Alya Love Story

Alya Love Story
Siapa kau?


__ADS_3

Aku mencintaimu seperti malam,di penuhi oleh diam.Aku tidak mau menjadi bintangmu,karena aku tak mau menjadi satu diantara seribu.Aku tidak mau kau menjadi bulanku,karena bulan selalu berubah-ubah.Aku mau kita seperti angin,berhembus dengan mulus.Menghiraukan segalanya yang tak pernah di duga.


Aku tau memang kau memiliki sejuta pesona yang memikat semua hati perempuan termasuk aku.Tapi aku berhak semuanya menjadi milikku,saat kita sudah bersatu.Biarlah aku egois karena aku benar-benar sangat mencintaimu.Tak ingin ada seorang pun mengambil mu dariku.


Berbagai cobaan dan ujian terus menerpa hubungan diantara kita berdua.Aku ingin kau bertahan dan berdiri di samping itu selama nya.Hingga ajal menjemput ku, untuk kembali pada sang Ilahi.


 Ya rabb,biarkan lah diriku ini bisa merawat dan menjaganya.Melindunginya dari semua macam mara bahaya.Ridhoi kami selalu di jalanmu.Jauhkan kami dengan orang yang ingin memisahkan kami berdua.Sesungguhnya engkau maha mengabulkan semua permintaan ku.


***


Sarapan pagi ini terlihat sangat special di mata alya.Di saat pagi-pagi seperti ini ia di beri informasi jika saham perusahan H&A Company berhasil naik dan meningkat pesat di pasar China.


Tak ayal jika senyuman manisnya terbit sempurna di bibir cantiknya.Melihat sang istri tersenyum bara kemudian menghentikan acara sarapan nya.Ia lebih tertarik untuk menatap lekat kearah alya.


"Wahai sendok dan garpu,beri tau aku apa yang membuat istri Cantik ku ini tersenyum manis di pagi hari"


Tentu hal itu membuat alya melirik kearah suaminya.Yang masih setia menatap padanya.Ia kembali memperlihatkan senyuman nya,walaupun mulutnya penuh dengan makanan.Di telan nya baik baik makanan itu,kemudian alya pun berkata pada suami nya.


"Saham perusahan yang ada di Singapore meningkat,karena itu aku sangat senang jadi aku berniat untuk memberitahukan nya pada paman dan juga bibi"


"Itu sangat bagus,semua kerja istri cantikku ini tak sia-sia.Sungguh aku sangat bangga padamu.Bagaimana jika aku mengantar mu ke rumah paman dan bibi.Sudah lama juga kita tak bertemu mereka berdua"


"Apa tidak mengganggu waktu bekerja mas bara,kan sekarang langsung kekantor kan?"


"Enggak papa,aku bisa kok,nanti urusan kantor biar di urus rian dulu"


"Ya udah kalau gitu aku siap-siap dulu.Mas bara tunggu aja di depan"


Baru hendak ke kamar mengambil tas,tangan alya di pegang oleh bara.Hal itu pun membuat langkah alya terhenti dan berbalik menatap suami nya.


"Ada apa?"


"Ada sesuatu di wajah mu,Kemarilah...."


Alya mendekat sesuai dengan tarikan tangan bara yang kemudian membuat nya mencondongkan sedikit badannya kedepan.


Cup


"Kau melupakan itu"


"Mas...ih nanti ada yang lihat gimana"


"Masa bodo,mereka juga tau kalau kamu istri aku.Jadi suka-suka aku dong"

__ADS_1


"Apaan sih,udah ah aku ke atas dulu"


Alya ke atas mengambil tas dan merapikan pakaian nya.Sedangakn bara tengah menunggu di depan rumah.Tak lama alya datang,mereka pun membelah jalanan untuk sampai di rumah ali dan yasmine.


Rumah bergaya Turki klasik itu menyambut kedua anak Adam yang berada di depan rumah.Seorang pelayan kemudian mempersilahkan alya dan bara masuk kedalam.


Tersaji beberapa makanan kecil dan teh hangat untuk bara juga alya.Lalu tak sampai 5 menit lama nya,ali dan yasmine datang.Mereka berdua tersenyum menyambut kedatangan alya dan bara.


Di peluk nya satu persatu membagi kerinduan beberapa hari yang tak bertemu.Yasmine mengajak bara dan alya untuk duduk dan mengobrol tentang kedatangan nya yang tiba-tiba itu.


"Bibi dan paman sangat merindukan kalian!"


"Alya pun,maaf kita baru datang sekarang kesini menengok bibi juga paman"


"Ada hal apa kalian kesini....paman merasa sangat penasaran"


"Alya ingin membicarakan kabar baik pada paman dan bibi"


"Apa itu"


"Jadi begini paman,saham perusahaan H&A Company meningkat pesat di negara China.Alya ingin mengambil beberapa uang perusahaan untuk di berikan pada panti asuhan dan panti jompo".


"Itu sangat bagus,usaha pamannya dan kakek mu tak sia-sia....perusahaan itu pasti berkembang pesat di tanganmu.Terimakasih alya"


"Bibi setuju dengan idemu,uang itu akan bermanfaat untuk orang yang lebih membutuhkan"


"Paman pun setuju.....kini perusahan itu milik mu.Paman akan alihkan seluruh aset nya menjadi nama mu.Paman minta untuk tetap memberi di kala kita mampu"


"Iya paman...."


Perbincangan itu cukup lama,bara melihat jaman tangan yang di pakainya.Ia pamit pergi ke kantor lebih awal karena Rain mengirim beberapa berkas meeting penting.


Berbeda dengan bara,alya masih betah berada di rumah paman dan bibi nya.Bercengkarama tentang semua kehidupan baru nya.


Hingga tak terasa sore telah tiba,alya pamit pada paman dan bibi nya pulang.Alya di beberapa olèh-oleh dari bibi nya yang juga baru pulang umrah kemarin.


Sesampainya di rumah,alya bergegas sholat ashar kemudian berlanjut untuk membersihkan dirinya.Hingga malam tiba,alya tengah memasak di dapur untuk makan malam bersama bara nanti.


"Akh.....baju bau amis karena ikan,seperti ya aku harus mandi kenbali"


Alya menyerahkan tugas memasak nya pada pembantu yang ikut membantu nya memasak.Karena alya harus membersihkan diri kembali ke kamar nya.


Bara pulang dengan muka yang sangat lelah,dasi nya tak terlihat rapih.Rambutnya acak-acakan,jas nya ia bawa dengan tangan yang tak ada daya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar ia tak melihat keberadaan alya.Ia pun berjalan kearah ruang ganti hendak mengambil handuk untuk ia pakai.


Clek


Suara knop pintu itu membuat perempuan yang berbalut handuk terkejut bukan main.Rambutnya masih basah dan ia takut untuk menoleh melihat kearah orang yang membuka pintu.


Bukan saja perempuan yang berdiri seperti patung itu.Bara pun berdiri terkejut kearah di perempuan.Ia semakin marah kala perempuan itu tak menjawab pertanyaan nya.


"Siapa kau?....sedang apa di kamar ku?...."


Tak ada jawaban😴


"Hei...jawab pertanyaan ku!"


Masih diam😧


"Apa kau tulis, balikan badannya dan jawab aku"


Kesal karena tak di gubris.Bara kemudian berjalan kearah perempuan berkulit putih itu.Rambutnya panjang sepunggung itu bara hempas kan agar ia bisa menatap wajah perempuan yang tengah di tatap nya kini.


"Hei..."


Bara terpaku diam,matanya sungguh tak percaya.Perempuan itu alya,istri cantiknya.Yang tengah tertunduk malu karena ulah nya.


Rambut panjang yang basah,kulit putih mulus,handuk melihat yang terbatas membuat bara geleng-geleng kepala.Ia beberapa kali berusaha meneguk saliva nya.


Alya memberanikan dirinya untuk menatap bara yang masih memperhatikan nya sedari tadi.


"Maaf mas,aku baru saja mandi dan mas masuk Begitu saja"


"Ti....tidak,lalu kenapa kau tak menjawab ku?"


"Aku bingung harus bagaimana mah,ras takut itu muncul seketika kata mas meneriaki ku"


"Haish.....kau ini,aku akan pergi.Aku minta maaf karena membentak mu.Ku kira kau ini siapa,rambutnya itu membuatku pangling"


Bara berbalik hendak pergi sebelum kancing baju nya tersangkut dengan rambut panjang milik alya.


"Mas..."


Bersambung


 

__ADS_1


__ADS_2