Alya Love Story

Alya Love Story
Bertemu lagi (Bara X Zya)


__ADS_3

Dan seperti biasa,selepas mandi, alya dan bara turun untuk sarapan.Hari ini bara terlihat sangat senang,ia bisa kembali bercinta dengan alya.


"Hari ini aku pulang cepat"


"Siang....sore atau malam mas?"


"Siang kok,emang nya istri cantikku ini mau kemana?"Goda bara


"Kau ke mall mas,cari novel baru"jawab alya.


 


Di saat semua perempuan pergi ke mall untuk berbelanja tas,baju,sepatu,istri ku dengan polos nya hanya meminta membeli buku.Sunggyh aku sangat beruntung mendapatkan alya.Guman alya sembari menatap alya lekat.


"Mas!!!.....mas mau kan antar aku?"


"Iya....ngga sekalian ama beli baju?"


"Buat apa?....di lemari juga masih banyak baju baru yang belum aku pakai.Lagian itu juga mubazir mas,buang-buang uang"


"Ngga papa kok,asal kamu senang"


"Ngga usah mah,beli buku aja"


"Ya udah deh"


***


Zya yang tengah sibuk menyanyi di kamarnya langsung marah.Karena sang kakak terus memanggil nama nya.


Zya yang tengah kesal itu kemudian masuk keruangan Kakak nya,bukan saja dengan perasaan nya yang tengah kesal.Tapi juga dengan penglihatan nya.Zya selalu saja melihat zydan tengah bekerja,fokus pada laptop yang di pakai nya.


"Ada apa sih bang?....nggangu tau ngga!....lagian tuh mata lagi kerja juga,tapi tetap panggil-panggil"


"Abang minta tolong ambil berkas di meja abi"


"Abang manja banget sih,tuh kaki masih ada mending di pake....lagi pula banyak pembantu,kenapa harus zya sih!!"


"Udah ngomel nya,ambilin sana"


"Dasar....."Dengus zya

__ADS_1


"Mas warna biru jangan lula"


"Iya"


Zya berjalan ke ruang kerja sang abi.Ia sedikit kebingungan mencari letak map berwarna biru.Ia kemudian membuka laci meja,alhasil ia menemukan beberapa berkas yang di sematkan pada map berwarna warni.


Satu persatu zya lihat,hingga tersisa ada dua map,yang sama sama berwarna biru.Karena penasaran,zya meletakkannya di meja dan membuka nya secara bersamaan.


Awal nya zya memang tak terkejut,ia juga mendapat berkas yang di inginkan zydan kakaknya.Tapi saat melihat berkas lain nya,zya terlihat begitu terkejut.Ia membaca satu persatu kata-kata yang syarat akan makna.


"Apa!!!jadi abi mau mengalihkan perusahaan kakek yang ada di Singapore menjadi milik alya seutuh nya.Aku kira selama ini itu perusahaan itu untuk ku,masa depan ku.Tapi kenapa abi jahat banget,dia lebih sayang sama alya yang bukan anak nya.Selalu saja....semua orang sayang pada alya.Kakek,abi,umi,paman,dan bibi semua nya juga abang.Kenapa mereka ngga sayang aku sih hiks....."Tangis zya pecah


Dengan bercerai air mata,zya membawa map berwarna biru permintaan kakak nya itu.Zydan yang melihat zya menangis pun sangat khawatir.Hal apa yang membuat adiknya begitu sedih.


"Ada apa?"


"Ngga usah tanya,jangan peduli sama aku bang......kalian semua sama aja,sayang alya bukan aku"


Zya langsung pergi setelah menutup pintu dengan keras.Entah kemana yang pasti,kaki nya melangkah membawa nya ke jalanan yang cukup sepi.


Zya duduk di sebuah bangku tunggu bis,ia menangis mengeluarkan semua emosi dan ras kecewa nya saat ini.


"Aku ngga nyangka,selama ini abi udah jahat sama aku.Aku benar-benar benci kamu alya....hiks,lihat saja semua yang kau punya akan kurebut.Karena semua itu milikku"


Ia mendekati perempuan dengan kaos putih juga celana pendek nya.Rambutnya yang Bob itu ia gerai hingga menutupi seluruh wajahnya yang tengah menunduk.


"Permisi....anda kenapa nona?"Tanya bara


Su-suara ini,seperti nya aku sangat kenal dan sangat merindukan nya.Guman zya yang langsung menengahkan wajahnya melihat ke sumber suara.


Kedua nya sama-sama terkejut,mereka tak percaya bisa bertemu persis seperti di London inggris dulu.Zya kemudian mengusap tangis nya lalu berdiri kearah bara.


"Bara....."Zya refleks memeluk bara erat.


Bara melepas pelukan itu,ia masih terkejut dengan penglihatan nya saat ini.


"Ka-kau zya yang waktu itu?"Tebak bara


"Iya....ini aku zya,kamu masih ingat denganku "


"Sedang apa kau disini?....menangis pula"

__ADS_1


 Zya kembali duduk di ikuti bara yang juga duduk di samping nya.Sebentar saja,bara lupa akan tugas nya ke kantor.


"Aku benar dan kau salah.....selama ini hidup ku tetap sama tak di cintai ataupun di sayangi.Aku masih terima jika itu hanya abang saja,tapi sejak dulu tetap sama saja.Dia yang selalu di sayang.....begitu juga dengan abi dan umi.Mereka rela memberikan perusahaan besar untuk dia yang bukan darah daging nya"


"Mungkin sekarang pun kau salah paham,tidak ada orang tua yang tak menyayangi anak nya"


"Aku berharap bisa sepeti itu,tapi semua itu ada bukti"


"Tapi...."


"Sudahlah....mungkin ini jalan hidup ku!!!"


"Kau yang sabar...mungkin ini ujian untukmu"


Ponsel bara berdering,ia melihat jika rian menelpon nya.Bara baru ingat jika ia ada meeting dengan perusahaan  dari Batam pagi ini.


"Ah....seperti nya aku harus pergi,jangan menangis disini.Lebih baik kau selesaikan masalah mu dengan kepala dingin"


"Terimakasih....."


Bara masuk kemobil ia bergegas melajukan mobil nya ke kantor.Sedangkan zya secukupnya senang,setiap ia sedih pasti akan ada bara.Tak menyangka pula,zya akan bertemu bara secepat ini.Mungkin kali ini ia kan menarik kembali perkataan nya yang ingin cepat pulang ke Inggris.Karena sekarang ia memiliki tujuan di Indonesia.


Zya melangkah kaki nya kembali kerumah.Ia tak peduli dengan zydan yang cemas menunggu nya pulang.


"Aku pulang....."


Zydan langsung memeluk tubuh mungil adiknya.Ia melihat memastikan tak ada yang terjadi.


"Ada apa?apa abang buat salah pada kamu?..."


"Ngga"


"Zya...."


"Zya capek bang,mau istirahat....."Berjalan pergi.


Langkah zya terhenti tapi ia tak berbalik badan.


"Dan satu lagi,jangan pedulikan keadaan zya,I fine....."


Zydan sangat bingung dengan sikap zya.Padahal hari ini ia hanya meminta zya mengambil berkas,lalu zya menangis dan pergi dari rumah.Entahlah....yang pasti hal itu membuat zydan sangat pusing.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2