Alya Love Story

Alya Love Story
Membuat kue


__ADS_3

Adzan dhuhur terdengar berkumandang,membuat tanda agar umat islam bisa melaksanakan kewajibannya kepada sang pencipta,melaksanakan sholat adalah kewajiban utama bagi setiap muslim di dunia.


Mendengar adzan berkumandang,tentu saja membuat alya beranjak dari posisi duduk nya.Ia berjalan ke arah bara yang masih sibuk bekerja.


"Tuan.....sekarang sudah masuk sholat dhuhur,apa tuan mempunyai mukena di sini???"


"Rian akan bawakan yang kamu minta"


Kemudian bara meraih ponsel nya dan berbicara dengan orang di seberang telpon.Tak lama Rian masuk sambil membawa dua gudibag di tangan nya.


"Ini,bahan untuk membuat kue,dan yang ini mukena yang juga kau pintu " Ucap Rian sambil menyodorkan dua gudibag di tangan nya itu.


Rian kemudian pergi dari ruangan kerja bara.Kini hanya tersisa bara dan alya yang masih diam itu.


"Ini mukena yang kau pinta,di dalam rak buku itu ada pintu,kamu bisa sholat di sana"Tunjuk bara kearah rak buru jauh di depannya.


"Terimakasih...."Alya ngambil gudibag berisi mukena itu lalu membawa nya keruangan yang di arahkan oleh bara.


Pertama kali membuka pintu itu,mata alya sungguh di buat takjub.Ia baru menemukan ruangan tersembunyi bak kamar yamg ada di kediaman aditama,lengkap dengan ranjang,lemari pakaian dan kamar mandi.


Tak ingin berlama lama mengagumi ruangan itu,alya kemudian masuk ke dalam kamar mandi, lantas menunaikan kewajiban sholat dhuhur.


Selesai sholat,alya kemudian mengenakan kembali hkimr yng menutup sebagian aurat nya.Lalu bernama kembali ke meja bara.


"Apa tuan tak akan sholat???"Tanya alya hati-hati,ia sangat tau jika orang di depannya ini terbilang sibuk,tapi bukan hal yang baik pula untuk meninggalkan sholat.


"Sebentar"


"Nanti waktu nya keburu habis....."Ucap alya lagi,yang kini di sambut dengan tatapan bara.


"Baiklah,tunggu sebentar di sini, saya sholat terlebih dahulu".


Bara beranjak dari posisi duduk nya,ia masuk kedalam ruangan tersembunyi di balik rak buku itu.

__ADS_1


15 menit kemudian,bara kembali menghampiri alya yang masih senantiasa duduk manis di sofa tunggu ruangannya.


"Saya akan meeting dulu,kamu tunggu di sini" Perintah bara masih dengan wajah datar nya.


"Tuan boleh saya pinjam laptopnya anda,saya ingin mencari paman dan bibi Saya " Ucap alya sedikit hati-hati.


Bara sedikit terkejut atas permintaan alya.Tapi kemudian ia memperbolehkan alya memakai laptop miliknya.


"Password nya 1985"


"Terimakasih tuan"


Alya menampilkan senyuman tulus yang tentu nya membuat hati bara sedikit tersentuh.Bara kemudian keluar dari ruangan nya menuju ruang rapat.Sedangkan alya berjalan ke meja bara untuk bisa mencari paman dan bibi nya di via internet.


 Walaupun sudah mencari tapi alya tetap tak bisa menemukan wajah paman dan bibi nya.Tentu yang berada ali dan fatimah itu banyak sehingga menyulitkannya pula.


"Sudah lah.....aku tak mungkin menemukan paman dan bibi di internetnya kembali ke sifa menunggu bara kembali dari meeting.


Buku yang ada di atas meja tentu tak luput untuk alya baca,mungkin karena terlalu lama menunggu bara kembali,rasa ngantuk mulai menyerang alya.Dan tak lama alya tertidur pulas di sofa yang lumayan panjang itu.


Bara yang baru selesai meeting itu,kemudian kembali keruangan untuk menemui alya dan mengajak nya pulang.Tak di sangka ia mendapati alya yang tengah tertidur pulas di sofa.


Bara kemudian berjalan mendekat kearah sofa. Di tatap nya wajah alya lekat,membuat  bara berjongkok agar bisa sejajar dengan perempuan yang tengah tertidur pulas itu.


Tangan bara sungguh tak tahan ingin menyentuh pipi mulus alya yang sedang tertidur itu.


'Sungguh cantik sekali dia....'Batin bara yang berhasil meletakkan tangan nya di pipi alya.Sentuman tengah terbit di wajah bara yang sudah pasti kini sangat bahagia.


'Apa aku suka sama alya???'Tanya Bara yang masih setia menatap lekat wajah cantik alya.


Merasa ada tangan yang menyentuh wajah nya lantas membuat alya terbangun dari tidur nya.Di lihat nya orang yang masih tenang menatap nya itu.Sungguh membuat alya sangat terkejut,ia langsung mengubah posisi tidur nya dengan posisi duduk.


 "Apa yang sedang tuan lakukan??"Ucap alya yang masih terkejut itu.

__ADS_1


"Dan kenapa kau tidur di sofa,bukannya saya menyuruh untuk menunggu??"


Kini alya tak lagi menjawab pertanyaan yang di layangan oleh bara.Ia memilih untuk menjauhkan diri dari Bara.


"Kita pulang sekarang, apa kau ingin makan siang terlebih dahulu??"


"Tidak terimakasih tuan,saya akan memasak di rumah saja, dan lagi hari ini saya mengajak milen membuat kue"


Bara dan alya kemudian turun dan bergegas untuk menjemput milen kesekolah terlebih dahulu.


Sesampainya di sekolah,milen dengan setia berdiri di depan gerbang menunggu mobil kakak nya.


Di bukannya pintu mobil itu oleh milen,ada rasa terkejut sekaligus senang yang menghampiri hati nya.Alya bersama kakak nya ikut menjemput ke sekolah nya.


"Kak alya....."Teriak milen senang.


"Assalamualaikum nya mana???"


"Oh iya,assalamualaikum kak alya.Jadi kan buat kue nya???"


"Tentu"


Kemudian Pak sopir melajukan mobilnya menuju kediaman aditama.Setelah sampai di garasi,Semua kemudian keluar, milen yang langsung menarik lengan alya itu tentu mendapat tatapan tajam dari kakak nya.


"Ada apa kak??"


"Tidak Ada " Elak bara yang kemudian berjalan masuk terlebih dahulu.


Setelah berada di ruang tengah,alya menyuruh milen untuk berganti baju terlebih dahulu lalu menghampiri nya ke dapur.


Alya kemudian mencampur setiap bahan yang akan di pakai sebagai bahan utama pembuatan kue nya.Tak lupa milen dengan antusias nya membantu alya.


Setelah selesai,kue di hias dengan indah di tangan alya.Kemudian mereka membawa nya ke ruang tengah

__ADS_1


Bersambung


 


__ADS_2