
Pagi itu seperti biasanya,alya terbangun dari tidurnya karena mendengar suara adzan yang selalu berkumandang.Walaupun ia ketahui jika kediaman aditama jauh dari masjid.Tapi alya sangat bersyukur karena masih bisa mendengarkan adzan subuh membangunkan nya.
Alya pergi kedapur sebagai rutinitasnya memasak pagi ini.Sebenarnya alya di beri kebebasan untuk tidak memasak karena ia hanya menjadi seorang tutor.Tapi karena sudah terbiasa memasak untuk sang abi,terlebih ia juga tinggal gratis di sana.Sehibgga alya melakukannya dengan senang hati.Mitha terkejut kala melihat alya tengah memasak di dapur rumahnya.Ia kemudian menghampirinya dan bertanya pada alya yang sibuk memasak itu.
"Nak....sedang apa kamu disini???"
"Saya sedang memasak sarapan pagi ini tante"
"Memang nya para pembantu yang lain kemana alya???"
"Mereka ada tante eh nyonya"
"Jangan sungkan panggil saja tante,agaknya nyonya itu tak enak di dengar,atau mamah saja"
"Maaf jika saya mengatakan mamah akan lancang nyonya.Terlebih saya bukan siapa-siapa".
"Jangan berkata seperti itu,sekarang kita adalah keluarga.Apa salahnya!!!"
Pembicaraan mereka terhenti,ketika bara dan milen turun kemeja makan.Mereka berdua melihat mamah nya tengah asik berbicara dengan alya.Sarapan kemudian di letakkan apik di depan bara dan milen yang memang tengah menunggu untuk sarapan.
Seperti biasanya,milen dengan lahap nya memakan sarapan paginya.Begitu pula dengan bara yang dengan senantiasa memakan sarapan nya itu.Pemandangan yang cukup indah di pandang oleh alya.Bagimana tidak,keluarga kecil itu terlihat lengkap,walaupun tidak ada sosok ayah sekaligus pemimpin di sana.
Bara dan milen berangkat bersama,sedangkan alya dan Mitha berdasarkan di rumah.Karena Mitha mengurus pekerjaan nya di rumah.Setelah selesai membersihkan meja makan,alya masuk ke kamar milen untuk mandi.Tetapi belum sempat ia menutup kamar milen,Mitha terlebih dulu menghentikan nya.
"Alya.....tante minta tolong yah"
"Minta tolong apa tante???"
__ADS_1
"Nanti antar tante ke mall,sekaligus kekantor nya bara"
"Baik tante,kalau gitu saya siap-siap dulu ya"
Setelah itu alya masuk ke kamar mandi membasuh tubuhnya itu.Di kenakan nya gamis berwarna hijau botol di padu padankan dengan khimar berwarna pink.Kalem dan cantik seperti biasanya.
Alya menemui Mitha di ruang tengah yang memang sedari tadi telah menunggu nya itu.
"Tante...."Sapa alya
Mitha takjub memandang kearah alya.Ia sangat senang melihat alya memakai gamis yang menurut aurat nya itu.Simple nan cantik itu yang pantas di sebarkan untuk alya.Walauoun wajahnya hanya di polesan dengan listrik berwarna pink dana berskala uang tak terlalu putih,tapi tetap saja wajahnya memancarkan sinar karisma tik.
"Subhanallah alya,cantik banget...."
"Alhamdulillah makasih tante mitha......"
Mitha membawa alya ke mall untuk menjalani beberapa butik yang menjual beberapa gamis yang mahal tentunya.Beberapa kali alya menolak mitha membelikan nya gamis baru,karena ia sudah memiliki banyak gamis yang juga di belikan oleh bara.Tapi mitha bersikukuh untuk tetap membelikan alya.
Alya pun sedikit tak enak kali pada mitha.Karena disini ia lah yang banyak berbelanja.Alya hanya mengantar mitha untuk membeli tas baru.Sedangkan ia,dari mulai baju gamis,khimar,sarung lengan,sepatu,tas dan masih banyak lagi.
Setelah selesai berbelanja,Mitha mengajak kita alya makan siang di salah satu restoran di mall tersebut.Saat hendak memilih makanan,alya sedikit terkejut.Karena dalam daftar buku tersebut banyak sekali makanan yang mengandung minyak maupun daging ****.Akhirnya setelah lama,alya memutuskan untuk makan spageti Honey beef.Sedangkan Mitha sendiri memutuskan untuk memesan steak cheese.
Tempat selanjutnya adalah kantor bara.Tak sampai 20 menit,Mitha dan alya sudah sampai di kantor bara.Kala itu jakarta tak macet seperti biasa nya.Hingga mitha dan alya dapat sampai dengannya cepat.
Mitha langsung menuju ke ruangan bara yang memang ia hafal betul.Semua karyawan pun terkejut dengan kedatangan ibu dari boss nya.Semua tatapan tertuju pada mitha dan alya yang masih baru sampai di depan ruangan bara.
Keterkejutan mereka tak berhenti begitu saja,saat mereka melihat alya berjalan berdampingan dengan mitha.Banyak mata melirik tak suka pada alya,dan ada pula yang berharap jika alya bisa menikah dengan bara boss nya.
__ADS_1
"Bara...."
Mendengar suara sang mamah berdengung di indra pendengaran nya.Sehingga dengan cepat ia mengalihkannya pandangannya nya pada sosok yang ia kenal betul.Rian yang tengah berdiskusi pun menoleh mencari sumber suara.
"Mamah...."
"Coba tebak,Mamah bawa siapa???"
"Siapa mah"
Mitha sedikit bergeser ke samping kanan,agar anaknya bisa melihat perempuan yang ia bawa.Bara sedikit terkejut melihat alya adalah orang yang di maksud oleh sang mamah.
Deg
Perasaan bahagia itu tak bisa di pungkiri oleh bara.Ketika melihat alya begitu cantik memakai gamis hijau dan khimar pink miliknya.Tanpa bara sadari,kaki nya tengah hari melangkah mendekat kearah alya.Rian dan Mitha yang melihat langkah bara hanya tertawa.Alya yang sedari tadi hanya bisa menundukkan kepalanya kebawah.Beberapa langkah lagi bara sampai di depan alya,sebelum sang mamah kembali kepolisian awal.
"Ekhem....Bara sayang sadar Dong " Ucap sang mamah yang tengah melambaikan tangan nya itu.
Seketika bara tersadar,ia merasa sangat malu di buatnya.Pikiran nya hanya terpukul pada satu orang,yakni alya.Matanya tak ingin lepas untuk memandang alya.Hatinya selalu ingin berada dengan perempuan berkhimar pink itu.
"Ahk.....mamah sih kenapa harus bawa alya kesini???"
"Memang nya kenapa sayang???"
"Ah...itu"
Gugup bara,ia benar-benar salah tingkah hingga keceplosan berbicara.Malu yang kini tengah memuncak di hati bara.Karena dirinya.....
__ADS_1
Bersambung