Alya Love Story

Alya Love Story
Pertemuan


__ADS_3

Sesampainya di rumah,bara maupun alya langsung masuk kekamar masing-masing.Hari ini bara sengaja tidak masuk kerja karena ingin mengantar sang mamah ke bandara.Karena itu rian yang akan menghandle semua urusan dan pertemuan kolega bisnis bara.


Hari menjelang petang,bara tengah menunggu alya yang masih sibuk di dalam kamar milen.Mereka berdua berencana makan malam di salah satu restoran dengan paman dan bibi alya yang akhirnya di temukan berkat usaha bara.


Alya terlihat sangat cantik dengan balutan gamis soft blue dengan khimar yang panjang.Kalem dan cantik untuk penampilan alya malam ini.


'Jan sampe gue ke Goda,tunggu halal dulu bar'Batin nya yang melongo melihat penampilan alya.


Sungguh bara sangat terpukau dengan alya.Hanya mengenakan gamis dan maké up tipis pun berhasil membuat nya tergoda.Padahal deretan mantan nya yang terbilang seksi itu tampak biasa di mata bara.Mungkin ini yang di namaku perempuan cantik luar dalam.


Bara kemudian mengajak alya masuk ke mobil agar bisa sesegera mungkin bertemu dengan paman dan bibi yang sudah lama alya cari.Bara juga senang melihat senyuman terus terukir di wajah manis alya.Bara tau,jika alya sangat menanti saat seperti ini dalam hidup nya.


Sesampainya mereka,bara lantas membukakan pintu mobil bak pangeran yang senantiasa melayani tuan putri.Merka masuk menunggu tamu yang juga di undang oleh bara.


Cukup lama bara dan alya menunggu.Ia kemudian menelpon rian untuk memastikan jika tamu itu akan segera datang.Benar saja,tak lama setelah bara menutup ponsel nya.Ada dua orang Pasutri yang berumur kira-kira 40 tahunan mendekat kearah bara dan alya.


"Permisi...Apa anda tuan bara???"Tanya pria paruh baya itu memastikan.


Sedangkan sang istri hanya diam menunggu jawaban bara.Wanita itu juga terlihat menatap alya lekat,ia merasa pernah bertemu dan tak asing dengan wajah alya.


"Silahkan duduk tuan"


Bara mempersilahkan Pasutri itu untuk duduk bersebelahan dengan tempat duduk nya.Sedangkan alya sungguh tak percaya bisa melihat kembali wajah sang paman dan bibi yang sudah lama tak ia jumpai.


"Pa...paman " Panggil alya.


Pria tersebut menoleh melihat wajah alya.Ia pun merasa tidak asing dengan wajah alya.Terlebih ia mencoba mengingat siapakah yang wajah nya mirip dengan alya.

__ADS_1


"Apa anda tuan ali?"


"Iya saya ali dan ini istri saya yasmine!"


Alya dengan cepat memeluk sang bibi.Tangis nya pecah mendengar jawaban tersebut.Bara lantas menjelaskan bahwa perempuan di samping nya adalah keponakan dari adik tuan ali itu.


Pasutri itu sungguh tak percaya,mereka bisa bertemu kembali dengan alya.Setelah 10 Tahun tak bertemu.Terleboh saat ali dan yasmine pindah kejakarta,alya masih kecil dan ibunya pun belum meninggal.


"Apa kau alya kecil anak husein adikku?"Tanya ali pada alya.


Dengan cepat alya mengangguk.Sungguh ali dan yasmine mereka bahagia dan terharu atas pertemuan yang membuatnya berkumpul kembali dengan keponakan kecil nya.


"Kemarilah.....biar bibi peluk"


Yasmine membagi kehangatan yang sudah lama alya dapatkan dari ibunya.Mengingat ibunya telah lama wafat.


Ali dan yasmine sangat sedih mendengar penjelasan dari mulut alya.Memang setelah mereka pindah kejakarta,ali maupun yasmine lost kontak dengan sanak keluarga besar di bandung.


"Maafkan bibi alya,semua ini kesalahan paman dan bibi.Seharusnya kami bisa menyempatkan waktu untuk pulang kebandung"


"Alya pergi kejakarta karena amanat dari abi,kalau kakek sudah lama meninggal paman..."


Ali dan yasmine sangat kaget ketika alya mengatakan hal tersebut.Ali tak menyangka sangat ayah tercinta sudah meninggal dunia.Ali menganggap jika ia anak durhaka pada sang ayah.Ia sama sekali tak menyangka akan hal ini.


"Inalillahirojiun.....paman ga nyangka bisa seperti ini jadi nya.Ini semua salah paman yang ga pernah menghubungi kalian.Maafkan paman husein..."Tangis ali pecah seketika.


 "Sudah paman....doakan saja jika kakek bisa di tempatkan yang terbaik di sisi Allah,terlebih abi pun menginginkan jika paman bisa pulang ke bandung".

__ADS_1


"Paman berjanji jika beberapa hari ini paman akan pulang ke bandung menemui ayahmu nak!"


Bara yang melihat semua hal itu pun ikut terenyuh.Ia melihat ketulusan hati alya yang sangat besar pada paman dan bibi nya.Ia sama sekali tidak memiliki rasa dendam,karena setelah lama paman dan bibi Lost kontak,sang kakek sering sakit dan akhirnya meninggal dunia.


Suasana harus itu terjadi cukup lama.Hingga setelah ksmeadaan tenang,mereka akhirnya melaksanakan makan malam yang sempat tertunda itu.


Acara makan malam itu pun selesai,kali dan yasmine pamit pulang karena hari pun sudah malam.Tak lupa yasmine memberi alamat tempat tinggal nya,supaya alya lebih mudah untuk berkunjung.


"Apa kita juga pulang?"


"Tentu saja"


Bara mengajak alya pulang.Sesampainya di rumah,bara merasa sangat haus,ia pun melangkah kan kaki nya ke dapur.Alya yang melihat itu pun heran,tak biasa nya bara ke dapur.Ia akan senantiasa memerintah para pembantu ataupun alya sendiri.


"Tuan kenapa ke dapur?seharusnya tuan ke kamar lalu istirahat"


"Tenggorokan ku kering,aku ingin minum air dingin saja"


"Apa ingin yang lain,saya bisa bantu buatkan?"


"Tidak.....lebih baik kau istirahat"


"Baiklah,selamat malam tuan"


Bara yang di ucapan selamat malam itu sangat bahagia.Terlebih melihat senyuman tulis yang di berikan alya,makin membuat nya jatuh cinta.


'Kalau aku kaya mantan gue bakal habis nih dia malam ini'khayal bara.Ia lantas menaiki anak tangga menuju kamarnya.Hari ini bara sangat lelah ia memutuskan waktu istirahat yang cukup untuk dapat bekerja kembali esok hari.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2