Alya Love Story

Alya Love Story
Pulangnya milen


__ADS_3

Siang ini suster membawa bubur yang akan menjadi makanan rutin untuk husein.Tetapi dengan cepat alya mengambilnya dari suster, bukan ia tak rela.Hanya saya alya tak ingin menyusahkan suster tersebut,terlebih ia adalah anaknya.Sudah samewajarnya ia mengurus ayahnya yang sedang sakit.


Alya menyuapi bubur itu sendok demi sendok,alya sangat berharap jika sang ayah sembuh sebelum besok di rujuk ke Singapore.Memang saat ini,hanya alya yang berada dirumah sakit.Ali dan yasmine pergi makan siang di restoran.Hal itu tak membuat alya kesepian,bagi nya paman dan bibi sudah sangat baik membantu nya hingga saat ini.


"Sudah...."


"Tapi masih banyak abi,sedikit lagi yahh?"


"Abi mohon.."


"Baiklah,sekarang abi minum obatnya lalu istirahat"


Alya mengambil obat yang kemudian di berikan pada sang ayah.Tak lama obat itu mulai bereaksi,membuat husein tidur siang dengan pulas nya.


***


Lain tempat lain situasi,bara yang masih uring-uringan itu terlihat sangat kacau.Kamarnya sangat berantakan,kasur yang acak-acakan,berkas yang berserakan,vast bunga yang pecah dan masih banyak lagi.Bara sangat frustasi,dalam waktu sehari ia sama sekali tak bertemu dengan pujaan hati.Terlebih kini sang mamah pulang dari luar negri.Mau tak mau ia harus menjemputnya di bandara.


Tapi....


Tak di sangka,orang yang seharusnya pulang sore ini,itu sudah tiba di rumah.Benar,mitha dan milen sudah pulang dari luar negri.Sopir pribadi milen kemudian menurunkan beberapa koper yang dibawa oleh majikan nya itu.Milen yang terlihat senang akan melihat alya kembali.Saat matanya menganbsen setiap inci rumahnya,ia sama sekali tidak melihat sosok yang sangat ia sayangi dan rindukan menampakkan diri.


Milen bergegas mencari ke kamar nya,tak mendapat hasil membuat nya berlari kecil keruang baca.Milen mulai curiga kemana pergi nya alya yang sama sekali tak menyambut kedatangan nya.Mengerti kecemasan sang putri tercinta,mitha kemudian ikut mencari alya.Nihil tak bisa mitha temukan,membuatnya mencari ke kamar anak sulung nya.


Saat membuka pintu kamar bara, mitha sangat terkejut dengan keadaan bara yang begitu kacau tak terurus.Ia kemudian menghampiri anaknya yang tengah menangis dengan darah di telapak tangan kanan nya.


"Bara....ada apa ini?kenapa kamu begini sayang....cerita sama mamah!"


Bara menangis di pelukan sang mamah,hatinya sungguh hancur saat ini.Hanya karna alya meninggalkan rumah satu hari saja,bara sudah kacau bak kucing yang di telantarkan di jalanan.


"Bara salah mah....alya pergi dari rumah.Semua itu karana kesalahan bara mah"

__ADS_1


Gadis cilik itu tertegun,mendengar dan mencerna setiap kata yang berhasil keluar dari mulut kakak nya sendiri.Tak butuh waktu lama membuat air mata milen jatuh di pipi mulusnya.Beriringan dengan jatuhnya semua buku novel yang sengaja milen beli untuk alya.Hal itu tentu saja membuat tangis bara berhenti,kemudian bara mencoba mengalihkan pandangan nya ke arah pintu.Mitha yang juga ikut arah  tatapan bara itu sedikit terkejut melihat kehadiran milen.


"Coba kak bara bilang sekali lagi tentang kak alya " Pinta milen yang mulai mendekat kearah bara dan mamah nya.


Bara dengan pelan memegang tangan adiknya itu,memohon pengertian nya.Tapi dengan cepat milen melepas kasar tangan bara yang ingin menggenggam nya itu.


"Lepaskan....kasih tau milen yang sebenarnya dan sejujur-jujurnya kak!"


"Milen tolong dengerin penjelasan kakak"


"Apa?apa yang harus milen dengar.Gini aja,milen tanya sama kakak...dimana kak alya sekarang"


"Sayang...mamah mohon kasih waktu dulu ya buat mamah dan kak bara bicara"


"Enggak mah,milen sekarang mau tau dimana kak alya!"


"Biarkan bara jelasin aja mah,lagi pula milen harus tau yang sejujurnya.Kakak cuma bilang kalau alya pergi dari rumah"


"Tolong maafin kakak milen,semua ini salah kakak.Kak alya salah paham tentang sesuatu yang ngga sengaja terjadi"


"Nggak mungkin kak alya salah paham hiks....Aku udah bilang kan mah hiks....jangan percaya sama kak bara,bawa kakak alya pergi sekalian...Sekarang kak alya pergi kan hiks....milen ngga mau kak alya pergi...hiks,kakak bara jahat..jahat,milen benci kak bara"


Milen pergi dari kamar bara,air mata nya masih mengalir deras.Bara yang hendak mengejar milen itu terhenti kala sang mamah memegang tangan nya pelan.


"Urusan milen biar mamah aja,kamu urus diri kamu aja sekarang"


Mitha segera mungkin menyusul milen kekamarnya.Tapi sayang sekali,pintu itu sudah tertutup rapat jikalau tak di dobrak sekalipun.


Mitha mencoba mengetuk dan berbicara agar milen mau membuka pintu kamarnya.Kembali lagi penolakan di dapat oleh mitha.Ia sangat cemas dengan keadaan kedua anaknya yang sangat terpukul di tinggal alya pergi.


Mitha sangat tau akan kerinduan milen yang begitu besar pada alya.Ia sendiri sampai geleng-geleng kepala dengan milen yang terus menanyakan semua tentang alya di luar negeri.Pantas jika saat ini milen marah dan kesal pada bara yang malah membuat alya pergi dari rumah.

__ADS_1


***


Ali dan yasmine berfikir matang-matang untuk memberi kepercayaan penuh pada alya mengurus salah satu cabang perusahaan keluarga adhari di Singapore  itu.Sekalian juga berobat husein yang memang di rujukan kesana.


Sebenarnya rahasia besar ini belum di ketahui oleh alya maupun ayahnya husein.Sebelum meninggal nya kakek alya atau ayah ali dan husein.Adhari memang memiliki sebuah perusahaan yang cukup untuk dikelola bersama kedua anaknya, yakni ali dan husein.Perusahaan itu ada di Jakarta. Sehingga adhari harus mengutus sang anak pergi kejakarta dengan sang istri untuk mengurus perusahaan tersebut.Sedangkan adhari sendiri hidup dengan husein dan alya penuh kesederhanaan.Sengaja adhari menyuruh agar ali memblokir nomer husein agar ali bisa lebih fokus mengembangkan perusahaan itu.


Alhasil perusahaan itu berkembang pesat hingga bergabung keluar negri.Oleh karena itu lah,saat alya mengatakan jika adhari telah meninggal dunia.Ali berniat untuk mengatakan yang sebenarnya pada alya dan husein.Ali dan yasmine berada di dalam ruangan husein seraya mengobrol yang pada intinya.


"Husein adikku,sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu juga alya"


"Apa itu,bicara lah ali...."


"Dulu,ketika aku merantau kejakarta bersama yasmine dan kedua anakku itu ada sebabnya.Kami di utus ayah agar menjalankan bisnis nya"


"Kenapa saya tidak tau?"


"Benar husein,ayah meminta kami agar merahasiakan itu semua dari keluarga kecilmu"Tambah yasmine.


"Lalu kenapa kakek meminta ayah untuk menyuruh alya mencari paman dan bibi?"


"Itu karena kakek ingin husein atau kamu nak,ikut mengurus bisnis keluarga.Kami sudah sepakat,jika cabang perusahaan yang ada di Singapore akan di alih kan atas nama mu alya.Sesuai apa yang di inginkan ayah"


"Tapi...Kenapa harus alya paman?kenapa tidak anak paman dan bibi saja!"


"Itu wasiat kakek mu nak,paman dan bibi hanya menjalankan apa yang memang semestinya.Lagi pula itu akan baik untuk mu dan husein juga"


"Terimakasih sudah mengatakan semua nya ali,juga sudah percaya alya bisa mengurus perusahaan keluarga adhari"


"Sudah kewajiban ku...."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2