Alya Love Story

Alya Love Story
Kado dan permintaan


__ADS_3

Milen POV


Rasa sakit itu kian melanda,mimisan hingga tubuh yang tak bisa di gerakan sering melanda diriku.Terkurung dalam kamar yang luas itu membuat ku sedih.Tapi tunggu sebentar,bulan ini akan menjadi saksi bisu akhir dari rasa sakit ini.Di saat rasa sakit itu menyerang.Aku lebih senang menutup diri,walaupun itu ibuku sendiri.


Sering kali aku menangis meratapi hidupku yang malang ini,tapi tetap saja aku harus berserah diri pada sang kuasa pencipta alam semesta.Mungkin ini bentuk kasih sayang nya,sehingga dengan demikian aku bisa bertemu sosok ayah yang aku rindukan selama ini.


Wajar saja,setiap hari aku sedih.Tak tega rasanya melihat ketiga orang yang aku sayangi pun bersedih nantinya.Padahal di satu sisi aku bahagia,namun di sisi lain aku terluka.


Sosok seorang ibu lah yang selama bulan ini membantu ku, merawatku yang lemah tak berdaya di atas ranjang.Aku tak memperbolehkan siapapun masuk,terlebih kak alya maupun kak bara.Takut bila nanti mereka tau akan penyakit ku.


Hari itu,di mana satu hari sebelum kelahiran keponakan ku kedunia.Tubuh ku masih lemah,tapi aku berusaha kuat sebesar mungkin.Rencana kali ini aku ingin memberikan hadiah pada kak alya.Sebgai tanda perpisahan ku nanti.Tak lupa ku titipkan pula kado untuk mamah pun kak bara.


***


Semilir angin terasa menyambut kehadiran milen yang tengah duduk di ayunan,tempat biasa ia bermain bersama alya dulu.Sosok cantik tengah berbadan dua itu berjalan santai menuju ayunan tempat milen berada.


Ia ikut duduk di ayunan satu nya,yang memang tersedia sepasang ayunan di teras belakang rumah.Milen memberikan senyum tulus pun berarti pada alya.


"Hm.....kak sewaktu milen pulang dari paris,milen bawa banyak barang buat kado kakak,keponakan milen,kak bara juga mamah.Yah itung-itung buat perpisahan"Cengir milen.Padahal ia tau sendiri bila alya tengah di buat bingung oleh nya.


"Kok perpisahan sih,emang nya milen mau kemana sayang?"Tanya alya penasaran


"Ada deh,kak alya ngga usah tau.Pokok nya tempat nya itu jauh.....tapi subhanallah nya indah banget Kak " ungkap milen bahagia


"Boleh ngga kak alya temenin milen kesana?lagi pula kak alya penasaran tempat yang di ceritain milen"


"Eh...."Kejut milen


"Ngga bisa dong kak,milen juga baru mau kesana.Jadi kak alya cuma boleh doain milen semoga betah dan suka disana"

__ADS_1


"Kok betah sih,emang nya milen mau tinggal disana yahh? "


"Hehe iya,ih kak alya mah dari tadi ngajak milen ngobrol terus.Kan jadi lupa buat kasih kado nyah,yuk kita kekamar milen kak"


Milen meraih tangan mungil alya,menuntun nya pelan menuju kamar nya yang berada di lantai dua.Tak berselang lama,milen membantu alya duduk di tepi ranjang,sedang ia berjalan menuju koper di samping lemari nya.Ia membawa nya,lalu meletakkan di sisi alya.


Satu persatu barang yang milen beli ia buka,untung nya sempat di bungkus.Ada empat bungkus kado yang semua nya berbeda ukuran maupun jenis.Milen membelikan dua kotak pada alya,khususnya untuk nya juga keponakan nya nanti.Ia pun menitipkan kado sang mamah pada alya.


"Kak,kado nya jangan di buka sekarang.Tunggu milen pergi dulu,sekalian yang punya mamah juga di kasih kalau milen udah pergi"


"Iya... tapi kak alya ngga janji loh"


"No,promise to me"Mohon milen sedih


"I promise....tapi kakak bingung dua kado itu buat siapa lagi?"


"Hm....yang itu buat kak bara,biar milen sendiri yang kasih.Satu lagi,kak alya ngga boleh kasih tau dulu sama kak bara kalau aku mau kasih kado buat dia"


Entahlah kenapa,alya pun merasa bila ia tak menuruti semua yang di inginkan milen sekarang mungkin ia akan menyesal nanti nya.


Malam ini cuaca sangat mendung,seperti nya akan turun hujan.Semua orang tengah bersiap untuk makan malam,begitu pun dengan milen.Menyadari tubuhnya semakin lemas dan pandangan nya semakin kabur membuat milen mengurungk anda niat nya untuk makan malam bersama.


Bara,alya dan mitha yang tak melihat batang hidung milen serasa khawatir di buat nya.Sedangkan mitha sendiri mengira bila terjadi sesuatu pada milen anak nya.Ia bergegas menyelesaikan acara makan nya pun berniat beranjak dari meja makan.Sebelum langkah nya terhenti orang suara sang putra.


"Mah....mau ke kamar milen yahh?"


"Iya sayang,mamah khawatir sama adik kamu"


"Udah mamah tenang aja,biar bara yang samperin sambil bawa makanan kesana.Mamah makan aja lagi,itu masih sisa banyak"

__ADS_1


"Tapi nak,mamah...."


"Please mah,bara juga ngga mau lihat mamah sakit.Sekarang biar mamah duduk aja sama alya,biar bara yang lihat keadaan milen"


"Ya udah deh"


Dengan segera bara membawa makan malam untuk milen,ia mengetuk pintu tapi tak ada respon dari dalam.Ia pun membuka nya secara perlahan,melihat adiknya tengah terbaring lemah dan pucat membuat bara panik bukan main.


Bara memegangi kepala milen,takut nya ia demam.Tapi perkiraan nya salah besar,milen baik-baik saja.Namun wajah nya terasa menahan rasa sakit yang kian bergejolak.


Mendapat belaian lembut di kening membuat milen mengedarkan matanya nya ke setiap sisi.Nampak bila bara menatap nya penuh ke khawatiran.Milen sedikit panik,tapi ia harus menyembunyikan kepanikan itu sebaik mungkin agar bara tak curiga.


"Milen....kamu baik-baik aja kan?kakak khawatir kamu sakit"


"Engga kok kak,milen cuman lemes biasa.Bentar lagi juga mendingan"


"Mana ada orang lemes pucat kaya gitu,lebih baik kita ke rumah sakit yahh.Kak bara khawatir sama milen"


"Ngga usah kak,milen istirahat aja,besok juga sembuh kok.Oh iya,milen punya satu permintaan sama kakak"


"Apa?....kalau kak bara bisa kasih, kak bara pasti bakal seneng"


"Milen mau pergi ke pasar malem lusa,tapi cuma milen sama kak bara aja"


"Pasar malam....ngga biasanya kamu mau pergi yang kaya gituan.Ada apa?"


"Ngga ada apa-apa kok kak,kepengen aja.Lagi pula setelah pulang dari paris.Milen jarang habisnya waktu bareng kak bara"


"Ya udah iya,tapi milen harus janji sembuh besok yahh,sekarang makan dulu"

__ADS_1


"Em..."


Bersambung


__ADS_2