Alya Love Story

Alya Love Story
Pengakuan susan


__ADS_3

Sampai di gedung yang penuh dengan deretan mobil mewah itu membuat susan semakin marah bukan main.Rasanya ia ingin sekali meledakan bom amarahnya itu sekarang juga.Ia masuk gedung dengan beberapa pengawal yang berjaga di depan gedung itu.Awalnya mereka menghalangi susan masuk,tapi karena ia membawa surat undangan pernikahan alya dan bara maka pengawal tersebut memperbolehkan nya untuk masuk.


Hal yang mudah bagi susan untuk mendapatkan surat undangan berlapis hiasan bangga mawar putih itu.Susan berjalan mengelilingi para tamu yang begitu banyak di gedung tersebut.Susan pun ikut berbaur dengan para tamu yang melihat mempelai wanita turun dari tangga.Bara yang melihat alya begitu cantik itu tentu sangat terpukau di buatnya.Matanya tak bisa lepas dengan alya yang juga menatap kearah nya.


"Boss kalau alya jadi istri gue sih,betah banget tiap hati pulang kerumah ya"Usil rian yang berisik pada bara.


"Apa kau ingin di pecat sekarang juga HUH, dia itu calon istriku!"


"Ok....ok"


Alya turun di sambut dengan uluran tangan bara yang membawa nya ketempat ijab Kabul.Bara mempersilahkan alya duduk terlebih dahulu dengan gaun yang cukup menjuntai panjang kebawah itu.


Panghulu pun telah hadir begitu pula dengan ali yang akan menjadi wali nikah alya.Ali pun menujulurkan tangan nya yang di sambut oleh bara.Pengucapan ijab kabul oleh ali di lanjutkan oleh bara.


"Saya nikahkan saudara bara aditama  dengan alya ainiyah binti alm.husein adhari seprangkat alat sholat dan perhiasan seberat 200 gram di bayar tunai".


"Saya terima nikahnya alya ainiyah binti alm.husein adhari dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"


"Bagaimana para saksi?"Ucap si panghulu.


SAH


Setelah itu bapak penghulu membacakan doa bagi kelancaran pernikahan yang baru saja di laksanakan.Alya mengecup tangan bara pelan begitu pun dengan bara yang mengecup kening alya lembut.Mereka berdua kemudian bersaliman pada mitha,yasmine,juga ali sebagian wali masing-masing.Semua orang yang berada di gedung itu bersorak dan bertepuk tangan.


Di sisi lain,ada dua orang yang tengah kecewa dan hancur hatinya.Susan,merasa sangat kesal juga marah melihat kebahagian yang di dapat oleh bara dan alya.Sedangkan laki-laki itu juga merasa sangat sedih,ia tak menyangka bahwa pernikahan yang ia hadiri itu adalah perempuan yang pernah singgah dan mengisi hatinya.


Ia sangat bersalah karena telah meninggalkan alya yang mungkin menjadi istrinya.Tapi sekarang semua nya telah berubah,perempuan cantik nan baik itu telah sah menjadi milik orang lain.

__ADS_1


Bara dan alya di antar menuju pelaminan tempat di mana para tamu bisa melihat mereka dengan jelas.Juga tempat di mana para tamu bisa bersalaman mengucapkan selamat.


Satu-persatu para tamu maju,hingga laki-laki yang patah hatinya itu sampai di antara bara dan alya.Ia menatap lekat alya penuh kesedihan yang mendalam.Sama dengan laki-laki itu,alya sangat terkejut dengan kehadiran orang yang pernah mengisi kebahagian mutlak di hatinya.


"Kak haris!!"Ucap alya yang masih tak percaya bisa melihat orang yang selama ini meninggalkan nya.


"Hai...sudah lama sekali kita tak bertemu"


Laki-laki itu hampir saja menangis,ia tak bisa lagi membendung rasa sedih dalam hati kecilnya.Bara yang melihat keterkaitan juga kesedihan di antara alya dan laki-laki di hadapan nya itu semakin penasaran.Hubungan apa yang bisa membuat alya menatap lekat laki-laki di depan nya itu.


"Siapa dia?"Tanya Bara pada alya yang masih melamun sedari.


"Ah.....kenalkan mas,ini kak haris....dia senior aku saat kuliah di bandung dulu"


"Saya haris..."


"Selamat ya untuk pernikahan kalian,saya permisi dulu"


Alya merasa sangat sedih dengan kepergian haris,jika bisa ia ingin sekali meminta penjelasan tentang kepergian nya selama ini,yang membuat alya terpuruk.Saat ia bisa bangun dengan kehadiran bara yang membuat luka itu sembuh,kenapa pula ia harus hadir kembali di kehidupan alya.


Tamu yang begitu banyak itu tentu saja mengantri panjang untuk bersalaman dengan bara dan alya.Tapi serasa alya hanya bisa melihat haris yang duduk di bangku paling ujung disana.


Sampai di puncak acara,semua orang terkejut terlebih bara dan alya.Semua mata tertuju pada susan yang berjalan kearah dimana bara dan alya berada.Suaranya semakin lantang saat ia benar-benar sampai di tangga yang langsung menghadap bara juga alya.


"Aku ngga habis pikir sama kamu bar,tega banget kamu nikah sama perempuan j*lang ini dan rela tinggalin aku juga bayi kita"


"Tunggu,apa yang kamu katakan barusan?"Tanya Bara yang tak kalah terkejut dengan pernyataan susan.

__ADS_1


"Iya.....aku hamil anak kamu,yang kita buat penuh dengan cinta walau hanya satu malam"


Plak


Suara tamparan keras itu mendarat tepat di pipi mulus milik susan,alya tak habis pikir dengan sikap susan yang mengaku hamil ank dari suami nya.Cukup ia harus bersabar,kali ini alya mencoba mempertahankan posisi nya yang baru saja sah menjadi istri bara.Tak mau dan tak ingin pula alya menampar perempuan di depan nya itu.Tapi kini kehormatan nya sangat diuji.


"Jangan kamu katakan hal yang tak mungkin bara lakukan!!!aku sudah tau semua bukti yang waktu itu.Jadi jangan coba-coba untuk membuat berita bohong"


"Bohong kata mu, lihatlah dengan jelas perutku ini.Semua ini karena bara,dia ayah dari anakku.Jadi aku menuntut bara harus bertanggung jawab"


"Kali ini sungguh kau keterlaluan susan,pengawal.....cepat serat perempuan gila ini keluar dari Gedung " emosi bara kini membludak seiring dengan pecah nya tangis alya.


Semua tamu undangan yang diam itu semakin bingung dengan drama yang ada di depan mata mereka.Mereka pun tak tau harus percaya yang mana,yang terpenting sekarang posisi mereka hanya sebagai penonton saja tanpa harus mengganggu drama menyenangkan itu.


"Apa kau butuh bukti jika anak yang di dalam perutku ini darah daging mu sendiri!"


Susan mengambil sebuah surat yang ada di dalam tas nya.Surat itu lalu ia berikan pada alya sendiri agar ia semakin sedih dan terpuruk.


"Jadi benar anak itu anak kamu mas?"Tanya alya yang masih tak percaya.


Mata dan hatinya tak bisa bersatu dalam satu keputusan.Matanya melihat sebuah bukti tapi hatinya malah percaya pada bara dan menganggap semua itu hanya akal-akalan busuk susan untuk menghancurkan hidupnya.


"Itu ngga bener,dia bohong....please percaya sama aku kali ini aja!!!"


Bara mencoba meminta pengertian alya dengan memegang tangan dan menatap nya lekat.Tapi alya tak bisa lagi menahan air mata yang terus mengalir deras di pipinya.Matanya hampa,hatinya hancur.Ia melepaskan tangan bara,sambil berjalan turun dari pelaminan.Tak tentu arah tujuan yang ia jalani,yang pasti ia ingin pergi dari gedung itu sesegera mungkin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2