Alya Love Story

Alya Love Story
Kepulangan sang mamah


__ADS_3

Setelah selesai meeting,bara bergegas menuju bandara sukarno-hatta.Karena ia ingin menjemput sang mamah yang sudah tiba di bandara tersebut.Sedangkan pekerjaan yang masih  menumpuk di handle langsung oleh rian sekretaris nya.Bagaimana pun keluarga lebih berharga di banding pekerjaan yang menumpuk. Kini bara tengah menunggu pesawat yang membawa mamah nya dan beberapa penumpang lainnya.Saat pesawat mendarat, bara terlihat sangat senang melihat sang mama yang baru keluar dari pesawat.


"Mah....."Panggil bara,sehingga wanita paruh baya dengan style kece itu tersenyum menyambut kedatangan dang anak.Di peluk nya bara membuat wanita itu bahagia.4 bulan terakhir ia bisa memeluk putra sulung nya itu.Dengan sigap sopir membawa koper nyonya besarnya.Menuju pun masuk kedalam mobil,karena mamah nya sudah terlanjur rindu pada milen.


"Bara....Gimana perusahan kamu???"


"Lancar mah"


"Trus gimana hubungan kamu sama adik kamu"


"Ya kadang akur kadang berantem mah"


"Kalau perempuan kemarin siapa nama nya???"


"Alya..."


"Ah...alya kerja nya gimana,nilai milen gimana,baik apa engga???"


"Mamah simpen aja tuh pertanyaan.Nanti kalo ketemu baru tanyain semuanya"Ketus bara.


Ia sedikit cemburu ketika sang mamah malah menanyakan milen dan alya.Padahal ia kan juga butuh di perhatikan.Lebih parahnya sang mamah hanya bertanya perusahaan.Setibanya mereka,para pembantu dengannya rapih nya berjalan di depan pintu.Menyambut kedatangan nyonya besar keluarga aditama.Saat pertama kali ia melihat alya,wajahnya seketika senyum.Ini adalah menantu yang selama ini ia idamkan.Wajaah cantik,lugu,terlihat baik,berhijab pula.Dengann sigap ia membawa nya  duduk di ruang tengah.Bara yang juag melihat ekspresi sang mamah ikut senang bercampur cemburu.


"Assalamualaikum tante,saya alya.Tutornya milen selama ini"


"Waalaikumsalam....Aduh cantik nya"


"Mah...mamah bawa olèh-oleh ga buat milen"

__ADS_1


"Iya sayang,Mamah pasti bawa.Apa sih yang nga buat milen"


Bara semakin kesal ketika kehadiran sama sekali tak di anggap oleh sang mamah.Kemudian bara masuk ke kamar nya dari pada ia menjadi kambing conge.


"Perkenalkan saya Mitha alesya,mamahnya milen dan bara.Kamu senang jadi tutor nya milen????"


"Saya senang tante bisa jadi tutor milen.Selama ini saya belum pernah menemukan anak yang baik dan penurut seperti milen dan saya sangat bersyukur bisa bertemu milen".


"Syukurlah....Lalu bagaimana dengan bara.Apa dia cuek ataupun dingin??"


"Alhamdulillah tuan bara tidak seperti itu,dia juga  baik sudah menjadikann saya tutor milen".


"Kak....kak kita sholat Asar dulu yu"


"Iya milen sayang"


"Iya tante,itu ide bagus"


Setelah selesai melaksanakan sholat.Milen dan alya bergantian mencium tangan Mitha.Dan di ikuti oleh bara yang juga tak ingin kalah di depan mata sang mamah.Mereka  berempat kemudian makannya karena sedari tadi pun belum makan.Alya memasak beberapa makanan yang lezat di pandang dan rasa nya tak kalah nikmat. Di meja makan kemangi obrolan itu terdengar.Baru gosong dari hati yang cemburu amat di rasakan.Bagaimanna tidak sang mamah terus saja memuji alya.Sedangkann dirinya,tanya pun tidak apalagi di puji oleh sang mamah. Bara lagi-lagi harus mengalah dan pergi ke kamar. Saat ia hendak membuka isi ponsel nya,ia kembali tersadar jika milen mengganti pendeteksi wajahnya.Mau tak mau ia harus kembali menghampiri sang adik.


"Milen......."Panggil bara di atas tangga.Kemudian ia berjalan menuju ruang tengah di mana adiknya berada.


"Ada apa bara,kenapa teriak-teriak"


"Mah......milen tuh usil banget sama bara.Masa ponsel bara ga bisa di buka"


"Trus kenapa bara..."

__ADS_1


"Di ponsel bara itu banyak berkas penting mah.Tadi juga bara kerepotan"Adu bara pada sang mamah.


"Milen apaan yang di katakan kakak kamu benar sayang???"


"Enggak kok mah,masa milen usil sih.Coba milen pinjem bentar"


Bara memberikan ponsel nya.Dengan lihai milen mengarahkan ponsel bawa pada alya.Ajaib....seketika ponsel bara terbuka.Bara yang tau semakin kesal,kini ia tau jika pendeteksi itu di ganti dengan wajah alya.


"Tuh kan bisa..."


"Cepet balikin...."


"Mana boleh"


Ponsel bara kembali di matikan.Bara semakin kesal dengan tingkah sang adik yang kekanak-kanakan.Belum sempat bara mengambil ponselnya,milen lebih dulu berlari menjauhi sang kakak.Terjadilah kejar-kerjaran antara kakak beradik yang tak akur itu.Mitha melihat tingkah kedua anaknya tersenyum senang. Akhirnya ia bisa melihat hal yang ia rindukan selama ini.


"Kau tau alya,ketika tante melihat mereka seperti itu,rasanya sangat bahagia. Kelelahan sehabis bekerja hilang seketika saat melihat mereka berdua"


"Iya tante,alya pun senang melihat tuan bara dan milen seperti itu.Akur tak akur mereka tetap saling melindungi satu sama lain"


"Terlebih saat suami tante meninggal,tante harus mendidik dan menjaga mereka sendiri".


"Tante yang sabar,alya doain kalau suami tante masuk syurga"


"Makasih ya alya...."


Hari itu mereka lalui dengan banyak rasa.Kecemburuan,kebahagian,kerinduan bercampur menjadi satu.Indah saat semua nya seperti yang di inginkan apa yang kita inginkan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2