
Setibanya mereka di bandara internasional New York.Haris membantu susan membawakan koper nya.Ia ingin sekali membantu susan agar tak terlalu kecapean dan berpengaruh pada bayinya.
Haris mengajak susan makan terlebih dahulu,karena melihat kondisi susan yang sedikit pucat itu.Tanpa berdalih sedikitpun,susan menurut saja pada haris walaupun mereka baru bertemu kembali setelah pernikahan alya dan bara.
Bak suami istri yang liburan,haris terbilang romantis pada susan.Ia sangat over protektif pada susan yang menginginkan banyak makanan junkfood yang tak baik bagi kesehatan bayi nya.
"Aku ingin itu..."Tunjuk susan kesal karena haris tak menggubris permintaan nya.
"Tidak....itu tak sehat bagi kesehatan bayimu,lebih baik makan sup saja"
"Tidak..."
"Jangan membantah,kau masih lelah dan langsung memakan makanan tak sehat seperti itu"
"Iya....dan siapa kau yang menyuruh aku untuk tak memakan nya.Kita baru saja kenal,lalu mengapa kau seperti suamiku.Melarang ini,itu,aku tak suka"
"Semua demi kebaikan mu,aku mohon turutin permintaan ku.Dan aku berjanji akan menjagamu"
"Ah....aku sangat kesal dengan mu"
"Aku tau itu"
Haris memesan beberapa makanan yang menurut nya sehat untuk bumil.Walau tak bisa di Elak juga,susan terlihat badmood sekali kala pesanan nya datang.Mau tak mau,ia harus memakan nya.
Selepas makan,haris mengantarkan susan kerumah yang dulu di tinggali nya.Cukup besar memang,tapi sayang sekali tak ada banyak yang menghuni nya.Hanya beberapa pelayan juga susan yang baru datang.
Haris pamit pergi dari rumah susan,sebenarnya ia masih betah berlama-lama melihat wajah susan.Tapi ia juga harus fokus pada bisnis yang akan di jalankan nya beberapa bulan kedepan.
Satu minggu lamanya susan dan haris berada di New York.Mereka sama sekali tak pernah bertemu kembali paska hari dimana haris mengantar susan pulang.
Tentu karena haris sangat sibuk dengannya urusan kantornya.Sedangkan susan fokus pada bayinya.Ia cuti kerja dari dunia modeling hanya untuk bayinya saja.Jadi pantas jika susan jarang keluar hanya untuk berjalan santai saja.
Tepat hari ini,seseorang menekan bel rumah susan.Pelayan pun mempersilahkan haris untuk duduk di ruang tamu.Sedang ia berjalan memanggil nyonya nya yang berada di kamar.
"Non....itu ada orang,katanya mau ketemu non susan!"
"Siapa bi?"
"Namanya tuan haris non,dia ada di bawah"
__ADS_1
"Kalau begitu saya turun,bilang tunggu sebentar....."
"Baik non"
Pelayanan itu turun mengatakan yang di ucapkan oleh susan tadi.Haris menunggu cukup lama,sebelum matanya melihat perempuan bergaun biru dongker itu turun kebawah.Rambutnya di ikat membuat hati haris tertarik untuk menarik simpul senyum di bibir nya.
Sesampainya susan,ia lantas duduk berhadapan dengan haris yang masih melongo melihat nya.Beberapa kali susan melambaikan tangan kedepan wajah haris agar ia terbangun dari lamunan nya.Tapi tetap saja,ia tak sadar.Lalu susan berbicara cukup keras hingga haris terperanjat mendengarnya.
"Haris......"
"Aku bukan tuna runggu...jadi jangan berkata keras-keras padaku.Kasihan bayimu,memiliki ibu yang galak nantinya"
"Biarkan saja,toh dia anakku....kenapa kau mengurusi nya"
"Karena aku calon ayah nya"
"Sombong sekali,memang nya siapa yang mau menikah dengan mu"
Wajah haris berubah menjadi sangat serius.Ia berjalan mendekati kursi yang di duduki oleh susan.Ia mensejajarkan tubuhnya supaya bisa menatap lekat pada susan.
Susan yang bercanda sedari tadi itu sedikit tertegun melihat ekspresi wajah haris yang sangat serius.Ia sangat takut kali ini,benar-benar sangat takut hingga tak sadar ia menutup matanya agar tak bertatap langsung dengan mata milik haris.
Ciuman singkat itu mendarat sempurna di bibir susan.Ia terbelalak sembari membuka matanya.Di tatap nya kembali wajah laki-laki di depan nya itu.
Sungguh susan tak habis pikir dengan perlakuan haris padanya.Ia sama sekali tak menduga hal tersebut.Di pikiran nya hanya terbesit jika haris akan marah padanya.
"Susan adriana,menikahlah dengan ku"
Haris memperlihatkan sebuah cincin bertahtakan berlian biru itu pada susan.Cocok seperti baju yang di kenakan susan sekarang.Ia sangat berharap susan akan menerima lamaran nya yang ia sadar pun sangat tiba-tiba.
"Ha....Haris,apa yang kau katakan.Kita baru saja bertemu,rasanya sangat aneh!"
"Aku tau itu,tau aku benar-benar mencintai mu pada pandangan pertama.Walau kita tau jika kita bertemu di saat kita tersakiti.Tapi percaya padaku,jika cintaku ini tulus untukmu"
"Tapi....aku tak tau"
"Jangan katakan itu.Aku tau kau pasti ragu untuk menentukan pilihan yang sedikit berat ini.Tapi aku mohon,pikirkan baik-baik.Di saat anakmu lahir,dia butuh sosok ayah yang akan menjadi super hero dalam hidup nya"
"Sungguh...haris aku masih tak percaya jika kau melamarku.Jujur jika hatiku masih terluka saat ini,dan aku butuh waktu untuk sendiri..."
__ADS_1
"Kumohon...pertimbangkan keputusanmu"
"Tapi aku masih tak tau perasaan ku padamu"
"Itu hal yang akan terjawab setelah kita menikah nanti"
Susan berdiri,ia pergi dari hadapan haris yang termenung sembari menunduk atas kepergian nya.Baru hendak keluar dari rumah susan,haris di kejutkan dengan susan yang tiba-tiba memeluk nya dari belakang.
"Aku bersedia menikah dengan mu haris"
Haris membalikkan badannya.Sungguh ia tak percaya dengan perkataan susan yang baru saja di dengarnya.Beberapa kali haris menepuk pipinya agar ia sadar jika memang benar susan menerima lamaran nya.
Tak butuh waktu lama haris memeluk kembali tubuh perempuan yang kini dicintai nya itu.Ia mengusap sembari mengecup pucuk kepala susan lembut.Setelah itu baru ia melepaskan kembali pelukan erat nya yang kemudian menyematkan cincin di sakunya.
****
Tak butuh lama untuk mempersiapkan pernikahan yang cukup megah bagi haris dan susan.Mereka memilih tema autdoor dengan laut biru yang indah sebagai background akad nikahnya.Susan dan haris mengundang beberapa kerabat,keluarga besar kedua belah pihak,juga para sahabat dekat.Pukul 10.00 waktu New York,haris telah sah menjadi suami dari susan.Ia kini menjadi tulang punggung bagi keluarga kecil nya.
Malam harinya,susan dan haris pulang kerumah karena mereka pun lelah setelah resepsi pernikahan cukup lama.Juga kondisi susan yang sering lemah karena kandungan nya.Haris mengantar susan untuk tidur lebih awal.Sedangkan ia harus membersihkan badannya yang terasa sangat lengket itu.
Ternyata sebuah pernikahan itu tak harus berawal dari satu hubungan yang dimana di landasi rasa cinta.Buktinya,susan dan haris yang sama-sama tersakiti karena masa lalunya itu bisa bersama.Bahkan mereka saja tak mengatakan kata cinta sebelum pernikahan.Dan Itu pun tak berpengaruh pada kerusakan hubungan pernikahan nya.Malah mereka berdua terkesan harmonis juga romantis.
Allah saat hebat dalam taktik mempersatukan jodoh dan takdir kehidupan nya.Kita sebagian hamba hanya bisa menjalani setiap proses dan menerima hasil dari semua yang sudah kita kerjakan.
***
Skip bagian ini....
Buat para readers,di episode sebelum nya dan sekarang author bikin sudut pandang dari kehidupan susan dan haris ya😄....
Walau bagaimana pun orang yang tersakiti dan menyakiti itu harus mendapat kebahagian sekecil apapun itu😊....
Buat janji author kasih bumbu pelakor kayanya bentar lagi😁.Tapi kalau yang meninggal itu masih lama😆....
Author minta dukungan nya aja,like dan koment nya....trus kalo boleh minta saran,barang kali jadi ide author kedepan nya😁....
Terimakasih para readers tercinta😚....
Bersambung
__ADS_1