
Sesuai kesepakatan yang sudah di buat dan di setujui oleh bara dan alya.Kini mereka berangkat ke salah satu mall yang dekat dengan rumah mereka.Rencana nya bara akan membelikan alya banyak buku agar istri cantik nya itu merasa senang.Untung saja karena pekerjaan di kantor pun sudah selesai,sehingga ia bisa menghabiskan waktu luang dengan alya.
Mobil sport milik bara terparkir di depan mall itu.Banyak mata memandang nya kagum karena mobil yang amat sangat mewah dan pemilik yang tampan juga rupawan.Bara keluar dari mobil membuat pesona nya terpancar hingga semua perempuan melongo melihat kearah nya.
Sayang seribu sayang,nyatanya bara membuka pintu lain nya lalu menggandeng perempuan yang tak kalah cantik berhijab pula.Patah memang semua hati perempuan yang melihatnya,karena kecewa bara membawa seorang perempuan.
Terlebih siapa yang tak mengenal sosok bara, tampan,mapan, berkharisma, juga kaya raya.Semua perempuan tentu nya mau bersanding dengan nya.Itu semua hanya angan-angan yang kini tak bisa di gapai sembarang perempuan.Karena di hati bara,sudah terisi penuh cinta dari alya istri sah nya.
Memasuki area mall,bara dan alya menjelajahi beberapa toko yang menjual novel bertajuk Islami.Tak perlu repot-repot ke lantai atas,karena di dasar pun alya telah melabuhkan hatinya untuk membeli banyak buku di toko(my novel).
Bara juga senang melihat guratan senyum itu terukir apik di wajah istrinya.Memang ia terabaikan karena alya sibuk memilih buku.Kira-kira satu jam lebih,membuat bara benar-benar kesepian,ia bagai tak di pedulikan sama sekali oleh alya.
"Apa sudah selesai?...."Tanya Bara yang mulai suntuk.
"Sebentar mas"Tanpa menoleh sedikit pun
"Hm"
Tau akan kekesalan da kesepian bara,alya kemudian menyudahi aktivitas nya.Ia menoleh lalu menarik tangan bara agar ikut ke meja kasir.
"Semuanya empat ratus tujuh puluh ribu mbak"Ucap kasir cantik itu sembari tersenyum.
Melihat suaminya yang masih bad mood membuat alya bertingkah usil untuk mengerjai bara.
"Mbak saya ngga bawa uang Cash atau pun kartu kredit.Bisa ngga kalau suami saya yang tampan ini di gadai aja😄"Celetuk alya yang langsung mendapat respon keras dari bara.
"Oh...jadi gitu,habis di kacang-in langsung di gadai-in.Aku kasih pelajaran nyah nanti!!"
"Eits....ber-bercanda kok mas,lagi pula salah sendiri kenapa bengong terus!!"
"Maaf mbak,mas jadi gimana pembayaran nya?"
"Jadi kok saya gadai-in...."Dorong alya agar bara mendekat kearah di kasir cantik.
"Yakin mau di kasih nih?"Goda bara sembari membalikkan badannya.
Bara tak mau kalah dengan alya ia berbaik mengerjai nya agar ia tau pasti apakah alya akan cemburu ataukah tidak.
Alya termenung sejenak,hal-hal yang tak senonoh pun keluar dari otak nya.Ia berpikir jika saat memberi bara,maka selama nya ia tak akan mendapatkan nya kembali.Alya pun menarik lengan bara kasar.Menggeleng tak ingin kehilangan bara,ia mencari kartu kredit yang diberikan bara untuk membayar semua nya.
"Ini struk pembayaran nya mbak.Sebenarnya mbak juga boleh kalau mau menggadai suami mbak.Buku nya biar nanti saya yang bayar😆"
__ADS_1
"Maaf saya hanya bercanda,anda ngga udah genit-genit"
Alya menarik tangan bara agar ikut menjauh dari toko itu.Kini wajah nya yang terlihat sangat suntuk.Sedang bara sendiri terkekeh geli melihat tingkah dari istri nya.
"Makanya jangan asal gadai-in suami.Tau rasa sendiri kan akibat nya!!"Ucap bara.
"Oh....jadi mas mau gitu?kan aku cuma bercanda biar mas ngga suntuk lagi"
"Marah nih?"
"Apaan sih,mana ada istri yang rela kasih suami nya buat pegawai genit kaya gitu"
"Ada yang cemburu nih yee...."
"Mas....udah dong,aku ngga suka deh"
"Ya udah,jangan marah lagi.Aku janji ngga bakal bikin kamu kesel lagi,jika bukan kamu yang memulai nya"
"Mas!!!"Kesal alya
"Ok...ok"
Bara mengajak alya untuk makan siang di lantai dua mall itu,kebetulan ia sering berkunjung dan tau tempat yang enak untuk di singgahi.
Sebenarnya alya sedikit ragu untuk makan di restoran bergaya korea itu.Ia takut jika bahan nya bercampur dengan daging ****.Secara islam melarang umatnya untuk mengkonsumsi daging ****,bahkan menyentuhnya pun tak di perbolehkan.
Kekhawatiran itu hilang saat bara meyakinkan jika restoran yang sering di kunjungi nya itu aman dan berlebel halal.
Pesanan siap,lalu di antar oleh seorang pramusaji.Bara dan alya pun mulai menikmati menu yang telah di pesan tersebut.
***
Zydan melihat adiknya memakai pakaian berbeda dengan pagi tadi,lengkap dengan tas selempang berwarna maroon.Ia menuruni tangga tanpa melirik kakaknya yang sibuk menatap kearah nya.
Baru turun dan hendak berjalan kearah pintu,zydan langsung menghampirinya membuat zya menghentikan langkah kaki nya.
"Kamu mau kemana lagi?bukan nya tadi pagi sudah pergi lama?"
"Ngga udah perduli deh,zya mau pergi ke mall mau belanja"
"Kamu kenapa sih jadi jutek gitu.Abang kan cuma nanya baik-baik.Sebenarnya abang tuh punya salah apa sih sama kamu?"
__ADS_1
"Udah bang,zya mau pergi nih " kekeh zya.
"Abang ikut"
"Ngga usah,itu kerjaan masih numpuk juga.Lagian abang juga sering nolak ajakan zya kan?trus kenapa sekarang mau,saat zya pergi sendiri"
"Jika karena hal itu kamu marah sama abang,abang minta maaf.Kamu tau kan,memegang sebuah jabatan yang tinggi itu bukan hal yang mudah"
"Ya itu tau,jadi zya mau pergi sendiri"
"Abang akan tetep ikut sama kamu,abang takut terjadi sesuatu sama kamu hingga kamu sedih lagi"
"Terserah abang aja"
"Tunggu sebentar di mobil,abang nyusul"
Setelah bersiap-siap,zydan lalu membawa mobilnya melesat di jalanan yang sudut ramai.Ia membawa zya ke sebuah maaf yang cukup terkenal.
Sesampainya zydan dan zya,mereka langsung masuk dan berbelanja beberapa keperluan.Zydan berusaha untuk membuat senyuman itu muncul di wajah sang adik.
Cukup untuk bersenang-senang,zydan lalu mengajak zya makan di sebuah restoran bergaya korea yang juga di pilih bara dan alya.Bukan karena rencana untuk bertemu dengan mereka,tapi karena zydan tau jika zya senang dengan masakan yang terkenal dengan k-pop nya itu.
Mereka mengambil meja yang tak jauh dari tempat alya dan bara duduk.Hanya terhalang sebuah meja yang menjadi pembatas di antara mereka.
Senyuman itu berhasil zydan terbit kan hingga zya sedikit memaafkan kesalahan nya.Sebeenarnya ia juga tak tau pasti apa yang membuat zya marah dan kesal.
Awalnya memang mereka makan siang layak nya orang lain,tapi zya merasa mengenal wajah yang duduk tak jauh dari meja nya itu.Ia merasa jika itu adalah bara,membuat nya bangkit dan berjalan ke arah meja itu.
"Zya....kamu mau kemana sih?"
Zydan dengan rasa heran nya itu lalu mengikuti arah sang adik yng terlihat sedikit penasaran.
"Bara......"
Ucap zya seketika,si empunya nama menoleh di iringi dengan perempuan di hadapan nya.
"Alya...."
Ucap zya lagi,kini ia semakin terkejut mendapati orang yang di cintai dan di benci nya duduk bersama.Zydan juga terkejut bukan main,ia pun ikut perasan dengan hubungan mereka berdua.
"Apa yang kalian lakukan disini?,dan mengapa kalian bisa bersama juga mengobrol seperti itu.Ada hubungan apa sebenarnya kalian itu"Tanya zya meminta penjelasan.
__ADS_1
Bersambung