Alya Love Story

Alya Love Story
Ikut pulang


__ADS_3

Hari ini alya memiliki banyak jadwal penting di kantor,sehingga ia harus berangkat pagi-pagi buta.Saat memasuki lobi,biasanya alya akan melihat ilham saat di perjalanan ke ruangan nya.Tapi kali ini tidak,ia sama sekali tak melihat batang hidung nya.


Alya sungguh bersalah dalam hal ini,ia tau jika ilham akan canggung saat bertemu dengan nya.Ia masuk ke ruangan nya mengecek beberapa berkas penting yang di berikan angel sekretaris nya.


Saat jam istirahat,alya merasa heran dengan bara yang tak menghubungi nya.Biasanya ia akan ribut,menelpon terus menerus padanya.Tapi sekarang,tidak sama sekali.Ia mencoba menghubungi rian agar mengetahui keadaan bara yang membuatnya sangat cemas.Akhirnya saat begitu lama ia menghubungi rian,ternyata di angkat juga.


"Assalamualaikum....kamu sama mas bara ngga?"


"Waalaikumsalam....eh,udah pake embel-embel mas segala.Kayanya udah CLBK-AN yahh? "


"Saya nanya kok ngga di jawab"


"Boss lagi pergi tuh"


"Kemana?sama siapa?kapan?udah lama?"Tanya alya bertubi-tubi.


"Segitunya amat,saya bohong kok....Dia ada di kamar lagi beres-beres koper!"


"Emangnya mas bara mau kemana?"


"Ya kan pulang"


"Bukan nya dia pulang besok yahh?"


"Nggak tau tuh,orang nya mau pulang sekarang....udah cemberut aja dari kemarin,jadi saya yang kena semprot nya"


"Trimakasih info nya,saya tutup dulu...Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam..."


Benar saja,bara marah kalau ia tak mau di ajak pulang.Alya semakinĀ  bersedih di buatnya.Belum selesai dengan masalah satu muncul lagi masalah yang lain nya.Alya berfikir keras bagaimana caranya ia bisa mengatasi semua permasalahan yang di sebabkan oleh nya itu.Kepalanya sampai-sampai sakit terus di ajak berfikir mencari solusi.Akhirnya dia memutuskan untuk menelpon sang paman untuk meminta pendapatnya.Hanya dia yang bisa memberi nasehat juga saran untuk permasalahan nya kali ini.


"Assalamualaikum paman ali...."


"Waalaikumsalam nak,ada apa kamu telpon?"


"Paman....alya mau nanya sesuatu sama paman,tentang mas bara!"


"Bara....Memang nya ada apa dengan bara nak?"


"Kami sudah bertemu,tapi bara mengajak alya pulang ke jakarta.Dia mau alya ikut dengan nya...."

__ADS_1


"Ikut lah,jika dia bersungguh-sungguh maka kamu jangan ragu.Paman yakin bara memang jodoh yang di pilihkan Allah untuk mu"


"Tapi bagaimana dengan perusahaan ini paman?"


"Jangan khawatir soal perusahaan,jauh-jauh hari paman sudah merencanakan nya.Jika memang kamu berniat pulang ke jakarta"


"Trimakasih paman saran nya,sekarang alya lebih lega juga sudah tau yang harus di lakukan..."


"Paman tutup dulu,assalamualaikum...."


"Waalaikumsalam...."


Alya merapikan semua berkas di meja kerjanya,ia mengambil tas selempang untuk di bawa nya pulang.Sopir mengantar nya pulang cepat kerumah.


Sampai di rumah,alya meminta pembantunya membantu menyiapkan koper kepulangan nya.Sedangkan alya sendiri tengah membooking tiket pesawat yang di Jadwal kan sama persis dengan bara juga rian.


***


Jas lengkap itu melekat apik di tubuh proporsional milik bara.Ia melangkahkan kakinya keluar dari apartemen bersama rian yang langsung ke bandara.


Memang....sejak kemarin malam,keputusan alya yang membuatnya langsung terpaku untuk segera pulang dari Singapore.Untuk apa ia bertahan jika yang di tunggu pun tak ingin pulang.Maka bara putuskan untuk pulang hari ini dan bukanya besok seperti kesepakatan nya dengan alya.


"Andai kau bisa ikut pulang bersama ku,mungkin aku sangat bahagia " Ucap bara yang masih mengelus pelan layar ponselnya.


"Nggak perlu di elus-elus kaya gitu,emangnya ngga malu yahh sama orang lain yang ada di sekitar kamu"


Bara terdiam sejenak,siapa yang sedang berbicara dengan nya.Rasanya ia sangat mengenal dan halal dengan suara tersebut.


Kepalanya ia angkat lurus kedepan, menatap wajah mulus dan cantik yang tersenyum kearah nya.Sungguh tak di sangka,bara bisa melihat kedatangan alya yang sangat ia rindukan.Tentu saja bara bangkit dari posisi duduk nya agar bertatap muka langsung dengan alya.


Bara langsung memeluk erat tubuh perempuan yang sangat di cintai nya itu.Tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang melihat kearah mereka berdua.


"Mas.....lepaskan,banyak yang lihat"


Buru-buru bara melepaskan pelukan nya,ia juga tau di sisi lain banyak orang yang melihat kedekatan mereka.Pasti alya merasa tak enak dengan khimar yang di pakainya juga.


"Kenapa kamu di sini?"


"Aku....mencari seseorang yang hendak aku temui"


Kening bara mengkerut,memikirkan siapa yang ingin alya temui di bandara.

__ADS_1


"Siapa?"Tanya Bara menelisik.


"Hm..."


"Katakan cepat!"


"Kamu"


Bara tersenyum,ia sangat bahagia saat alya ingin menemui nya di bandara.Sekali lagi di peluk tubuh perempuan yang tinggi nya hanya sebatas dagu milik nya itu.


"Cukup,aku bisa sesak nafas jika terus di peluk oleh mu"


"Terimakasih...."


"Aku akan pulang bersamamu ke jakarta"


"Benarkah?....Apa yang kau katakan itu benar?"


"Iya,semua nya sudah di urus oleh paman ali"


"Syukurlah,akhirnya aku pulang tak membawa tangan hampa"


"Apa mas bara mencintai ku?"Tanya alya tiba-tiba.


"Tentu saja,aku sangat mencintaimu.Tak bisa hidup tanpamu,selalu ingin bersamamu,dan jangan tinggalkan aku lagi"


"Kalau begitu jangan peluk aku,pegang tanganku,karena mas bara bukan muhrim ku.Tunggu jika mas bara menikahiku,dan sampai hari itu,penuhi semua permintaan ku"


"Tapi...."


"Kalau begitu aku akan kembali ke Kantor " Ucap alya yang ingin berbalik dan pergi.


Tapi dengan cepat bara menghentikan nya, ia pun mengangguk tanda persetujuannya.Rian yang selesai mengurus tiket pulang itu pun menghampiri bara.Matanya juga menangkap sosok alya yang juga berada di samping bara.


Karena penerbangan akan segera lepas landas, maka para penumpang di harapkan masuk.Begitu pula dengan alya,bara juga rian yang masuk ke pesawat.


Bara duduk bersama alya sedangkan di belakang mereka ada rian bersama pria paruh baya di sampingnya.


Beberapa kali bara mencuri tangan alya agar ia pegang.Sayang nya semua usaha nya gagal,saat alya menolak sambil menaikkan abisnya ke atas.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2