Alya Love Story

Alya Love Story
Tak percaya


__ADS_3

Tepat setelah susan membawa bara ke kamar hotel nya,ia lantas melancarkan aksinya.Susan membuka satu persatu kancing baju bara,begitu pun baju yang ia pakai.Sebenarnya bara saat itu masih lah sadar,tapi ia tak bisa mengendalikan akal sehat nya.Sehingga membuat susan lebih mudah memperdaya nya.


"Kita memadu cinta dulu,sebelum si ****** itu datang yah Sayang " Ucap susan sembari naik keatas kasur.


Bara yang mengetahui jika perempuan di depan nya itu menginginkan kan sebuah permainan,ia dengan senang hati  melayani nya.Terlebih ia berhalusinasi jika alya lah yang menginginkan hal tersebut.


"Alya....Apa kau menginginkan nya??"Tanya Bara melantunkan tak jelas.


Apaan sih pake bawa-bawa si ****** segala,tapi ya sudah lah.Aku manfaatnya aja


"Iya " Jawab susan selimut mungkin


Awalnya sih wanita lah yang mencoba memulai permainan panas itu,dengan memeganga dada bidang milik bara,mencium penuh kelembutan,membuat birahi bara naik.Terlebih si pria merasa nyaman  dan enak astinya,ia lantas membalasnya dengan sangat bergairah.


Akh....


Hm.....


Akh........


Desahan itu semakin membuat bara bahagia di buatnya,bagaimana tidak.Pikirnya wanita yang tengah memadu cinta dengan nya itu alya sang pujaan hati.Tak ada penolakan yang terus menerus membuat bara bahagia. Mencium,kissmark,bukit kenyal itu mulai ia jajahi satu persatu.Hingga di puncak nya,bara mulai memasukkan sang junior kecil nya pada si wanita yang terus mendesah dalam derita kesenangan itu.


"Pelan-pelan sayang,kau bisa melakukan nya sepuas mungkin!"Ucap susan yang terus memancing birahi bara yang terus naik.


Lagi dan lagi tak ada kata bosan untuk mereka memadu cinta,tak ada beban dan rasa bersalah.Hampir satu jam lebih susan dan bara melakukan hal itu.Hingga bara benar-benar kehilangan kesadaran nya.Susan tersenyum senang,bara sama sekali tidak menolak bercinta dengan nya.Walaupun benar jika mereka melakukan nya di saat bara tak sadar.

__ADS_1


"Cukup untuk kali ini sayang,lain kali kita akan lakukan ketika kau sadar!"Seraya mengelus lembut pipi bara yang tertidur pulas bertelanjang itu.


Susan yang tak memakai setelah benang pun itu hanya menutup tubuh molek nya dengan selimut tebal yang juga menyelimuti bara.Saat hendak beranjak,ia merasakan area sensitif nya sangat perih.Ya walaupun memang bukan pertama kali bagi nya,tapi tetap saja.Di ambil nya sebuah handuk kimono berwarna putih untuk itu untuk menutup tubuhnya.Susan lantas mengambil ponsel nya dan mengirim pesan kepada alya.


***


Tring...


Sebuagh pesan masuk di ponsel alya.Ia telah sampai di lobi hotel yang di katakan oleh susan.Isi pesan tersebut adalah kode yang bisa membuka kamar susan.Alya lantas bergegas menuju kamar 405 di mana susan berada.Hanya butuh waktu kurang lebih tujuh menit alya sampai.Pintu lift terbuka,alya cukup berjalan lurus belok kesamping kiri dari lift tersebut maka ia akan menemukan kamar bernomor 405.


Kaki alya bergetar hebat kala ia melihat beberapa wartawan yang tengah asik menunggu di depan kamar yang ia tuju.Seraya mereka tau jika ada orang yang bisa di jadikan berita hot untuk pekerjaan mereka.Semua mata mengarah padanya,saat alya benar-benara berdiri di depan wartawan itu semua.sehingga satu persatu wartawan itu mulai memberikan pertanyaan padanya.


"Anda siapa nona?"


"Saya dengar anda memiliki kedekatan khusus dengan CEO bara?"


"Apa yang anda lakukan disini?"


Pertanyaan itu membludak membuat kepala alya seraya pusing tujuh keliling di buatnya.Merasa risiko dengan semua pertanyaan tersebut,membuat alya hanya mengatakan maaf lantas maju memekan beberapa digit angka yang sudah di berikan susan sebelum nya.


Semua wartawan melongo,melihat alya yang dengan mudah nya membuka pintu kamar itu yang juga menggunakan sebuah kode berupa beberapa digit angka.


Ceklek......


Suara pintu terbuka,alya lantas masuk setelah mengucapkan salam terlebih dahulu.Matanya mengakses seluruh inci ruangan yang ada.Tak menemukan yang di inginkan membuat alya melangkahkan kaki nya menuju sebuah kamar utama.Wartawan yang asik melihat aksi alya itu dengan senang menuntut di belakang alya.

__ADS_1


Di buka nya pelan pintu kamar itu oleh alya.Matanya langsung tertuju pada dua orang yang tengah tertidur pulas dalam sebuah ranjang berukuran besar.Tampaknya susan sengaja melakukan semua hal itu,agar alya tersakiti.


Tentu saja hal itu membuat tangis alya pecah,dengan mata kepala nya sendiri,ia melihat laki-laki yang berjanji yang sudah mengkhitbah nya itu tidur berbarengan dengan mantan pacar yang ia katakan sendiri sudah membencinya.Tapi apa,nyata nya ia malah tertidur pulas.


Wartawan yang juga melongo itu langsung memotret beberapa foto,kemudian mendekat kearah ranjang yang di tiduri susan dan bara.Sedang alya masih diam,di depan pintu menangkubkan kedua tangannya tak percaya.Air mata terus mengalir deras di pipi nya.


Suara jepretan foto dari beberapa wartawan itu berhasil membuat bara terbangun dari tidurnya.Matanya mulai beradaptasi dengan ruangan itu.Kepala sedikit pusing akibat obat tidur atau semacam nya itu.Matanya melotot,saat menyadari begitu banyak wartawan disini.Pasti untuk mengambil gambar dan bertanya tentunya.


Yang lebih terkejut nya,bara menangkap sosok yang ia kenal betul berdiri tepat di depan pintu itu.Bara melihat airmata itu terus menerus jatuh saat bertemu pandang dengan nya.Bara kemudian menoleh kesini kanan nya,sungguh terkejut nya ia saat menyadari bahwa susan tidur tanda setelah kain,begitu pun dengan keadaan nya.


Matanya kembali terarah pada perempuan berkhimar itu.Bara dengan cepat mengelengkan kepalanya,memberi isyarat jika yang dilihatnya bukanlah seperti kenyataan yang sejujurnya.


Tak ingin terus berada di tempat itu,membuat alya berbalik pergi dari kamr itu.Lari sekencang-kencang nya yang bisa di lakukan alya sekarang ini.Banyak orang menatapnya heran,tapi alya tak lagi menghiraukan nya.Cukup baginya untuk merasakan luka sayat yang dalam untuk hati nya.


Sedangkan bara,sangat frustasi di buatnya.Belum semua wartawan yang terus memberikan pertanyaan padanya.Ia mengajak kasar rambutnya,sungguh kali ini ia benar-benar masuk dalam jebakan yang di buat susan.


"Kalian semua keluar!!!"


Bentak bara,yang langsung membuat semua wartawan itu bergidik ngeri di buatnya.Mereka lantas keluar satu-persatu dari kamar itu.Meninggalkan bara dan susan yang masih pura-pura tertidur itu.


Tak perduli dengan susan,bara dengan cepat memungut semua pakaian yang hendak ia gunakan kembali.Setelah selesai bara langsung pergi dari kamar itu.


Bersambung


 

__ADS_1


__ADS_2