nya secara sempurna sebelum kepulangan nya.
Masih tersisa surat di kotak itu,aku membuat nya perlahan.Membacanya satu persatu meresapi setiap makna kesedihan di dalam nya.Selepas membaca nya ku tau,ada satu yang bisa menceritakan semua nya.
Mencari sosok itu adalah tujuan ku sekarang.Mamah ku tau segala nya,itu hal yang menyakitkan yang membuat ku semakin bersalah.Andai saja waktu bisa terulang kembali,roda kehidupan bisa berhenti.Mungkin aku akan berusaha membuat nya bahagia,bukan dia yang membuat ku bahagia.
Setelah mendengar penjelasan dan cerita sang mamah.Hati ku semakin hancur,gadis sekecil milen mampu menahan rasa sakit yang begitu kejam di tubuh nya.Ia tutupi dengan penuh senyuman di wajah manis nya.
Dan yang bisa ku lakukan saat ini adalah bangkit pun berdoa agar adik perempuan ku di tempatkan di tempat yang sangat indah.Aku percaya allah sangat menyayangi nya,hingga membuat ujian berat bagi nya.Itu mungkin setimpal dengan ganjaran yang di berikan nya.
Milen....kakak mu ini sangat menyayangi mu.Maaf selama ini tak bisa membahagiakan mu,tak peka terhadap mu.Kakak berdoa pada sang kuasa,agar ku bahagia bersama papah di sana.
***
**Flash back to surat terakhir milen
From:Milena aditama😄
Kak**.....
Aku tau kau sangat menyayangiku,aku bersyukur karena itu.Memiliki kak berharga sepeti mu adalah kebahagian terbesar ku.Maaf......selama ini kau pasti curiga dan khawatir dengan kondisi ku.Maaf....karena tak beri tau yang sebenarnya nya padamu.Disini milen ingin melihat kak bara bahagia untuk terakhir kali nya.Kak pasti sedih atas kepergian ku,tapi aku ingin kakak jangan menangis terus menerus.Sebenar nya 6 bulan lalu milen di vonis Chronic lymphocytic leukemia oleh dokter.Milen tau penyakit itu sangat berbahaya.....bukan maksud milen menyerah,tapi milen tak mau mendapatkan penyangga hidup dengan terus minum obat.Sehingga milen putuskan jika penyakit milen tidak di obati.Milen menyusun beberapa misi untuk terakhir kali,dan milen puas itu.Milen berharap kak bara bisa membahagiakan kak alya dan keponakan milen.Jaga juga Momi,dia akan sedih karena kepergian ku.Di saat milen bertemu papah,milen sangat bahagia kak.Tapi milen juga tau banyak yang sedih pula.Tapi tak apa yang penting milen sudah berjuang semampu milen.Tetap tertawa walau kak bara tak lagi menjahili ku hehe...Sejujurnya senyun kak bara itu sangat menawan,milen pun suka melihat nya.Sudahlah,yang terpenting sekarang adalah..........
**Milen sayang kakak
To:Bara aditama😇**
****
Jadi gimana nih,sesuai ekspetasi kalian nggak?
Author juga ngga mau sih membuat tokoh milen itu meninggal,tapi yahh udah ke laksana jadi harus gimana lagi!
__ADS_1
Jangan lupa buat like dan comment terus^_^
Bersambung