Alya Love Story

Alya Love Story
Ke bandung


__ADS_3

"Apa...meninggal"


Bara kemudian menutup telponnya.Ia lantas buru-buru mengambil mantel dan kunci mobil nya di atas meja.Mitha yang mengetahui bara yang hendak pergi itu lalu menghentikan langkahnya.


"Ada apa mah?"


"Kamu mau kenapa bara?Mamah ngga mau kamu pergi dengan keadaan yang kacau seperti ini!"


"Alya butuh bara mah,bara mohon jangan bilang dulu pada milen.Bara pergi dulu...."


Bara meninggalkan mamah nya yang masih berdiri di atas tangga rumah nya.Ia sungguh bingung dengan perkataan bara yang tak bisa di cerna nya baik-baik.


Bara membawa mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata,hatinya sedikit lega mengetahui keberadaan alya saat ini.Seharusnya dia berdiri di samping alya untuk menenangkan nya,bukan membuat beban pikiran yang bertambah pada alya.


Sungguh bara menyesal setelah apa yang ia lakukan pada alya.Walaupun ia tau jika itu semua bukan kesalahan nya.Salah paman lah yang membuat jarak diantara bara dan alya.


Bara sampai di desa alya sore hari.Cukup baginya untuk mendarat di bandung hanya beberapa jam saja.Tak bisa di pungkiri juga,jika jalan jakarta menuju bandung cukup senggang membuat nya lebih mudah mengebut.


Ponsel bara berdering,kala ia memasuki batas kampung alya.Bara yang tak mau menggubris nya itu lantas melihat jika rian lah yang menelpon.


"Ada apa?"


"Boss....Apa boss di rumah?Hari ini kita aja jadwal meeting penting dengan perusahaan wirakarta"


"Aku di bandung!"


"Bukan kah kau bisa menghandle nya"


"Tapi pemilik perusahaan itu ingin bertemu langsung dengan boss"


"Aku tidak bisa....kau saja,jika tak ingin kerja sama dengan perusahaan ADM group biarkan saja.Masih banyak perusahaan lain yang ingin bekerja dengan ADM group"


"Baik boss,selamat memperjuangkan cinta anda"


Tut...


Mungkin hal itu sangat di sukai bara.Memutus telpon sepihak, tanpa mengetahui perasaan yang tengah menelpon nya.


Bara memarkirkan mobilnya di depan rumah alya.Rumah itu sudah pernah ia singgahi sebelum nya.Tak besar juga tak kecil,sederhana tapi mengesankan. Begitu juga dengan si pemilik.Walaupun sederhana tapi sangat memikat hati seorang bara aditama.


Saat bara keluar dari mobilnya,banyak pasang mata yang melihat kearah nya.Orang yang berkumpul di rumah husein itu sangat asing dengan kehadiran bara.


Ali yang juga melihat kedatangan bara itu,lantas mengajak nya masuk kerumah.Ali pun memanggil yasmine agar menyuguhi beberapa makanan ringan untuk bara.


Alya yang sama sekali tak mengetahui kehadiran bara,masih saja di dalam kamar.Ia enggan keluar,serasa isi hatinya masih hampa tak merasakan apapun.Pikiran nya masih kosong,padahal sebelum ayahnya meninggal tumpuk kan berkas di memori kepalanya itu sangat banyak.Mungkin karena rasa kehilangan itu yang bisa mereset semuanya.


Ali dan yasmine duduk bersebelahan yang langsung berhadapan dengan bara.Bara yang cukup cemas dengan keadaan alya itu langsung tertangkap oleh sepasang mata suami istri itu.

__ADS_1


"Nak bara,cemas dengan kondisi alya kah?"


"Ah....tuan ali,anda bisa cepat menduga seperti itu.Bagimana kronologis meninggalnya tuan husein?"


"Jangan sungkan untuk memanggil paman pada saya.Saya pun sudah menganggap kau sebagai anak kami.Benarkan yasmine?"Tanya ali pada sang istri.


"Benar...."


"Lalu bagaimana kondisi alya saat ini?"Tanya Bara cemas menunggu jawaban.


"Alya masih terpukul atas kehilangan adik ipar saya nak bara.Alya pun belum makan dari kemarin,nafsu makan nya hilang seiring dengan meninggalnya husein.Bibi pun sedih melihat kondisi alya saat ini.Apalagi alya sering melamun,bicara saperlu nya dan lebih banyak menyendiri!"


"Saya mohon, bantu nak alya bangkit dari rasa sedih nya.Saya yakin jika nak bara bisa melakukan semua itu.Walaupun saya tau jika ada masalah yang tengah menguncang hubungan kalian saat ini".


"Saya akan berusaha paman,untuk membantu alya dalam hal ini".


"Yasmine....cepat panggil alya kesini"


"Baik..."


Yasmine pergi ke kamar alya.Sedangkan bara dan ali mengobrol tentang kematian husein.


Tok...tok...tok...


Yasmine mengetuk beberapa kali pintu kamar alya.Berharap alya mau membuka pintu kamar nya kembali.Hal yang cukup sulit untuk yasmine membawa alya keluar kamar.


"Sebentar bi..."


Alya membuka pintu kamarnya,wajahnya masih datar terkesan lebih sedih mungkin.Tapi kesedihan itu alya bisa tahan di depan orang lain,begitu pula dengan paman dan bibi nya.


Alya tak ingin jika rasa sedihnya membuat orang lain khawatir pada keadaan nya.Ia mencoba untuk bangkit dan kembali tersenyum untuk mengatakan jika ia baik-baik saja.


"Ada yang ingin bertemu dengan mu!"


"Siapa bi...?"


"Jangan tanya,nanti kamu pun tau"


"Tapi alya ngga mau ketemu orang bi..."


"Sebentar saja,kasian dia yang jauh-jauh kesini,malah di tolak sama kamu"


"Baiklah,dimana orang nya bi?"


"Mari....bibi antarkan"


Alya mengekor di belakang tubuh bibi nya yang cukup tinggi dan gempal itu.Tentu membuat alya tertutupi oleh tubuh bibi nya.

__ADS_1


Yasmine berhenti tepat di depan ali dan bara.Kaki nya melangkah kearah kiri,memperlihatkan alya yang berada tepat di belakang tubuhnya.


Saat mata bara dan alya memandang.Kala itu juga waktu serasa berhenti.Beberapa detik mereka saling menatap tak percaya.Tapi sedetik kemudian alya mengalihkan pandangan nya.


Alya hendak berbalik kembali masuk kamar,tapi bara dengan cepat mencegahnya.Ali dan yasmine pun meninggalkan mereka berdua untuk berbicara.


Alya kembali berbalik kearah bara,ia mencoba melepaskan tangan nya  yang di genggam keras oleh bara.


"Tolong lepaskan tangan saya tuan"


"Aku minta maaf alya,apa yang kamu lihat itu ngga bener.Aku turut berduka cita atas kematian ayahmu!"


Alya masih diam membisu, walau bara mencoba menjelaskan padanya.Bara memegang satu lagi tangan alya,mata nya meminta untuk mencari pengampunan.


"Bicara lah.....aku tau kamu marah,kecewa,benci padaku.Aku tak akan sanggup jika kamu terus berdiam diri alya...."


"Sebuah hubungan yang berdasarkan kepercayaan dan izin Allah,pasti akan selalu bahagia.Walau di terpang badai sekalipun,saya yakin jika hubungan itu akan tetap kokoh juga kuat.Tapi jika sebuah hubungan didasari  kebohongan pada awalnya,tentu ketika cobaan menerpa akan roboh seketika"


"Tapi...."


"Saya belum selesai tuan,saya pun tak tau dengan semua ini.Saya dan anda memiliki hubungan,tapi anda dan dia pun memiliki hubungan.Mungkin khitbah yang tuan katakan pada saya itu kebohongan semata.Saya tau tuan tengah mengasihani saya.Tapi tak harus seperti ini..."


"Alya...dengar dulu penjelasan ku!Satu hari saja tak ada kehadiran mu membuat hatiku hancur tak bersisa.Kau boleh membenciku,tapi jangan kau buat aku harus menjauh lagi darimu!"


"Lebih baik tuan pulang sekarang,jalani hubungan Anda dengan mbak susan.Isyaallah sedikit demi sedikit saya akan merelakan semua nya,walaupun terasa sakit bagi hati saya.Saya harap tuan mengerti dan silahkan pergi dari sini!"Alya mencoba menarik bara keluar dari rumah nya.


"Bagaimana dengan milen?"


Bersambung


**Untuk readers tersayang,author mau minta tolong tinggalkan jejak like dan koment pada novel ini.Support juga author dengan cara vote.


Author minta pendapat para readers dong,buat kelanjutan cerita ini**!!


1.Alya tak memaafkan bara😠


2.Bara berhasil meyakinkan alya😐


3.alya pergi ke Singapore😉


4.Milen tau dan datang ke bandung😯


5.Susan kembali membuat ulah😲


Tolong di jawab yahh para readers tersayang😚


 

__ADS_1


__ADS_2