Alya Love Story

Alya Love Story
Harmonis kembali


__ADS_3

Pagi ini alya sudah di perbolehkan pulang kerumah oleh dokter yang baru saja memeriksa kondisi tubuhnya.Tentu membuat hati bara sangat senang bukan main.Niat hati ingin mengajak alya pulang kerumah dengan bahagia dan tanpa halangan  itu pupus sudah di saat penampakan laki-laki cool itu datang keruangan di mana alya di rawat.


Haris membawa sebuket bunga mawar segar yang kemudian di berikan pada alya.Mau tak mau alya harus menerima nya,karena ia tak tega dengan haris.Emosi bara semakin terpancing kala ia di jadikan sebagai tembok yang tak di anggap.Sudah tak menyapa,memberi bunga,masuk tanpa izin, memberi senyum pada istrinya,bagaimana tidak kekesalan bara terus semakin memuncak itu.


"Ada perlu apa anda kesini tuan haris terhormat....pakai bawa bunga segala"


"Ah....itu saya bawa untuk alya,yang hari ini akan pulang"


"Terimakasih kak,seharusnya kak haris ngga perlu repot-repot"


"Anda dengar sendiri bukan,istri saya bilang ngga perlu repot-repot...lebih baik sekarang kita pulang,maaf tuan haris kami akan pergi sekarang"


"Bolehkah saya ikut?"


Alya melirik pada bara  yang semakin kesal dengan tingkah haris yang membuatnya  jengkel.Melihat penolakan dari bara tentu membuat alya paham,bagaimana pun kini ia sah menjadi istri dari bara.Jadi ia harus patuh pada perintah suami jikalau itu baik dan tak menyeleweng.


"Seperti nya lain kali saja kak,lagi pula saya harus pulang dengan mas bara"


"Baiklah aku antar kalian ke parkiran"


Mereka bertiga menuju parkiran,dimana bara membawa alya masuk ke mobil lalu pergi dari pandangan haris berada.


Jika memang masih ada peluang untukku berada di samping mu, aku akan berusaha merebut kembali.Karena aku tak ingin melihat mu sedih ataupun terluka karena nya.


***


Tiba di rumah,bara mengantar alya masuk ke kamar.Sang mamah yang menyambut kedatangan menantu dan anaknya itu sangat senang.Ia membiarkan milen mengobrol dan menghibur alya di kamar bara.Sedang ia mengajak bara berbicara di ruang tengah.


"Mamah ngga habis pikir sama kamu,kenapa hal seperti itu bisa terjadi di hari pernikahan yang sangat sakral!!!"


"Maaf mah,ini semua berawal dari masa lalu bara yang belum tuntas"


"Pokoknya mamah ngga mau tau,kamu harus selesai kan masalah ini secepat mungkin.Kasihan alya,hati nya pasti sangat terguncang karena ulah mu.Mamah dan milen harus ke Paris lagi sore ini,jadi mamah harap kamu bisa jadi iman yang baik bagi alya ke depan nya"


"Iya mah,bara akan coba semaksimal mungkin,biar nanti bara antar ke bandara yahh?"


"Udah ngga usah,lebih baik kamu jaga istri kamu baik-baik,jangan kecewain dia lagi"


Mitha membiarkan bara duduk sendiri memikirkan semua kesalahan atas semua yang telah terjadi di hari pernikahan nya.Bukan mitha tak ingin membantu anaknya,tapi ia ingin bara mandiri dan berpikir dewasa menghadapi situasi seperti ini.

__ADS_1


Mitha masuk ke kamar dimana alya dan milen anaknya mengobrol.Ia cukup senang melihat senyuman alya terbit kembali.Bukan hal yang mudah pastinya bagi alya menantu nya yang tengah di beri cobaan dalam rumah tangga baru nya.Mitha ikut duduk di samping anaknya milen,lalu ia menatap alya tulus.


"Maafkan bara yah,dia ngga bermaksud melakukan hal itu"


"Iya mah,alya ngerti kok....."


"Mamah harap pernikahan kalian langgeng sampai ajal menjemput nanti"


"Amin.....Isyaallah mah"


"Kak alya kalau terus di sakiti sama kak bara di tinggalin aja biar tau rasa"


"Ish.....milen ngga boleh bilang gitu dong,kasihan kak bara nanti  bisa gila dia"


"Tapi milen ngga mau lihat kak alya nangis lagi mah?"


"Nggak papa milen,kakak alya bisa mengerti kok.Sebuah akibat pasti ada sebab,begitu pula dengan asap yang pasti ada apinya"


"Milen ngga ngerti kak!!!"


"Udah sekarang milen berkemas kita pergi sore ini ke bandara"


"Iya mah...."


"Mamah ke Paris lagi ya?"


"Iya,soalnya mamah ngga bisa terus disini,bisnis ngga ada yang urus.....Milen juga harus masuk sekolah.Pokoknya mamah minta,kamu harus jaga bara disini"


"Alya berusaha menjadi istri terbaik untuk mas bara.Mamah ke bandara di antar mas bara kan?....boleh ngga alya ikut juga?"


"Enggak,bara ngga ikut biar jagain kamu disini.Kamu ngga usah repot-repot biar mamah sama milen di antar pak sopir"


"Tapi..."


"Nggak papa,sekarang kamu istirahat aja,biar cepat sembuh"


Selesai mengobrol panjang,mitha membiarkan alya untuk istirahat di kamar bara.Sampai pukul empat sore,alya terbangun untuk menunaikan sholat ashar.Kemudain ia turun karena mertua dan adik ipar nya akan pergi ke bandara sebentar lagi.


Alya turun dengan sedikit pelan,karena badannya memang sedikit terasa lemas.Baru saja turun dari anak tangga,bara kemudian membantu alya untuk memapah nya kearah sang mamah juga milen yang ada di ruangan tengah.

__ADS_1


"Aku ngga sakit parah mas!!"


"Udah......kamu jangan nolak terus,ngga baik loh bantah suami"


Alya berdiri di samping bara yang juga tengah berpamitan pada mamah dan adiknya.Tak lama mitha dan milen pergi,lalu bara mengajak alya masuk kemana li ke kamarnya.Ia ingin alya banyak beristirahat agar cepat sembuh dan beraktivitas kembali.


"Bisa kah aku memasak saja?,aku sungguh bosan di kamar terus!!"


"Tidak,kau harus banyak istirahat..."


"Tapi aku ngga bisa gini terus mas"


"Alya aku mohon dengerin aku,kamu sakit karena ulah ku,kesalahan ku,jadi aku minta maaf padamu.Aku berjanji akan mencari kebenaran tentang masalah ini.Jadi Kumahon jangan bersikeras untuk beraktivitas dulu.Aku takut kondisi mu semakin lemah saja"


"Kalau begitu aku tidak akan memaafkan mas bara,kalau ngga ngijinin aku memasak"


"Nggak bisa...."


"Apa mas mau aku stres lagi karena terus istirahat di kamar....Bisa-bisa kamu cari istri baru lagi"


"Aku ngga akan berpaling ke lain hati alya,hatiku cukup untukmu....jangan kau katakan hal itu lagi,untuk memasak akan aku perbolehkan tapi dengan syarat tidak terlalu berat dan di bantu pelayan"


"Baiklah,aku setuju dengan syarat nya.Kalau begitu aku memasak dulu ya...."


Baru saja alya alya hendak berdiri,bara menarik nya kembali untuk duduk menghadap kearah nya.Alya semakin heran dengan bara yang jari telunjuk nya mengarah pada pipi nya.


"Haish.....kau masih mengerti,aku ingin di cium di sini"


"Mas.....apaan sih,udah ngga usah bercanda"


Alya berdiri kembali mencoba pergi,lagi-lagi tangan nya di raih bara.Membuatnya berhenti untuk berjalan seketika.Terlebih bara memeluk nya erat dari arah belakang hingga alya sadar jika bara hendak....


Cup


"Jangan menolak mencium ku,aku bisa saja menciumnya mu balik.Mungkin aku bisa meminta yang lebih dari mencium!!"


Alya bergidik ngeri,baru kali ini ia mendapati bara bersikap mesum kepadanya.Tak mau bara hilang kendali, alya bergegas pergi ketika bara sedang lengah dan nggengaman tangan nya longgar.


Kau tau,rasanya malu mu membuat ku semakin tertarik pada dirimu.Aku benar-benar mencintaimu alya.

__ADS_1


Bersambung


 


__ADS_2